Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Bolehkah????


__ADS_3

Ceklek......


Suara kunci pintu terdengar.Tak terasa sudah dua puluh menit lebih, Aiyla sengaja dikunci Davian di kamar mandi.Aiyla yang sudah selesai mempercantik diri, mematut tampilannya lagi di depan cermin.


"Sudah cantik,wangi lagi,"kekeh Aiyla mengendus aroma tubuhnya sendiri.


Tapi ketika tangannya memegang handle pintu,kok tiba-tiba perutnya mules karena terlalu gugup.Aiyla menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.


"Oke, tenang ! ini ujian ! mas Davian suamimu,ini adalah kewajiban kamu sebagai istrinya.Daripada dia mencari kepuasan pada wanita lain.Awas aja kalau dia berani !"Aiyla bermonolog pada dirinya sendiri dan menjadi kesal sendiri dengan pemikirannya.


Sedangkan Davian yang mendengar ucapan Aiyla dari balik pintu kamar mandi tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.Malam ini, Aiyla akan menjadi miliknya seutuhnya tanpa perlu drama yang biasa terjadi pada pengantin baru.


Aiyla perlahan membuka pintu dan betapa terkejutnya ia melihat suasana kamar yang sedikit temaram.Hanya lampu-lampu kecil dan beberapa lilin yang menghiasi kamar dengan kelopak bunga mawar yang tersebar di seluruh ruangan.Semakin menambah kesan romantis di ruangan itu.


Tapi,di mana orang yang menyiapkan semua ini ? sudah pasti kembali bekerja lah jawabannya,kan pihak hotel yang menyiapkannya.

__ADS_1


Aiyla melangkahkan kakinya secara perlahan di atas hamparan kelopak bunga mawar itu, mencari keberadaan suaminya.Matanya berbinar melihat balon-balon yang menghiasi langit-langit kamar.Pelan-pelan, Davian mengikuti langkah Aiyla dari belakang.


Deg.....


Aiyla tersentak saat merasakan lengan seseorang melingkar di pinggangnya.


"Mas......"ucap Aiyla dengan rasa gugup yang tiba-tiba menghampirinya.


"Kamu cantik !"bisik Davian di telinga Aiyla dan semakin membuat Aiyla keringat dingin.


Davian membalik tubuh Aiyla agar menghadap padanya.Aiyla menundukkan wajahnya yang sudah bersemu merah.Davian menangkup wajah Aiyla, menikmati wajah cantik yang merona malu-malu itu.Pandangan mereka pun bertemu.


Wajah Davian semakin mendekat,mengikis jarak antara dirinya dan Aiyla.Davian mengecup bibir ranum itu lama.Aiyla tak lagi terkejut dan menolak dengan apa yang dilakukan Davian.


Merasa tak mendapat penolakan, Davian ******* bibir mungil itu lembut dan perlahan.Menikmati setiap rasa yang diciptakan.

__ADS_1


Aiyla memejamkan mata dan melingkarkan lengannya ke leher Davian, mencoba membalas apa yang dilakukan Davian sesuai nalurinya.Davian pun semakin mengeratkan pelukannya sehingga membuat tubuh keduanya semakin menempel.


Ciuman semakin menggelora dengan saling ******* dan menyesap.Tanpa melepas ciumannya, Davian menggendong tubuh ramping itu menuju ranjang yang telah dihiasi dengan kelopak bunga mawar merah.


Davian melepaskan ciumannya dan membaringkan tubuh Aiyla di atas ranjang.Davian menyusul Aiyla naik dan menindihnya dengan dua tangan sebagai tumpuannya.


Dipandangnya dua kelopak mata yang dihiasi bulu mata lentik itu.


"Bolehkah ?"izin Davian yang sudah diselimuti oleh gairah.


Aiyla mengangguk tanpa bisa berkata apa-apa.Akhirnya hal ini datang juga, saat dimana dia akan menyerahkan apa yang sudah dijaganya selama ini.Dan Aiyla bersyukur akan menyerahkannya kepada orang yang memang sudah halal baginya, Davian, laki-laki yang sudah menikahinya kemarin.


Davian mendekatkan wajahnya ke telinga Aiyla dan membisikkan doa.Dia pun memulai lagi menciumi wajah Aiyla dari kening,mata, hidung dan berakhir di bibir mungil Aiyla.


Dan apakah yang akan terjadi selanjutnya ?????

__ADS_1


__ADS_2