Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Mau Ke Mana ?


__ADS_3

Tak beda jauh dengan Davian, Aiyla pun bingung harus memakai baju apa.Meminta


saran dari sang sahabat pun, Billa cuma bilang,"pake yang menurut kamu nyaman, nggak usah pake yang macem-macem."


Aiyla bukannya bingung harus pilih yang mana, karena bajunya pun tak banyak.Aiyla


cuma merasa bajunya cuma itu-itu aja.


Akhirnya Aiyla memilih outfit casual blouse


yang dipadukan dengan skinny jeans dan flat shoes warna hitam.Aiyla pun memoles wajahnya dengan bedak bayi dan tak lupa memakai lip balm.Tampilan yang sangat sederhana,namun tak mengurangi kecantikan alaminya.Aiyla adalah seorang gadis yang suka merawat diri walau hanya dengan perawatan yang ala kadarnya.Kulit yang putih bersih dan wajah cantik dengan senyum yang menawan, Aiyla dapatkan dari sang bunda tercinta.


Saat sedang memastikan penampilannya di depan kaca,ponsel Aiyla berbunyi pertanda pesan masuk.


Calon Suami :"Lagi OTW."


Aiyla pun memastikan penampilannya sekali lagi."Oke,sudah rapi."Aiyla bergegas keluar dan akan menunggu Davian di depan pagar rumahnya.Aiyla tidak mau Davian bertemu keluarganya apalagi ibu dan saudari tirinya.


Nanti kalau hubungannya dengan Davian sudah jelas, baru ia akan memberi tahu ayahnya.Entah ayahnya akan peduli atau tidak.


Aiyla pamit kepada ayahnya yang berada di


belakang rumah mengurus hewan peliharaannya."Yah, Aiyla pergi !"Semalam Aiyla sudah meminta izin kepada ayahnya akan pergi bersama temannya."Hemm..."izin ayahnya tanpa melihat Aiyla.Aiyla pun mencium punggung tangan ayahnya dan segera pergi.


Tak lama Aiyla menuggu, Davian datang.Tak seperti biasanya, Davian datang dengan motor ninja nya.


"Assalamualaikum, calon istriku !"salam Davian.


"Waalaikumussalam,"balas Aiyla singkat.


"Singkat banget jawabnya.Bilang kek Waalaikumussalam, calon suamiku.Apa kabar ? ganteng banget sih hari ini,"protes Davian dengan wajah yang cemberut.

__ADS_1


"Udah deh nggak usah ribet,jadi pergi apa nggak ini?"Aiyla tak menghiraukan kata-kata Davian.


"Cie...yang sudah nggak sabar, pengen banget yah jalan-jalan bareng calon suami ?"goda Davian percaya diri.Aiyla hanya menatap Davian sinis.


"Ya udah iya,"ucap Davian melihat tatapan Aiyla.


"Kita pamit dulu sama keluarga kamu,"Davian turun dari motornya dan akan masuk,tapi Aiyla Menahannya dan menggelengkan kepalanya.


"Nggak usah,aku sudah pamit tadi,"jelas Aiyla.


"Tapi,aku belum.Nggak enak kalo nggak izin langsung ke ayah kamu.Masa' bawa pergi anak gadis orang tanpa minta izin ayahnya !"


Davian bukan tipe pria yang suka menjemput


pacarnya di depan gang tanpa diketahui orang tuanya.Big No.


Aiyla menggeleng lagi,"kamu tahu kan, keadaan rumahku seperti apa ?please !"pinta Aiyla dengan wajahnya yang membuat Davian gemas pengen cium,eh....


Davian menghela nafas melihat wajah Aiyla


"Baiklah,ini !"Davian memasangkan helm pada Aiyla dan menyuruh Aiyla naik ke motornya.


"Huh... untung pake celana,"gumam Aiyla.


"Pegangan, nanti jatuh !"Davian menarik tangan Aiyla ke pinggangnya.


"Modus,"ucap Aiyla diiringi senyum yang tak terlihat oleh Davian.Davian hanya tersenyum mendengarnya.Motor pun melaju membawa


sepasang anak manusia yang sedang di tumbuhi bunga-bunga cinta.Aseek....


****

__ADS_1


Davian membawa Aiyla ke sebuah taman sebelum memulai jalan-jalan.Sebenarnya Davian bingung mau mengajak Aiyla ke mana.Tadi saat meminta saran pada Fahri, dia malah sewot.


Davian :[Kalau orang-orang kencan, biasanya


ke mana aja sih ? Terus pada


ngapain ?]


Fahri :[Yah,mana kutahu.Kita kan sama-


sama jomblo dari lahir.]


Davian :[Kau seharusnya cari tahu lah.kau kan


sudah tahu kalau Bossmu ini akan


berkencan dengan Aiyla]


Fahri. :[Boss yang akan berkencan kenapa


aku yang harus repot? Seharusnya


tanya dong ke orangnya langsung,


maunya ke mana?mau ngapain


aja? gitu aja pake nanya.]


Itulah percakapan Davian dan Fahri lewat telepon sebelum pergi menjemput Aiyla.


"Kamu mau jalan-jalan ke mana?"tanya Davian.Saat ini Davian dan Aiyla sedang duduk di bangku yang ada di pinggir danau di taman sambil menikmati jajanan yang dijual oleh para pedagang di area taman.

__ADS_1


"Terserah kamu ! kan kamu yang ngajak,"jawab Aiyla.


Davian berpikir, kemudian berdiri mengajak Aiyla pergi.Davian akan mengajak Aiyla ke suatu tempat yang akan membuat Aiyla tertawa bahagia."Semoga nggak salah pilih tempat,"batin Davian.


__ADS_2