Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Seperti Pasangan Suami Istri


__ADS_3

Setelah cukup lelah menangisi keadaannya, Aiyla tertidur dengan Isak tangis yang masih terdengar sesekali.Karena sudah tidak mendengar tangisan Aiyla, Davian membuka pintu secara perlahan dan masuk dengan pelan pula.Davian menghidupkan kembali lampu tidur disamping Aiyla tidur.Dilihatnya wajah sembab Aiyla yang masih nampak jelas jejak air matanya.Davian mengelus pipi Aiyla lembut, menghapus sisa-sisa air mata yang kadang masih menetes disudut matanya.Davian menghela nafasnya pelan, Aiyla begitu terluka hari ini.


***


Aiyla terbangun saat mendengar suara adzan subuh dari alarm ponselnya.Aiyla duduk dengan pandangan yang agak sedikit tak jelas.Matanya agak sulit terbuka karena membengkak akibat terlalu lama menangis.Saat pandangannya mulai terlihat jelas, Aiyla terkejut dan nyaris berteriak karena melihat Davian di hadapannya.


"Hmmmm....."Aiyla mencoba melepas bekapan yang dilakukan oleh Davian.


Davian melepaskan tangannya dari mulut Aiyla dan berdiri untuk menghidupkan lampu utama kamar.Davian sepanjang malam tak bisa tidur.Saat baru saja terlelap, Davian bangun lagi.Davian khawatir Aiyla akan sakit karena terlalu lama menangis.Akhirnya Davian menjaga Aiyla dengan duduk di tepi tempat tidur disamping Aiyla.Davian duduk kembali di tempatnya semula dan tertawa melihat keadaan Aiyla.


"Kenapa ?"tanya Aiyla bingung.Davian menggeleng.


"Nggak apa-apa,sudah lebih baik ?"Davian meletakkan tangannya di dahi Aiyla.


"Emangnya aku kenapa ?"tanya balik Aiyla.


"Semalam kamu sempat panas, syukurlah sekarang sudah enggak,"jelas Davian.

__ADS_1


Semalam Davian panik karena Aiyla tiba-tiba panas dan mengigau.Karena panik Davian menghubungi Fahri bukannya dokter.Dan Fahri pun menyuruh Davian untuk mengompres dahi Aiyla.Untung Davian tidak protes disuruh-suruh oleh Fahri.


"Terimakasih banyak,mas baiiikk banget,"ucap Aiyla.


"Nggak perlu berterima kasih,ini sudah jadi tanggung jawabku.Sekarang kamu cuci muka, wudhu terus shalat !"perintah Davian.Davian keluar untuk melakukan hal yang sama di kamar satunya lagi.Davian juga melakukan apa yang dilakukan oleh seorang muslim lainnya, walau kadang suka bolong-bolong.


"Hem,"Aiyla mengangguk dan tersenyum.Senyum inilah yang ingin dilihat Davian.Senyum tulus yang menawan hati Davian.Davian mengacak rambut Aiyla.


Setelah Davian keluar, Aiyla segera ke kamar mandi.Dan saat di kamar mandi,Aiyla melihat tampilannya di cermin.


"Hemm... rambut acak-acakan bak singa jantan,wajah sembab, mata bengkak,dan ada sisa air mata yang mengering.PERFECTO ! Pantes tuh orang ketawa."Aiyla mengoceh di depan cermin.


"Nyari mas?"Davian tiba-tiba nongol di belakang Aiyla.Aiyla terkejut dan memegang dadanya.Davian duduk di sofa ruang tamu dan disusul oleh Aiyla.


"Kamu benar-benar sudah baik-baik saja ?"Davian masih khawatir.


"Mas tenang aja,aku memang seperti itu.Susah nangis,eh sekalinya nangis susah berhenti.Tapi, setelah perasaanku tenang aku akan kembali seperti semula,"jelas Aiyla menenangkan Davian.

__ADS_1


"Oke,mas percaya.Tapi, nanti kalau kamu merasa sedih atau butuh seseorang,kamu harus hubungi mas.Jangan yang lain.Hanya mas."Davian mulai posesif.


Aiyla senang sekali disaat seperti ini ada yang memperdulikannya selain Billa tentunya.


"Oh,ya ! ini di mana,sih?"Aiyla melihat ke sekelilingnya.


"Di apartemen mas,"jawab Davian.


"Kenapa kemari?"tanya Aiyla lagi.


"Emangnya kamu mau mas ajak ke hotel ?"Aiyla menggeleng cepat.Gara-gara hotel lah kejadian kemarin terjadi.Tapi, bukannya hotel sama apartemen sama-sama bahaya ditempati oleh pria dan wanita yang belum menikah.


"Kamu nggak usah mikir yang macam-macam,mas nggak tinggal di sini kok.Nanti malam mas pulang,"jelas Davian.Aiyla mengangguk mengerti.


"Sekarang kamu mau sarapan apa ?"Davian berdiri hendak ke kitchen set nya yang sangat rapi seperti tidak pernah digunakan.


"Biar Aiyla aja yang nyiapin sarapannya,mas tunggu aja di sofa !"Aiyla menghentikan Davian.Davian senang sekarang hubungannya sepertinya sudah mengalami peningkatan.

__ADS_1


"Baiklah !"Davian kembali duduk di sofa dan menonton berita pagi.Tak lama kemudian, Aiyla datang membawa secangkir kopi untuk Davian.


"Minum kopinya dulu, sambil nunggu sarapannya siap."Davian tersenyum bahagia dengan perhatian yang diberikan Aiyla.Davian dan Aiyla sudah seperti pasangan suami istri saja.


__ADS_2