Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Kesempatan


__ADS_3

Saat jam istirahat, seperti biasa Aiyla menghabiskan waktunya di taman dekat cafe.


Siang ini, Aiyla tidak ditemani oleh Billa.Ketika


sedang asyik menikmati waktu istirahatnya, Aiyla dihampiri oleh pria yang beberapa hari ini selalu mendekatinya.


"Assalamualaikum, cantik !"salam Davian disertai gombalan.Davian datang seorang diri tanpa Fahri.Akhirnya, Davian dan Fahri berpisah untuk sementara waktu.He....he.....


Aiyla bingung, katanya CEO Adhitama Group terkenal dingin.Tapi, perasaan Davian tidak ada dingin-dinginnya.Lagian kenapa Davian selalu muncul di hadapannya.Seperti tidak ada kerjaan saja.


"Waalaikumussalam,"balas Aiyla biasa saja.


"Boleh duduk di sini ?"tanya Davian, padahal dia sudah duduk anteng di sana.Aiyla menatap Davian jengah.


"Ini,"Davian menyerahkan sebuah paper bag kepada Aiyla.


"Apa ini?"


"Buka aja !"titah Davian.Aiyla segera membuka paper bag itu dan membelalakkan matanya terkejut.


"Ini.....?"Aiyla tak dapat berkata apa-apa.Aiyla mengeluarkan sebuah handphone mahal keluaran terbaru yang harganya bisa mencapai puluhan juta atau malah lebih.Aiyla


tak tahu.


"Untuk kamu ! karena Hp kamu sudah aku lenyap kan dari muka bumi ini,"Davian emang paling bisa membuat Aiyla kesal.Aiyla langsung melotot horor kepada Davian.Tapi, bukannya takut Davian malah mengacak-acak rambut Aiyla melihatnya.Aiyla lupa kalau ponselnya belum dikembalikan Davian.

__ADS_1


"Kamu buang? kenapa ?"Aiyla tak habis pikir dengan Davian, bisa-bisanya membuang barang orang lain tanpa izin dari yang punya.


"Ponsel itu sudah tidak layak pakai, layarnya aja sudah retak seribu,"jelas Davian terdengar berlebihan.Aiyla memutar bola matanya.


Dasar orang kaya, barang masih berfungsi dibilang tidak layak pakai.


"Kamu tenang aja, data-data penting yang ada di sana sudah dipindahkan ke Hp ini.Foto-foto


, nomor penting, pokoknya semuanya.Lagian di Hp kamu yang lama emang nggak ada yang penting sih, kayaknya."Lanjut Davian panjang lebar.


Emang fungsi Hp Aiyla tidaklah banyak paling


hanya nomor ayahnya dan nomor teman-temannya di cafe.foto pun Aiyla hanya ada beberapa.Bahkan sosmed pun Aiyla hanya ada Facebook dan Wa.Aiyla bahkan tidak mempunyai nomor Ibu tirinya apalagi Camilla.Aiyla tidak sempat memegang Hp terlalu lama.Pulang kerja, Aiyla lebih memilih


"Hei ! kok bengong ?"Davian menyenggol lengan Aiyla dan membuatnya tersadar dari lamunannya.


"Tapi ini terlalu mahal,aku nggak bisa menerimanya,"tolak Aiyla.Bagaimana caranya membayar hp semahal itu, pikir Aiyla.


"Sudah,kamu terima aja.Ini tuh sebagai ganti rugi karena aku sudah membuang hp kamu !"paksa Davian.


"Nggak bisa, nanti aku harus membayarnya dengan hal yang lain,lagi !"takut Aiyla.


"Kamu itu terlalu negatif thinking.Aku nggak mungkin minta bayaran ke kamu,"jelas Davian.


"Kamu kenapa sih, ngotot banget pengen jadiin aku istri kamu? Apalagi kita baru ketemu beberapa kali doang,"tanya Aiyla sangat ingin tahu.

__ADS_1


Davian menghela nafasnya dan terdiam sejenak.


"Apa harus ada alasan untuk menyukai seseorang ?"Davian balik bertanya.


"Ai, kasih aku kesempatan untuk membuktikan kalau aku serius dengan apa yang aku katakan.Kalau memang , setelah kita dekat kamu masih tidak memiliki rasa


apapun padaku,aku tidak akan mendekatimu lagi !"mohon Davian serius.


"Tapi,aku nggak janji untuk ucapanku yang terakhir,Ai,"lanjut Davian dalam hati.


Aiyla hanya diam menatap mata Davian.


Kemudian mengangguk.Aiyla akan mencoba membuka hatinya untuk Davian seperti yang disarankan oleh Billa.


"Tak ada salahnya mencoba, kalau memang


berjodoh syukur Alhamdulillah.Tapi,Kalau memang tak berjodoh yah..... mohon kepada Allah supaya dijodohkan.Sayang sekali melepas pria tampan dan kaya raya seperti Davian ini."Seperti itulah kira-kira saran yang diberikan oleh sahabatnya Billa.


"Bener ?"tanya Davian girang.


"Iya....tapi, kalau kita nggak cocok..."belum selesai Aiyla berucap Davian sudah memotong,


"Aku pastikan nggak akan ada keluhan, kita pasti jadi pasangan paling cocok,"ujar Davian sangat.... sangat percaya diri.


"Kayaknya aku salah ambil keputusan,"batin Aiyla melihat kepercayaan diri Davian.

__ADS_1


__ADS_2