
Pagi sekali,kediaman keluarga Adhitama sudah ribut karena ulah ketiga pria kekanakan,Davian,Radit,dan juga Fahri.Ada saja ulah ketiganya yang bisa membuat suasana menjadi riuh.
Davian yang katanya masih mengalami ngidam,entah itu benar atau dianya saja yang ingin menjahili semua orang,menyuruh Radit dan Fahri memasak nasi goreng untuknya sarapan.Dengan berbekal video dari ponselnya,Radit dan Fahri menyiapkan apa saja yang diperlukan untuk membuat nasi goreng.
Untung saja,para orang tua sedang pergi ke taman komplek dan berencana akan mencari sarapan di sana.Kalau Mami Manda sampai melihat dapur kesayangannya berantakan karena ulah anak-anaknya,sudah pasti mereka akan dijarah isi rekeningnya.
"Bang!Mau pakai telur yang dicampur ke nasi gorengnya atau digoreng terpisah?"tanya Radit yang sudah lecek banget mukanya.
"Terserah kalian saja!Kan kalian yang akan memakannya."
Fahri dan Radit tiba-tiba menghentikan tangannya yang masih sibuk menyiapkan nasi goreng yang akan mereka sajikan.Keduanya sama-sama melongo mendengar perkataan Davian.Sementara Davian,Dia asik mendapat suapan salad dari tangan istrinya.Billa tidak bisa lagi menahan tawanya dan seketika langsung tertawa terbahak-bahak melihat wajah kedua pemuda itu.
"W-w-what?Kita yang harus memakannya?"tanya Radit.
"Em,"Davian mengangguk.
Kedua pemuda itu langsung lesu dan melepaskan appron yang mereka kenakan. Mereka berdua langsung pergi dari dapur menuju ke kamar yang biasa mereka tempati ketika mereka menginap untuk mandi dan bersiap ke kantor.
Setelah selesai sarapan,semuanya berangkat ke tujuan masing-masing.Davian dan Fahri akan ke kantor.Radit akan mengantarkan Billa sedangkan Aiyla sudah dijemput oleh ayah Reyhan.Tadi kebetulan ayah Reyhan sudah bertemu dengan besannya yang lagi sarapan di taman komplek.
"Mas,Aiyla pergi dulu,ya!Ayah sudah jemput."
Aiyla mencium tangan suaminya dan Davian mengantarkannya sampai ke mobil ayah Reyhan.
"Assalamualaikum,Yah!"
"Waalaikumussalam."
Aiyla dan Davian mencium tangan ayah Reyhan.
__ADS_1
"Kita langsung berangkat aja,Yah!Atau Ayah mau masuk dulu?"
"Nggak usah.Kita langsung berangkat aja!Tadi ayah juga sudah ketemu sama orang tuanya Davian di taman."
"Oh,begitu!Ya sudah,kita berangkat ya,Mas."
"Hati-hati!Jangan kecapekan!"
"Kamu tenang saja,Ayah akan menjaganya dengan baik."
Ayah dan anak itupun masuk ke dalam mobil dan pergi dari halaman keluarga Adhitama. Davian kembali masuk untuk mengambil tas kerjanya sekalian memanggil Fahri yang masih cemberut.
"Biasa aja dong mukanya!"
"Iya,bos!"
Di dalam mobil,Ayah Reyhan dan Aiyla sama-sama terdiam merasa canggung.Sudah lama sekali mereka tidak satu mobil seperti sekarang.Sejak Aiyla SMP,ayah Reyhan sudah tidak pernah lagi mengantar jemput nya sekolah.
"Ayah sudah sarapan?"tanya Aiyla mengurangi kecanggungan.
"Kalau Aiyla sendiri,sudah sarapan?"
"Ayah pasti belum sarapan,makanya ayah bertanya balik seperti itu.Ayah pasti sungkan bilang belum kalau Aiyla menjawab sudah."
"Kamu sangat tahu bagaimana ayah,"Ayah Reyhan merasa terharu.
"Ya,sudah!Kita cari tempat sarapan dulu."
Ayah Reyhan mengemudikan mobilnya pelan sembari mencari tempat sarapan.Aiyla mengarahkan ayahnya ke tempat sarapan di tempat yang tidak begitu jauh dari komplek perumahan ayah Reyhan.
__ADS_1
"Yakin mau sarapan di sini?"tanya ayah Reyhan tak ingin mereka bertemu dengan Bu Rosa ataupun Camilla.
"Nggak apa-apa kan?Biar nanti setelah sarapan bisa langsung ke pemakaman."
"Ya sudah,senyamannya kamu saja."
Ayah Reyhan pun menghentikan mobilnya di tempat parkir yang tersedia di tempat makan tersebut.Mereka keluar dari mobil dan segera mengambil tempat duduk.Aiyla memesankan ayahnya lontong sayur dan segelas teh hangat.
"Kamu tidak memesan juga?"
"Aiyla sudah sarapan tadi."
Ayah Reyhan mengangguk saja.Tak lama setelah itu,pesanan pun datang.Ayah Reyhan memakan lontong sayur yang dipesan Aiyla dengan lahap.Sudah lama sekali rasanya ayah Reyhan tidak makan selahap ini.sejak Aiyla tidak mau bertegur sapa dengannya, ayah Reyhan jadi malas untuk makan.Badannya saja sampai kurus begitu. Aiyla benar-benar prihatin dan merasa bersalah melihatnya.Padahal ayah Reyhan masih memiliki anak,tapi dirinya yang sudah paruh baya seakan tak terurus.
Aiyla menelan ludahnya melihat ayahnya makan sangat lahap.Ayah Reyhan melirik Aiyla yang seakan-akan hendak meneteskan air liurnya.Disodorkannya sendok yang berisi lontong dengan kuah santan itu ke depan mulut putrinya yang sedang hamil.Aiyla pun dengan senang hati membuka mulutnya dan menerima suapan yang ayahnya berikan.
"Maaf ya,Yah!Sejak hamil,memang nafsu makan Aiyla bertambah."
"Iya,ayah tahu.Bunda kamu ketika hamil kamu juga seperti itu."
"Ayah masih ingat?"
"Ayah bahkan tidak akan pernah melupakannya.Ayah sendiri yang mengurus saat Bunda kamu mual dan muntah-muntah."
"Benarkah?Apa Ayah juga yang memenuhi semua ngidamnya Bunda?"
Ayah Reyhan menggeleng sembari mengembangkan senyumnya,"Justru Bunda kamu yang memenuhi ngidamnya Ayah!"
Mereka berdua saling bercerita seolah tidak pernah terjadi pertikaian diantara mereka. Tawa dan canda mereka seakan menghilangkan semua masalah yang pernah terjadi di masa lalu.
__ADS_1