
"Boss, ngapain kita ke sini ?"tanya Fahri.
Saat ini Davian dan Fahri berada tak jauh dari parkiran cafe.
"Ya,mau ngapain lagi ? jemput Aiyla lah!"seru Davian dengan senyumnya.
"Aiyla nggak akan mau.Dia kan selalu pulang pergi bareng sama temennya itu."Jelas Fahri mematahkan semangat Davian.
"Itulah gunanya kamu ada di sini,"cengir Davian membuat Fahri bingung.
"Perasaanku jadi nggak enak, Boss !"gumam Fahri yang masih di dengar Davian.
"Tenang aja, kita nggak akan melakukan hal yang buruk,kok."Davian mencoba menenangkan Fahri walau itu tidak diperlukan sama sekali.
***
"Yah, gimana ini.Bannya kempes dua-duanya,"
bingung Billa.Aiyla pun jadi ikut bingung tak tahu harus bagaimana.
"Ada yang bisa kita bantu?"tawar Davian yang tiba-tiba muncul entah darimana.Fahri hanya geleng-geleng kepala melihat trik yang digunakan Bossnya itu.Bossnya ini emang pinternya kelewat.
Aiyla dan Billa saling pandang, bingung.Kok ada pangeran Adhitama di sini.
"Kenapa ?kok bingung gitu ?Ada masalah apa ?"tanya Davian pura-pura tak tahu.
Fahri hampir saja tak bisa menahan tawanya.
Bossnya ini sangat pandai berakting.Seharusnya, selain jadi CEO, Davian juga bisa jadi seorang aktor.
"Ini ban motorku kempes.Mana dua-duanya lagi,aneh banget kan?"ini pasti ada yang iseng
__ADS_1
deh,"jelas Billa panjang lebar.
Aiyla hanya menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Billa.Aiyla mengedarkan pandangannya mencari tahu.
"Oh,ya Bill ! Kira-kira CCTV yang di sana itu
mengarah kemari nggak,yah?"tanya Aiyla menunjuk ke arah CCTV yang agak jauh dari motor Billa diparkir kan.
Davian dan Fahri menelan Salivanya masing-masing.
"Nggak terlihat dari CCTV itu kan, Fahri ?"tanya Davian berbisik.
"Kayaknya nggak deh, Boss.CCTV nya juga agak jauh gitu,"jelas Fahri dengan berbisik juga.
"Kau yakin?"
"Ehmmm..... nggak juga sih,Boss !"jawab Fahri tak yakin.Davian melotot horor ke arah Fahri.
terka Billa.Davian dan Fahri lega mendengarnya.
"Bagaimana kalau saya telpon bengkel ?"sepertinya nggak ada bengkel dekat sini,"tawar Fahri mengalihkan praduga Billa dan Aiyla.
"Gimana,Ai?"tanya Billa dan Aiyla hanya mengangkat kedua bahunya.
"Lagian ini juga sudah malam,"timpal Davian.
Aiyla dan Billa bingung harus bagaimana.
"Ok,kamu pulang bareng mereka aja yah,Ai !"putus Billa.
"Nggak bisa gitu dong,Bill.Masa aku ninggalin kamu sendirian nunggu orang bengkel nya,"
__ADS_1
Aiyla tidak setuju dengan Billa.
"Nggak apa-apa, Aiyla.Ini tuh udah malem.Kalau kamu pulangnya telat, nanti kamu ditelen sama nenek lampir loh,"jelas Billa melebih-lebihkan.
"Kamu tenang aja,biar teman kamu.....,"tunjuk
Davian pada Billa.
"Billa ,"Billa memperkenalkan dirinya.
"Biar Billa nanti ditemani Fahri dan pasti akan diantar pulang juga oleh Fahri dengan selamat tanpa kurang suatu apapun."Bujuk Davian yang diangguki Fahri.
"Iya,kamu tenang aja,sih.Ini aku foto bang Fahri nya."
cekrek.... Billa memfoto Fahri.
"Bisa pinjam KTP nya,bang Fahri ?"Billa pun meminta KTP Fahri.Setelah itu,Billa memfoto KTP nya dan segera mengirimnya ke Adit, adiknya Billa.
"Ini lihat,sudah aku kirim ke Adit."Beritahu Billa.
"Kalo ada apa-apa, amit-amit jabang bayi.Kalian tahu ke mana harus mencari aku.Ok bestie,"cengir Billa.
"Sampai segitunya,"batin Fahri.
Akhirnya Aiyla mau pulang bersama Davian walau dengan berat hati.
"Ok,aku pulang duluan,ya.Kabarin nanti kalau udah selesai, Assalamualaikum,"pamit Aiyla.
"Waalaikumussalam,"jawab Billa dan Fahri.
"YESSS....."sorak Davian dalam hati.
__ADS_1