
Sebelum Davian mengantarkan Aiyla pulang, Davian singgah di sebuah hotel.Aiyla langsung waspada ketika Davian membelokkan mobilnya ke arah parkiran hotel
ternama di kota ini.Dalam keadaan was-was,
Aiyla perlahan membuka resleting tasnya dan
mencari benda yang telah ia siapkan untuk keadaan seperti ini.Saat Davian menghentikan mobilnya, Aiyla yang ketakutan
segera memegang handle pintu mobil dan bersiap akan keluar.Tapi sayang, Davian dengan cepat mengunci mobilnya.
Tak ingin terjadi apapun pada dirinya, Aiyla segera mengeluarkan senjatanya dari dalam tas.Saat akan menyemprotkan air cabe ke
wajah Davian, Davian dengan sigap menahan tangan Aiyla.Aiyla pun memberontak dengan sekuat tenaga tak mau menyerah begitu saja.
Davian sangat kewalahan menghadapi Aiyla.
"Aiyla.... Aiyla.....stop !"Davian mencoba menenangkan Aiyla yang memberontak.
"Aiyla..... please ! mas nggak akan ngapa-ngapain kamu kok,"mohon Davian.
"Bohong, ngapain ngajak ke hotel kalo nggak mau macam-macam ? dasar,cowok nggak tahu malu.Ini rasain !"Aiyla memukul-mukul
Davian dengan tasnya karena semprotan cabe nya sudah direbut Davian.
"Kamu salah paham,Aiyla."Davian menangkap
tangan Aiyla.
"Mas mau menemui Fahri di sini,"jelas Davian menahan tawanya.
__ADS_1
Aiyla yang mendengar penjelasan Davian pun
menghentikan pemberontakannya.
"Benarkah ?"Aiyla memicingkan matanya.
"Emang kamu mikirnya apa sih, sayang ? sampai segitunya, pengen nyemprot masmu
yang tampannya tak terkira ini pake ginian !"
Davian tertawa melihat ketakutan Aiyla yang
masih tersisa. Davian melihat semprotan cabe buatan Aiyla dan menggelengkan kepalanya.
Aiyla merinding setiap kali Davian memanggilnya sayang."Kenapa nggak bilang sih, kalo mau ketemu bang Fahri di hotel?aku kan jadi mikir macem-macem.Nih, lihat masih gemetaran gini tangan aku."Aiyla benar-benar ketakutan tadi.Sementara Davian tertawa
keras mengingat Aiyla saat menyerangnya tadi.Aiyla mengerucutkan bibirnya melihat
"Maaf.....maaf.Mas tuh mau nemuin klien di sini.Sebentar doang,kok.Cuma mau tanda tangan kontrak, setelah itu baru nganter kamu.Klien mas ini mau segera pulang ke negaranya.Jadi, nggak bisa ditunda dan diwakilkan."Jelas Davian panjang lebar.
Aiyla mengangguk saja mendengarnya.
"Ya sudah sana pergi, nunggu apa lagi?"tanya Aiyla.
"Iya, ayok ! ajak Davian membuka pintu mobilnya.
"Aku ikut ?"tanya Aiyla lagi.
"Ya iyalah ikut,emang kamu mau nunggu di mobil?"tanya Davian.
__ADS_1
"Nggak,kamu kalo mau nunggu di lobi aja !
jangan di sini.Kamu nggak takut di tempat sepi seperti ini.Nanti kamu dijahatin orang."
jelas Davian khawatir.
Aiyla pun menurut dan segera keluar mengikuti Davian.Dan saat di lobi, ternyata Fahri sudah menunggu Bossnya itu.Mereka
pun segera pergi ke restoran yang ada di hotel itu.Davian menyuruh Aiyla duduk di kursi tak jauh dari tempatnya melakukan pertemuan.Davian tetap mengawasi Aiyla
sembari melakukan pekerjaannya.Tak lama
kemudian, penandatanganan kontrak kerjasama pun usai.Davian dan Fahri menghampiri Aiyla.
"Aiyla ! mau langsung pulang atau mau makan dulu ?"tanya Davian karena Aiyla hanya memesan minuman saja tadi.
"Nggak usah, langsung pulang aja ! sudah malam juga,"pilih Aiyla.Aiyla juga sudah makan tadi.
"Ya sudah,ayok !"ajak Davian.
Davian menggandeng tangan Aiyla tanpa memperdulikan si jomblo Fahri.Bossnya sekarang sepertinya sudah melupakannya.
"Bang Fahri, nggak pulang juga?"tanya Aiyla.
"Kamu mau nginep di sini ?"tanya Davian yang melihat Fahri Diam saja.Fahri menggeleng dan segera beranjak dari tempatnya berdiri.Mereka pun pergi dari sana.
Saat di lobi,ada seseorang yang memotret
Davian dan Aiyla yang bergandengan tangan
__ADS_1
ke luar hotel tanpa mereka sadari.