Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Hotel


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, hubungan Davian dan Aiyla pun sudah mengalami peningkatan yang lebih baik.Walaupun begitu, hubungan mereka belum ada namanya.Davian tidak ingin mengajak Aiyla berpacaran.Kalau Aiyla


sudah percaya padanya, Davian akan langsung mengajaknya menikah.Menurut Davian, berpacaran hanya membuang-buang waktu saja.


Ting......


Ponsel Aiyla berbunyi, Aiyla pun segera melihatnya.Davian, siapa lagi yang akan menghubunginya kalau bukan Davian.Akhir-


akhir ini Davian dan Aiyla memang selalu


berhubungan lewat telepon,chat, atau VC.


Karena Davian sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya.


Calon Suami :[Sayang, pulang nanti mas


jemput.Awas kalau pulang


duluan bareng Billa.Mas


suruh Billa putar balik nanti.]


Aiyla tersenyum membaca chat yang dikirim Davian.Tanpa Aiyla sadari, Billa berdiri disampingnya dan ikut membaca chat itu.


"Aaaaa..... sudah pake sayang-sayangan.cie....


cie.....,"goda Billa heboh sendiri.


Aiyla langsung menutup mulut Billa.


"Apaan sih,Bill ! kencang banget suara kamu.Malu tahu !"Ucap Aiyla malu. Pipinya mulai merona karena godaan Billa.


"Malu kenapa sih,Ai? gitu aja kok malu,"heran Billa.Aiyla tak menanggapi.


"Hubungan kalian kayaknya sudah semakin dekat ya?aku ikut bahagia melihatnya,"lanjut Billa.


"Kenapa?"Tanya Billa karena Aiyla tak merespon malah melamun.

__ADS_1


"Kamu masih ragu?Emang apa lagi sih,Ai yang buat kamu ragu?"tanya Billa beruntun.


Aiyla masih diam dan berpikir apa sebenarnya yang membuat dia ragu pada kesungguhan Davian.


"Menurut kamu,ini tuh terlalu cepat nggak sih,Bill?"tanya balik Aiyla.Aiyla cuma tidak mau terburu-buru mengambil keputusan penting itu.Satu kata Ya atau tidak bisa merubah hidupnya jadi lebih baik atau mungkin lebih buruk.Bohong kalau Aiyla tidak tertarik dengan seorang Davian.Seseorang


yang memiliki segalanya apa mungkin tertarik


bahkan menyukainya yang hanya seorang pelayan cafe.Mungkin hal itulah yang membuat Aiyla ragu.Aiyla takut Davian hanya memperlakukannya baik saat diawal saja dan akan mendepaknya jika sudah bosan.


"Aku nggak tahu juga sih, Ai ! kamu tanya hati


kamu maunya gimana ? Berdoa Aiyla, minta sama yang mahakuasa,kalo memang pak Davian jodoh kamu semoga di berikan jalan."


Saran Billa serius.Billa kalo lagi serius begini emang suka bener kata-katanya.


"Tapi pak Davian itu orangnya baik kok ! kata bang Fahri,dia itu belum pernah punya pacar.


Dia juga bukan tipe CEO yang kaya' di novel-


Walaupun umurnya sudah matang."jelas Billa.


Billa memang sudah banyak nanya-nanya sama Fahri tentang Davian.Tapi ini bukan modus Billa loh ya.Ini tuh murni karena Billa


sangat menyayangi bestie nya itu.Billa tidak mau Davian mempermainkan perasaan Aiyla.


"Kayaknya kamu sudah mulai dekat ya sama


Bang Fahri ? ada apa nih? jangan-jangan


kalian ada something ?"Aiyla mengalihkan


pembahasan tentang dirinya dan Davian.


"Ya, enggak lah ! aku dan bang Fahri cuma dekat sebagai teman yang sama-sama peduli


pada kalian.Dia itu orangnya, gimana yah?

__ADS_1


Emmm.... entahlah.Kita tuh nggak cocok sebagai pasangan,kita tuh cocoknya sebagai


sahabat atau kakak adik,"jelas Billa.


"Kamu mikirnya gitu,tapi kita kan nggak tahu ke depannya akan seperti apa ?"Billa hanya mengangkat kedua bahunya menanggapi ucapan Aiyla.


Saat jam pulang tiba, Aiyla menunggu Davian ditemani Billa di parkiran cafe.


Tin.....tin.....


Davian keluar dari mobilnya dan menghampiri kedua gadis itu.


"Assalamualaikum,"salam Davian.


"Waalaikumussalam,"jawab Aiyla dan Billa.


"Yok ! Bill, terima kasih sudah nemenin Cinderella kesayanganku ini,yah ! Baru datang


Davian sudah membuat wajah Aiyla memerah


malu.Billa mengangguk sambil tertawa melihat wajah Aiyla.


Aiyla memukul lengan Davian pelan,"nggak usah banyak omong,sudah malam.Kasihan


Billa pulang sendirian.Ayo,Bill ! pulang !"


"Iya ! saya duluan ya,bang ! Assalamualaikum,"pamit Billa.


Sekarang Billa memanggil Davian dengan sebutan bang, sama seperti Fahri.Davian sendirilah yang memintanya.Daripada dipanggil pak atau tuan,lebih baik bang kan.


Biar lebih akrab.


"Waalaikumussalam,"jawab keduanya.


Setelah Billa pergi, Davian dan Aiyla pun pergi.Tapi, sebelum Davian mengantarkan Aiyla pulang, Davian mengajak Aiyla singgah ke suatu tempat.


"Loh,kok ke hotel ?"tanya Aiyla mulai waspada.

__ADS_1


__ADS_2