
Keesokan paginya, Aiyla sedang bersiap untuk pergi bekerja.Hari ini, Aiyla akan berangkat kerja sendiri karena semalam Billa memberitahu bahwa dia tidak bisa menjemputnya.
Saat sedang menunggu ojek online yang dipesannya, Aiyla dikejutkan dengan kehadiran seorang pria tampan dengan mobil
mewahnya.
Sesosok pria tampan keluar dari mobil mewahnya dengan senyum yang mengembang.Davian, dialah pria itu. Davian menghampiri Aiyla.
"Assalamualaikum,calon......,"belum sempat Davian menyapa, Aiyla menghentikannya dengan tangannya.
"Stop, jangan ucapkan kata itu !"Aiyla tidak mau terjadi kesalahpahaman jika ada yang mendengar.
"Kenapa?"tanya Davian.
"Pokoknya jangan, nanti ada yang denger terus salah paham !"pinta Aiyla.
"Oh,ya! ngapain pagi-pagi ke sini?"Aiyla bertanya sambil mengecek ojol yang dia pesan sudah sampai di mana lewat ponselnya.
"Mau jemput kamulah !"jawab Davian merebut ponsel Aiyla.Davian tak suka diduakan dengan ponsel butut Aiyla.
"Ish,siniin Hp ku!"Aiyla mencoba mengambil kembali ponselnya.
"Ambil kalau bisa,"ucap Davian mengangkat ponsel Aiyla tinggi-tinggi.
Aiyla melompat-lompat untuk menjangkaunya.Tinggi Aiyla yang hanya sebahu Davian, membuatnya kesulitan.
"Ih.... tinggi banget,sih."Davian tersenyum bahagia berada sedekat ini dengan Aiyla.Modus banget nih, Davian.
__ADS_1
Tin....tin....suara klakson motor ojol menghentikan tingkah dua anak manusia itu.
"Mbak Aiyla?"tanya bapak ojolnya.
"Iya,pak! sebentar.sini cepetan !"pinta Aiyla.
Bukannya menyerahkan ponsel Aiyla, Davian malah mengeluarkan selembar uang seratus ribuan.
"Ini buat bapak, mbaknya nggak jadi pesen.Maaf yah,pak.Di cancel aja!"ujar Davian memberikan uang ke bapak ojolnya.
"Loh kok...?"Aiyla cemberut melihat ojol yang dia pesan pergi menuruti perintah Davian.
"Sudah,kamu bareng aku aja!Kamu nggak kasian ngeliat aku udah jauh-jauh jemput malah mau kamu tinggal ?"pinta Davian dengan wajah sedih yang dibuat-buat.
"Emangnya siapa yang suruh jemput ?"Aiyla tak terpengaruh dengan wajah sedih yang ditampilkan Davian.
"Kamu mau masuk mobil sendiri atau mau aku gendong masuk ke mobil ?"Davian memberikan opsi.
Aiyla melotot tajam kearah Davian.Dan karena Aiyla masih tetap diam,maka.....
"Baiklah kalau kamu maunya di gendong !"Davian mengambil ancang-ancang untuk menggendong Aiyla.
"Eh....iya,iya.Aku bisa jalan sendiri,"dengus Aiyla.
Davian tertawa melihat Aiyla yang ketakutan dan segera menyusul masuk ke mobil.
"Kenapa duduk di belakang ?Aku calon suami kamu bukan sopir kamu?pindah!"perintah Davian.
__ADS_1
"Kita nggak akan jalan kalo kamu nggak pindah !"lanjut Davian.
"Ish,ribet banget, sih !ini kenapa dikunci, katanya suruh pindah ?"Aiyla geram dengan tingkah Davian.
"Pindahnya dari sini aja !"tunjuk Davian pada sela kursi depan.Davian takut Aiyla kabur naik kendaraan lain.Dasar Davian.
Setelah itu, mereka pun segera pergi.Dalam perjalanan, Aiyla hanya cemberut.Davian gemas sekali melihatnya dan mengusap-usap rambut Aiyla.
"Ish...."Aiyla tak terima.
"Kenapa sih cemberut gitu?"
"Kamu nanyeeaaa?"
Davian segera menghentikan ucapan Aiyla dengan menjepit bibir Aiyla dengan jari jempol dan telunjuknya.
"Ih... apaan sih !"Aiyla melepas jepitan tangan Davian pada bibirnya.Aiyla malu diperlakukan sweet seperti itu.sesaat mereka terdiam.
"Bang Davian emangnya nggak kerja?"tanya Aiyla memecah keheningan.
"Bang...?"shock Davian.
"Aku nggak mau dipanggil Bang? emangnya Abang tukang bakso,"protes Davian.
Aiyla menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan.Kesal sekali dengan orang kaya disampingnya ini.
"Dipanggil Tuan nggak mau,pak nggak mau,om apalagi.Ini bang juga protes.Maunya dipanggil apa? ngomong aja deh, nggak usah ribet."Darah tinggi bisa-bisa Aiyla menghadapi Pangeran Pemaksa Adhitama ini.
__ADS_1