
Acara resepsi pernikahan Fahri dan Jasmine telah terlaksana dengan baik dan lancar.Semua tamu undangan perlahan meninggalkan tempat.Begitu pula pasangan pengantin dan keluarga besar.
"Davian dan Aiyla kok nggak kelihatan dari tadi,ke mana mereka?"tanya Mami menyadari anggota keluarganya berkurang.
"Iya yah,kemana mereka?"Mama balik bertanya.
"Aduh,anak-anak ini!"gerutu Mami seraya menelepon putranya.
"Assalamualaikum,Mi."
"Waalaikumussalam,kamu di mana?Sama Aiyla kan?"
"Iya,Mi.Kami di rumah sakit."
"Astaghfirullah,kenapa?Apa Aiyla sudah mau melahirkan?"
Semua orang yang mendengar Mami Manda yang khawatir ikut terkejut bercampur khawatir tapi juga senang karena anggota baru keluarga mereka segera hadir.
"Iya,Mi.Tadi Aiyla mengalami kontraksi,sejak jam enam tadi katanya.Dan ketika diperiksa, ternyata sudah pembukaan lima.Tapi sudah jam segini,baby-nya belum juga lahir."
"Ya,sudah.Kamu terus dampingi putri Mami!Mami dan yang lain akan segera ke sana."
"Mi...Mi....nggak usah.Besok pagi saja ke sini nya.Sudah larut juga.Kalian istirahat saja!"
"Nggak usah ngatur-ngatur Mami deh! Assalamualaikum."
Tut....Tut....Tut.....
__ADS_1
Mami mematikan sambungan teleponnya dengan bersungut-sungut.Enak saja melarangnya memberi dukungan untuk putrinya.Apalagi untuk cucu pertamanya.Huh....bikin kesal saja,putranya ini.
"Ada apa,Bu?"tanya Fahri yang melihat keluarganya belum masuk ke kamar masing-masing.
"Kita mau ke rumah sakit,Aiyla mau melahirkan!"seru Mami Manda.
"What?Kok Bos nggak bilang-bilang,sih.Sebentar ya,aku akan menyiapkan mobil!"Fahri hendak pergi.
"Nggak usah,ini malam pengantin kamu.Jangan buat Jasmine menunggu!Sudah sana,hampiri istrimu!"perintah Papi Bara.
Fahri pun menurut tapi tidak lama kemudian, Fahri malah datang kembali bersama dengan Jasmine.Saat meminta izin untuk menemani Davian di rumah sakit,Jasmine malah ingin ikut.
"Pak!"Fahri keluar dari mobil Papi Bara.
"Loh,kok malah bawa istri kamu keluar?"sebal Mami.
"Ya sudahlah,ayo masuk!"perintah Papi Bara.
Dalam mobil Papi Bara ada Fahri dibalik kemudi dan disebelahnya ada istrinya,Jasmine.Sedangkan Papi dan Mami di belakangnya.
Mobil Radit,ada istrinya,juga Mama dan Papanya.Kakaknya yang sempat hadir,harus langsung kembali ke kota tempat suaminya bekerja.Dan orang tua Billa sudah lebih dulu pulang.Ayah Reyhan mengikuti dari belakang dengan mobilnya.
* * *
Di rumah sakit
Hari sudah menunjukkan pukul setengah satu dini hari.Semua orang sudah tertidur termasuk Aiyla,walau sebentar-sebentar terbangun karena sakit yang dirasakannya.
__ADS_1
Berbeda dengan Aiyla,Davian malah tidak bisa memejamkan matanya walau untuk sejenak.Tangannya terus menggenggam erat tangan istrinya.Sesekali dibawanya tangan istrinya itu untuk dikecup.
Wajah Aiyla terlihat damai saat tidur seperti ini.Davian terus memandang wajah istrinya, sesekali juga mengelus dahi Kia yang kadang mengernyitkan,menahan sakit.
Begitu besar pengorbanan istrinya untuk memberinya gelar seorang ayah.Davian jadi teringat Maminya.Dia ingin memeluk Maminya itu.
"Jangan lama-lama dong sayang keluarnya,kasihan Mama!"Davian mengelus perut Aiyla.
Tak lama kemudian,rombongan keluarga Adhitama hadir di ruang dimana Aiyla dirawat.Davian langsung memeluk Maminya dan berterima kasih sekaligus meminta maaf karena sering membuatnya khawatir.
Ayah Reyhan pun menghampiri putrinya yang sudah tertidur.Putri yang telah disia-siakannya sedari kecil,kini sudah akan menjadi seorang ibu.Tangan tuanya mengusap pelan kepala Aiyla,memberikan kenyamanan.
Saat sudah memasuki waktu subuh,pembukaan pun telah sempurna.Aiyla meminta maaf pada semuanya sebelum memasuki ruang bersalin.Siapa yang tahu dengan rencana Allah SWT.
Davian dengan setia menggenggam tangan Aiyla dan terus mendampinginya memberikan dukungan agar istrinya tidak merasa berjuang sendiri.Tak apa,kalau Aiyla ingin mencakar atau menggigitnya andaikan bisa mengurangi rasa sakitnya.
Dokter Mia memberikan instruksi pada Aiyla apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika proses persalinan.Aiyla pun terus berdoa di dalam hati agar diberi kekuatan untuk melahirkan bayinya.
Saat dokter Mia menyuruhnya mengejan,Aiyla sekuat tenaga melakukannya tanpa berteriak-teriak seperti adegan di sinetron,karena akan menguras tenaga.
Sampai akhirnya,suara nyaring dari seorang bayi mungil menggetarkan hatinya.
Oek....oek...oek....
Air mata pasangan suami-istri itu menetes di barengi dengan senyum diwajahnya.Davian mencium kening Aiyla sebagai tanda terima kasih karena sudah berjuang untuknya juga sang buah hati.
"Selamat ya Mama Aiyla dan Papa Davian,baby boy sudah lahir dengan sempurna tanpa kurang satu apapun.Tampan seperti Papanya!"dokter Mia memperlihatkan bayi yang baru lahir itu pada orang tuanya.
__ADS_1
Senyum mengembang sempurna dikedua wajah ayah dan ibu baru itu ketika melihat jagoan mereka.Dokter Mia menyuruh suster untuk membersihkan si baby boy dan melakukan tindakan lanjutan pasca melahirkan pada Aiyla.