
"Hei,sayang ! kok kamu ke sini ? kamu kangen ya ? ih, padahal baru siang tadi kita ketemu !"seorang pemuda tiba-tiba memeluk Billa dari belakang dan mengatakan hal-hal yang aneh seperti itu.Billa membulatkan matanya terkejut dan segera melepaskan diri.Tapi sayang,tenaga pemuda itu terlalu kuat walaupun sepertinya dia berdiri dengan sempoyongan.
Billa baru saja pulang dari cafe.Karena cafe sedang dipakai untuk acara lamaran seseorang,jadi Billa pulang agak terlambat dari biasanya.Billa meronta dengan sekuat tenaga dan pada akhirnya, Billa menginjak kaki pemuda itu dan menggigit tangannya kuat.Pemuda itu pun melepaskannya sembari meringis.
Setelah Billa melihatnya, Billa juga mencium bau aneh dari aroma pria itu.
"Dasar cowok kurang ajar ! berani-beraninya meluk-meluk orang sembarangan !"ujar Billa hendak pergi.Tapi, pria itu mencekal tangan Billa.
"Kok marah sih, sayang ! Tapi,aku suka,"ucap pria itu semakin ngawur.Billa semakin geram dengan kelakuan pria mabuk itu.Billa pun melepaskan tangannya dan menendang perut dan meninju wajah pria itu keras hingga membuat sudut bibirnya terluka.Billa memang mengikuti kelas bela diri saat SMA,meski tidak pernah ikut dalam pertandingan.
Pria mabuk itu terjatuh dan merintih kesakitan.Billa pun segera pergi meninggalkannya di parkiran apartemen.Karena kondisinya yang juga mabuk,pria itupun terkapar tak sadarkan diri.
* * *
"Boss ! ini sudah jam sebelas,apa baik bertamu ke rumah orang di jam segini ?"protes Fahri pada Bossnya yang tak tahu waktu itu."Besok kan masih bisa ketemu,"lanjutnya lagi sembari menyetir.Davian tak menggubris perkataan Fahri.Saat ini Davian dan Fahri sedang dalam perjalanan menuju ke apartemen.
__ADS_1
"Besok kami sudah tidak bisa bertemu !"seru Davian akhirnya.Fahri sontak mengerem laju mobilnya.Davian melotot tajam karena Fahri mengerem mendadak.Untung dia sigap,kalo enggak,beh...benjol tuh kepala.
"Kenapa?Aiyla berubah pikiran ? Aiyla memutuskan hubungan kalian ?"tanya Fahri sudah seperti seorang wartawan.Davian semakin memelototi Fahri.
"Enak aja,ini semua tuh gara-gara mami,"curhat Davian.
"Kenapa? bukannya ibu dan bapak merestui pernikahan ini?"Fahri mengerutkan keningnya.Davian menghela nafasnya gusar.
"Mami ingin kami Dipingit.Jadi, nggak boleh ketemu dulu selama tiga hari ke depan sampai hari H.Boro-boro ketemu, Video call aja nggak dibolehin,"jelas Davian.Fahri tertawa mendengarnya dan melajukan mobilnya kembali.Davian semakin cemberut tak suka.Bisa-bisanya Fahri mentertawakan kemalangan yang menimpanya.Sebenarnya, Davian bisa saja menemui Aiyla diam-diam.Tapi, Davian sangat mengenal maminya.Maminya pasti punya seribu cara untuk menghalanginya.
Davian dan Fahri turun dari mobil dan segera menghampirinya.Mereka pun membalik tubuhnya untuk memeriksa apakah masih hidup atau sudah ke alam baka.Dan betapa terkejutnya mereka melihat siapa orang itu.
"Aish....nih bocah, kapan tobatnya sih?"kesal Davian."Kau bawa ke mobil dulu ! aku temui Aiyla dulu sebentar !"perintah Davian dan pergi melangkahi pria mabuk itu karena menghalangi jalannya.Dasar nggak ada akhlak, pikir Fahri.Orang hidup main di langkahi aja.Sabar Fahri,sabar.
* * *
__ADS_1
Ting nong.....Ting nong.....
Billa membuka pintu karena sudah tahu siapa yang datang."Aiyla nya sudah tidur,bang !"ucap Billa langsung tanpa mempersilahkan Davian masuk."Tapi kalo mau lihat, silahkan aja sih.Tapi sebentar saja,yah !"lanjut Billa lagi.Davian pun masuk dan segera ke kamar yang di tempati Aiyla.
Davian melihat wajah damai Aiyla dan tersenyum, kemudian mengambil ponselnya untuk mengambil gambar wanita yang sebentar lagi akan sah menjadi miliknya.Tapi, Davian langsung cemberut mengingat selama tiga hari ini dia tidak bisa bertemu.
Davian menghampirinya dan meletakkan kotak kecil dengan pita yang menghiasinya ke atas meja kecil disamping tempat tidurnya.Lama Davian memandanginya dan cup.... Davian mengecup kening Aiyla.
Takut melakukan hal yang lebih dari sekedar mengecup, Davian akhirnya memutuskan untuk pergi.Ada hal lain juga yang harus diurusnya lagi.
"Terimakasih,"ucap Davian pada Billa yang menunggu di depan kamar.Billa mengangguk dan mengantarkan Davian ke pintu.
* * *
Setelah masuk ke mobil, Davian segera menyuruh Fahri untuk segera pulang ke mansion.Davian melirik kearah sudut bibir pria mabuk itu yang terluka dan mengusap wajahnya kasar.Ingin sekali rasanya Davian menonjok wajahnya biar wajah playboy nya tidak lagi terlihat.
__ADS_1
"Entah apa lagi yang sudah dia lakukan,"Davian menghela nafas panjang.