
Davian dan Aiyla akhirnya memilih rumah makan yang menyediakan menu seafood di tepi pantai tak jauh dari hotel.Makanan telah habis tak bersisa, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menyusuri pantai dengan pasirnya yang masih bersih.
"Mas !"panggil Aiyla menghentikan langkahnya.
"Kenapa ?"Davian juga menghentikan langkahnya.
"Jongkok deh !"Davian menuruti keinginan Aiyla dan hap.....
Aiyla menaiki punggung Davian tanpa aba-aba.Hampir saja Davian kehilangan keseimbangan yang akan membuat mereka terjatuh.
"Aku capek ! gendong sampai hotel, yah !"manja Aiyla di gendongan Davian.
Davian senang dengan perubahan Aiyla yang jadi manja seperti ini.Davian merasa diistimewakan karena Aiyla hanya manja padanya saja.
Sampai di hotel, mereka beristirahat dengan saling memeluk satu sama lain karena keduanya benar-benar kelelahan dan belum sempat beristirahat sejak dari sampai tadi.
* * *
"Mi ! mami kenal nggak dengan teman Aiyla yang namanya Billa ?"Radit penasaran dengan Billa yang selalu menghindar ketika mereka berpapasan.Radit memang sering menginap di kediaman keluarga papi Bara.
__ADS_1
Mami Manda memicingkan mata curiga melirik Radit."Kenapa ? jangan bilang mau kamu jadiin target selanjutnya ?"todong mami yang kebetulan sedang mengupas buah apel.
Radit menelan ludahnya,"nggak gitu mi ! mami selalu berburuk sangka sama Radit,"rajuk Radit.
"Billa gadis yang baik, jangan kamu sakiti dia ! atau kamu akan berhadapan dengan Aiyla dan mami tentunya.Lagian mama sama papa kamu sudah menyiapkan calon untuk kamu,jadi hentikan petualanganmu dan terima saja nasibmu,"nasehat mami dengan diiringi senyum mengejek.
Radit mendengus,dia kan cuma nanya kenal apa nggak.Kok malah ngingetin masalah perjodohan yang dilakukan mamanya.
* * *
Davian dan Aiyla kembali dari makan malam.Davian memberikan kado untuk Aiyla.
"Tapi ini apa?"tanya Aiyla bingung dan berhenti di depan pintu kamar mandi.
"Kamu lihat aja di dalam !"dorong Davian lagi.
Aiyla masuk dan segera melihat paper bag yang Davian berikan.Aiyla membelalakkan matanya shock melihat gaun tidur yang cukup pendek untuk dikenakannya.Ada juga beberapa makeup.
Aiyla buru-buru keluar ingin menanyakan kepada Davian apa dia harus memakainya.Tapi, saat akan membuka pintu, pintu itu ternyata terkunci.Apa mungkin hotel bintang lima seperti ini, pintu kamar mandinya macet.Mungkin saja sih.
__ADS_1
"Mas....mas....?"Aiyla menggedor-gedor pintu tapi tak mendengar suara apapun di dalam kamar.Aiyla jadi bingung sendiri.
Aiyla mencoba menghubungi Davian.Untung saja Aiyla masih membawa ponsel dalam saku celananya.Dering pertama, kedua sampai pada dering ketujuh Davian baru mengangkatnya.
"Halo Ai, kenapa ?"jawab Davian.
"Mas ada di mana? ini pintu kamar mandinya macet,"jelas Aiyla.
Bukannya menjawab, Davian malah balik bertanya,"kamu sudah pake yang mas kasih tadi ? jangan lupa dandan yang cantik !"
"Belum,lah.Emangnya harus banget pake ini?"tanyanya.
"Iya dong,kamu lupa ini malam spesial kita ?"Davian malu sendiri mengatakannya.
Blush.....
Wajah Aiyla merona mendengar pertanyaan Davian.Tapi tunggu dulu, kenapa Davian nggak khawatir dia terkunci di dalam kamar mandi.Terkunci atau dikunci ???
"Mas sengaja mengunci pintunya.Kamu siap-siap saja dulu, nanti mas bukain kalo sudah selesai !"Davian tertawa tanpa suara dibalik pintu kamar mandi.Aiyla memejamkan matanya mengatur detak jantungnya.
__ADS_1
Aiyla gugup jadinya,ini adalah malam pengantin mereka.Aiyla tidak akan menolak, cepat atau lambat hal ini akan terjadi.Lagi pula,ini adalah pernikahan sungguhan bukan pernikahan kontrak.