Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
I'm Falling In Love


__ADS_3

Setelah terdiam cukup lama, Davian memberikan berkas-berkas yang sudah ditandatanganinya kepada Fahri.Fahri pun menerimanya dan permisi ke ruangannya.


Namun, baru beberapa langkah Fahri berjalan, Davian membuka suaranya.


"Memangnya kau tahu ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta?"tanya Davian.


Fahri menghentikan langkahnya dan berbalik.


Fahri menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal dan mengangkat kedua bahunya tak tahu.


"Nggak tahu juga sih,Boss!"cengir Fahri.Memangnya Bossnya ini lupa apa kalau dia juga belum pernah merasakan hal itu.


Hufth......


Davian membuang nafasnya kasar mendengar jawaban dari Fahri.


Karena tak mau melihat Bossnya lebih kesal lagi, Fahri pun segera melarikan diri keluar.


Saat pukul delapan malam tepat,Davian bersiap-siap untuk pulang kantor.

__ADS_1


"Boss, pulang bareng atau....?"Fahri menghampiri Davian.


"Nggak usah,pulang masing-masing aja!"jawab Davian menuju mobilnya.


Fahri pun mengangguk dan segera masuk ke mobilnya.Malam ini, Davian menyetir mobilnya sendiri.Davian segera melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat.


Setelah sampai ke tempat tujuannya, Davian pun menghentikan mobilnya di tempat yang agak jauh dari cafe tempat Aiyla bekerja.


Dari kejauhan, Davian dapat melihat Aiyla dan teman-temannya yang lain sedang bersiap-siap karena cafe akan segera tutup.


Dan tak lama kemudian, Aiyla dan Billa pun pamit kepada teman-temannya untuk pulang menuju ke tempat tujuan masing-masing.


Davian segera menyalakan mesin mobilnya dan segera pergi mengikuti motor Billa.Davian memberi jarak pada motor Billa agar Aiyla dan Billa tidak menyadari kalau mereka sedang diikuti.


Saat motor Billa sudah tak terlihat lagi, Aiyla masuk dan tanpa sengaja Aiyla melihat sebuah mobil mewah tak jauh dari tempatnya berdiri.


Davian merasa was-was saat Aiyla mengarahkan pandangannya kearah mobilnya.Namun, Aiyla segera masuk karena merasa tak mengenal mobil siapa itu.


Hufth....... Davian merasa lega karena Aiyla tidak menyadari keberadaannya.Davian merasa bingung kenapa dia harus membuntuti Aiyla? Bukankah anak buahnya sudah mengawasi Aiyla?Dan kenapa juga dia harus menyuruh anak buahnya mengawasi Aiyla?

__ADS_1


Pertanyaan-pertanyaan itu benar-benar membuat kepala Davian pusing.Mungkin benar yang dikatakan oleh Fahri kalau dia sudah jatuh hati pada Aiyla Amine Salim.Davian tersenyum dengan pemikirannya itu.


"Mami,I'm Falling in Love,"lirih Davian sumringah.


Davian akhirnya pulang tak lama setelah Aiyla masuk ke dalam rumahnya.


Setelah sampai di mansion, Davian terlihat sangat bahagia dan tersenyum-senyum sendiri.Davian tak menyangka akan secepat ini jatuh hati pada Aiyla.Tapi, apakah benar dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada Aiyla? Entahlah, Davian tidak mau pusing memikirkannya.


Mami bingung dengan sikap anaknya itu, baru pulang bukannya salam malah langsung melewati mami dan papi nya begitu saja.


"Davian !"panggil mami.Davian menghentikan langkahnya dan menoleh.


"Apa kamu nggak melihat ada mami dan papi kamu di sini?"tegur mami.


Davian pun menghampiri maminya dan mencium tangan kedua orang tuanya itu.


Cup,cup, Davian mencium pipi kiri dan kanan maminya.


"Selamat malam mamiku sayang, sorry Davi nggak sadar ada mami dan papi di sini,"sesal Davian.

__ADS_1


"Mami-papi se-gede ini kamu nggak lihat ?"sewot mami.


Papi seperti biasanya,hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat kedua orang yang paling disayanginya itu.


__ADS_2