Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Terima Kasih Putri Cantiknya Bunda


__ADS_3

Dua puluh menit sudah Aiyla duduk menatap batu nisan Bundanya.Dia hanya duduk tanpa mengucapkan apapun.Air matanya pun seakan sudah mengering.Billa yang menemaninya tak jauh di belakangnya merasa sangat kasihan melihatnya.


Radit yang menunggu di mobil,senang melihat kedatangan Davian.Davian segera menghampiri mobil Radit.Tanpa menyapanya, Davian langsung pergi masuk ke area pemakaman.Davian melihat Aiyla yang duduk dengan pandangan kosong ke arah makam Bundanya.Dipeluknya tubuh rapuh itu dengan erat.Sedih sekali rasanya,melihat istrinya lemas begini.Wajahnya pun sangat pucat.


"Kita pulang!"Davian membantu Aiyla berdiri dan merangkulnya.


Belum jauh mereka melangkah pergi,tiba-tiba tubuh Aiyla ambruk.Davian terkejut,istrinya jatuh.Untung Davian merangkulnya,sehingga Aiyla tidak terjatuh langsung ke tanah.Billa segera mendekati Aiyla,khawatir.


"Kenapa,Bang?"tanya Billa,Davian menepuk-nepuk pipi Aiyla.


"Kita bawa ke rumah sakit aja!"Billa membantu Davian yang akan bersiap menggendong Aiyla.


Davian membawa tubuh Aiyla dalam gendongannya langsung ke mobilnya.Tanpa bertanya,Fahri segera membukakan pintu mobil belakang dan langsung masuk ke mobil untuk segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Billa pun langsung menyuruh Radit masuk ke mobilnya untuk mengikuti mobil yang membawa Aiyla.


Di dalam mobil,Davian masih mencoba membuat Aiyla sadar.Aiyla sempat membuka matanya sedikit dan tersenyum kecil melihat Davian.Tapi tak lama,ia menutup matanya kembali.Aiyla begitu lemah dan wajahnya terlihat sangat pucat.Mungkin karena beberapa hari ini,Aiyla terlalu banyak pikiran sehingga membuat nafsu makannya menurun.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit,Aiyla segera dilarikan ke UGD untuk diperiksa lebih lanjut. Tak lama kemudian,Aiyla dipindahkan ke ruang rawat inap karena kondisinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


* * *


"Aiyla......Aiyla.......!"


Aiyla membuka matanya perlahan.Seorang wanita cantik dengan rambut yang terurai indah mengelus pipinya lembut.Senyumnya merekah seperti tidak pernah memiliki beban di dalam hidupnya.Aiyla menangis melihat wanita yang ada di hadapannya.Tangannya terulur menyentuh wajah ayu itu.Telapak tangan Aiyla dikecupnya dan dihapusnya air mata itu.Aiyla tidak bisa mengatakan apapun, bibirnya rasanya tak mampu untuk sekedar menyebutnya 'Bunda'.


"Jangan menangis lagi!Sudah saatnya putri cantiknya Bunda bahagia.Terima kasih,sudah membantu Bunda menjelaskan kesalahpahaman yang Ayahnya Aiyla pikirkan. Jangan membencinya!Ayah Reyhan sangat menyayangi Aiyla di dalam lubuk hatinya yang terdalam.


"Aiyla putri Bunda yang sangat baik.Terima kasih sudah bertahan selama ini.Banyak orang-orang yang menyayangi Aiyla.Berbahagialah!"


Aiyla mengangguk dengan air mata yang terus mengalir.Bunda mengecup kening Aiyla lama.Bunda kembali menatap wajah Aiyla dengan senyum yang mirip dengannya.Aiyla memeluk Bunda menyalurkan kerinduannya. Lama-kelamaan, sayup-sayup Aiyla mendengar suara seorang pria memanggilnya.Awalnya pelan,lama-lama jadi seperti teriakan.


"Aiyla.....Ai......Aiyla.....!"

__ADS_1


"Aiyla..............!"teriak seseorang dengan keras.Aiyla terbangun dan langsung terduduk.


Bugh....bugh.....


Mami memukuli Davian yang mengagetkan semua orang yang ada di sana.Mami kesal karena Davian teriak kencang sekali.Sudah tahu istrinya sedang istirahat,dianya malah teriak seperti orang gila.


"Aw.....aw....sakit,Mi!"Davian melindungi kepalanya dari pukulan tas branded Mami.


"Makanya jangan teriak sembarangan!Kamu pikir ini hutan,hah?"Mami terus memukuli Davian.


Yang ada di sana cuma menonton drama ibu dan anak itu.Semuanya juga terkejut tadi dengan teriakan Davian yang tiba-tiba.Aiyla tertawa melihat Davian meringis kesakitan. Mami yang melihat Aiyla terbangun langsung mendekat dan memeluknya erat.Mami dan Papi langsung ke rumah sakit saat dikasih tahu oleh Radit tadi.Mereka sudah tahu semua ceritanya.


"Sayang!Kamu sudah bangun!Kamu pasti terkejut ya dengar teriakan nggak jelas dia,"Mami menunjuk Davian dengan bibirnya.


Semua yang ada di sana pun mendekat dengan perasaan lega.Akhirnya,setelah delapan jam tertidur,Aiyla bangun juga.Ini sudah tengah malam,tapi tidak ada dari mereka yang mau disuruh pulang.Semuanya mau menunggu sampai Aiyla bangun. Akhirnya,Davian menyuruh Radit untuk membawa kasur lipat untuk mereka tidur.Memang ruang inap Aiyla adalah ruang VVIP,tapi nggak mungkin juga Mami dan Papi disuruh tidur di sofa atau tidur di ruangan terpisah.Makanya,semuanya yang baru saja memejamkan mata jadi bangun lagi karena kaget.

__ADS_1


Davian juga memeluk Aiyla menggeser Mami yang masih duduk di samping Aiyla.Mami berdiri memberi ruang untuk Davian melepaskan kecemasannya.Davian tidak mengucapkan apapun selain mengeratkan pelukannya.Dia sungguh lega dan bahagia dengan kabar baik yang dokter sampaikan tadi.


__ADS_2