Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
5.CCTV


__ADS_3

Pagi yang cerah,di sebuah rumah berlantai dua.Sebuah keluarga yang terdiri dari ayah ,ibu,dan anak sedang menikmati sarapan pagi dengan khidmat.Keluarga pak Reyhan minus Aiyla sangat menikmati sarapan yang disajikan oleh Aiyla.


Aiyla bahkan tidak ingat kapan dia terakhir kali sarapan bersama ayahnya.Aiyla selalu sarapan lebih dulu atau dia akan menyimpan jatah sarapannya jika Aiyla sedang terburu-buru dan akan memakannya di cafe.Aiyla terlalu malas untuk sarapan bersama ibu dan saudari tirinya itu.


"Aiyla,kamu inget kan kalo ini akhir bulan?Kamu sudah melihat sendiri kan bahan-bahan makanan sudah banyak yang habis?"tanya Bu Rosa.


"Hemmm...."jawab Aiyla singkat sembari terus membereskan dapur.


"Aiyla,bicara yang sopan.Dia itu ibu kamu,"tegur ayah Reyhan.


Ingin sekali Aiyla menjawab pernyataan ayahnya "dia bukan ibuku,yah."Tapi Aiyla tidak mau terjadi pertengkaran dengan ayahnya.


Aiyla kadang iri dengan Cinderella, setidaknya ayahnya sangat menyayanginya.Tidak seperti ayahnya yang sejak bundanya meninggal, seperti sudah tidak memperdulikannya lagi.


Membuat Aiyla berfikir, mungkin saja ayahnya menyalahkan dirinya atas kepergian sang bunda.Meskipun begitu, Aiyla sangat menyayangi ayahnya.


"Iya,yah.Aiyla akan belanja bulanan besok pagi sebelum berangkat kerja.Nanti malam,gaji Aiyla baru akan diberikan,"terang Aiyla tanpa memperdulikan Bu Rosa yang terlihat kesal.


Ya,selama Aiyla bekerja, Aiyla lah yang memenuhi kebutuhan dapur keluarga ini.Walaupun Aiyla hanya sarapan di rumah karena jam kerja Aiyla lebih panjang, Aiyla mendapatkan jatah makan siang dan makan malam di cafe tempatnya bekerja.Aiyla ingin meringankan beban ayahnya walau hanya sedikit.


"Yah,ayah juga belum mentransfer uang kuliah dan uang jajan buat Milla,"lapor Camilla pada ayah Reyhan.Aiyla cuma bisa menghela nafas lelah mendengarnya.


"Iya, nanti kamu minta pada ibumu saja,"jawab ayah Reyhan.

__ADS_1


Rasanya Aiyla ingin menangis saja mendengarnya.Kenapa ayahnya lebih perhatian kepada Camilla daripada dirinya yang anak kandungnya sendiri.


Di cafe saat jam istirahat.


Di sebuah taman dekat cafe, Aiyla terlihat termenung di bawah pohon yang rindang.Aiyla teringat masa-masa saat sang bunda masih hidup.Dulu,ayah Reyhan dan bunda Amine sering mengajak Aiyla kecil berjalan-jalan di taman setiap weekend.


"Bunda..... Aiyla kangen,"lirih Aiyla.Air matanya


pun jatuh tanpa terasa.


"Hey,kok nangis?Kenapa?Mak lampir buat ulah lagi?"tanya Billa beruntun.


"Nggak kok, cuma lagi kangen bunda aja,"jawab Aiyla tersenyum.Billa pun memeluk erat Aiyla.


"Aaaa..... Thank you bestie,"balas Aiyla memeluk Billa.


"Iya... ayo kerja lagi jam istirahat dah habis bestie."


"Ayo....."kompak Aiyla dan Billa semangat.


Sore hari,pukul 15.30 WIB


Camilla dan teman-temannya kebetulan hang out di cafe tempat Aiyla bekerja.

__ADS_1


"Eh..... bukannya itu pembokat loe?"tanya teman Camilla.Camilla pun mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk temannya.


"Iya bener, kerjain yuk!"seru temannya yang lain.


"Mbak......"panggil Camilla pada Aiyla.


Aiyla terkejut melihatnya,tapi Aiyla segera menetralkan keterkejutannya itu.


"Selamat sore, kakak-kakak,"sapa Aiyla dengan senyum ramah.Aiyla menyerahkan buku menu kepada Camilla dan teman-temannya dan mencatat apa yang mereka pesan.Setelah itu,Aiyla pun segera menuju dapur untuk menyampaikan pesanan Camilla dan teman-temannya.


Tak lama kemudian,Aiyla dengan dibantu Billa membawa pesanan Camilla.Ketika mendekati meja di mana Camilla berada,salah satu teman Camilla menjegal kali Aiyla sampai terjatuh.Pesanan yang dipesan PU jatuh dan mengenai Camilla.


"Ah.......loe bisa kerja nggak sih?"bentak Camilla.


Aiyla mencoba berdiri dibantu Billa.Teman-teman Camilla tersenyum mengejek ke arah Aiyla.Camilla membersihkan bajunya dengan kesal dan Aiyla hanya diam melihatnya tanpa berusaha untuk membantu apalagi meminta maaf.


"Kenapa loe hanya diem ha...... panggil manager loe.Biar loe dipecat sekalian,"gertak Camilla dengan senyum smirk.


Tanpa memperdulikan gertakan Camilla, Aiyla mendekat ke arah orang yang telah membuat kekacauan ini.


"Apa anda mau mengakui sesuatu?"Tanya Aiyla datar.


"Apa maksud loe?"Tanya teman Camilla pura-pura tak mengerti.

__ADS_1


Aiyla menatap Camilla dan teman-temannya satu per satu dengan tatapan dingin.Lalu menunjuk kearah CCTV yang tepat mengarah ke meja mereka.


__ADS_2