Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Mengajak Pulang Bersama


__ADS_3

Keesokan harinya,di sebuah mansion mewah, sebuah keluarga sedang menikmati sarapan pagi dengan perasaan bahagia.


"Pi, kalian jadi pergi ke negara S?"tanya Davian menanyakan rencana kedua orang tuanya yang akan menghadiri acara pernikahan anak dari teman bisnis papinya di negara tetangga tersebut.


"Jadi,dong.Nggak enak juga kalau nggak dateng.Dia sudah banyak membantu papi saat papi butuh,dulu."Papi menjawab.


"Kenapa kamu nggak ikut aja sih,Dav?"tanya mami meminta.


"Davi lagi banyak pekerjaan,mi,"jelas Davian.


"Selalu pekerjaan yang kamu jadikan alasan,"protes mami tak suka.Davian dan papi hanya tersenyum menanggapi protes dari mami.


Sebenarnya selain pekerjaan,Davian juga mempunyai alasan lain.Davian juga tidak mau membuang kesempatan untuk mendekati Aiyla.Davian akan melakukan segala cara untuk meluluhkan hati Aiyla.Bila perlu Davian akan memaksanya tanpa harus menyakitinya tentunya.


***


Di kantor,Davian pun mengerjakan pekerjaannya dengan hati yang entahlah, sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata.Senang ketika ingat Aiyla sekaligus gugup karena Aiyla takut akan pengakuannya kemarin.


"Boss,lagi bahagia nih kayaknya ?"Fahri bertanya melihat Bossnya yang sedari tadi tak melunturkan senyumnya.


Davian tak menghiraukan pertanyaan dari Fahri.Davian melihat jam mewah yang melingkar dengan indah dipergelangan tangannya.


"Sebentar lagi jam makan siang,yok keluar !"ajak Davian.


"Makan siang di mana,Boss?"tanya Fahri.


"Udah, ikut aja !"Davian keluar dan diikuti oleh Fahri.


***

__ADS_1


Setelah sampai di depan cafe tempat Aiyla bekerja, Fahri menghentikan mobilnya.


"Boss ! yakin mau makan di sini?"tanya Fahri ragu.


"Kenapa memangnya ?"Davian balik bertanya.


Fahri hanya tersenyum canggung dan menggelengkan kepalanya.


"Semoga Boss nggak melakukan hal-hal yang aneh,"batin Fahri berdoa.


Setelah mendapat tempat duduk, Davian mencari keberadaan Aiyla dan memanggilnya.Aiyla yang di panggil menghampiri Davian dan Fahri dengan senyum terpaksa.


"Selamat siang,tuan,"sapa Aiyla mencoba ramah dan menyerahkan buku menunya.


"Hai !"sapa Davian dengan senyum mengembang sedangkan Fahri hanya tersenyum tidak enak.Davian dan Fahri pun segera memesan apa yang akan mereka makan.


Aiyla mencatat pesanan dan segera pergi ke dapur menyerahkan catatan pesanan Davian dan Fahri.


"Billa apaan sih,"sanggah Aiyla merasa malu.Entah malu untuk hal yang baik atau untuk hal yang lain.


"Nanti kamu aja yah,yang anterin pesanannya ,"pinta Aiyla


"Enggak,ah !itu kan tugas kamu!"tolak Billa.


"Harus profesional, Aiyla !"sambung Billa.


Aiyla pun cuma bisa pasrah dan melakukan pekerjaannya.Saat Aiyla menyiapkan pesanan Davian dan Fahri di meja, Davian meminta waktu Aiyla untuk berbicara.


"Aiyla,bisa kita berbicara ?"tanya Davian.

__ADS_1


"Maaf,tuan saya sedang bekerja."Jawab Aiyla.


"Sebentar saja ,please !"mohon Davian.Fahri


hanya diam melihatnya.


"Boss, nanti saja, jangan ganggu orang yang sedang bekerja !"pinta Fahri.


Davian akhirnya mengalah melihat Aiyla terdiam merasa tidak nyaman.Aiyla pun merasa lega.Davian melanjutkan makan siangnya dengan tidak semangat.Setelah selesai membayar, Davian mencari keberadaan Aiyla.Namun, Aiyla tak terlihat.dan akhirnya Davian memutuskan untuk pergi.


"Tenang,Boss.Banyak jalan menuju Roma,"hibur Fahri melihat Bossnya galau.Davian hanya tersenyum menanggapinya.


Di kantor, Davian memikirkan bagaimana caranya mengajak Aiyla berbicara berdua.Davian sepertinya lupa dengan pekerjaannya yang menumpuk.


Hufth....


Davian membuang nafasnya kasar melihat tumpukan berkas yang belum selesai ia kerjakan dan segera menyelesaikannya.


***


Setelah cafe tutup,Aiyla dan Billa bersiap untuk pulang.Namun,saat akan menaiki motornya, Billa merasa ada yang tidak beres dengan motornya.Ternyata bannya kempes.kempes dua-duanya pula.Aneh sekali bukan.


"Yah,Ai ! bannya kempes,"beritahu Billa.


"Hah,masa sih?"tanya Aiyla yang diangguki Billa.


"Dua-duanya kempes, gimana nih ?"Billa dan Aiyla bingung jadinya.


"Hai,ada yang bisa dibantu ?"Davian dan Fahri muncul menawarkan bantuan.

__ADS_1


Aiyla dan Billa saling pandang bingung.


"Bagaimana kalau pulang bareng ?"tawar Davian lagi.


__ADS_2