
Sesampainya di cafe, Davian memarkirkan mobilnya di area parkir cafe.Aiyla mengucapkan terima kasih atas tumpangan yang di berikan Davian dan pamit keluar mobil.Tapi, saat hendak keluar Aiyla tidak bisa membuka pintu mobil karena Davian menguncinya.
"Apalagi sekarang Tuan Davian ?"kesal Aiyla menggertakan giginya.
"Tuan......?"Davian seolah menguji kesabaran Aiyla.
"Panggil yang benar,dong ! masa' manggil Tuan!"pinta Davian lembut dengan senyumnya yang menyebalkan.
Lagi-lagi Aiyla menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya.Dengan senyum yang dibuat semanis mungkin Aiyla mengulangi pertanyaannya.
"Kenapa dikunci pintunya,MAS Davian ? Aiyla menekankan kata mas pada Davian.
Davian senang sekali bisa menggoda Aiyla.
"Mas Davian ! boleh juga."Davian tak berhenti tersenyum sejak menjemput Aiyla tadi.
"Ayolah,buka pintunya !"pinta Aiyla tak sabar.
"Iya...iya.... nggak sabaran banget !"Davian menyodorkan tangannya.
"Apa?"tanya Aiyla bingung.
"Mana tangan kamu?"Aiyla semakin tak mengerti.Tapi,juga memberikan tangannya.
Davian mengambil uluran tangan Aiyla dan menempelkan punggung tangannya ke bibir Aiyla.Aiyla bengong dan menuruti yang dilakukan Davian.
"Biar nanti nggak kaget kalau sudah sah,"ujar Davian menyadarkan Aiyla.
"Sudah sana, sudah dibuka itu pintunya,"beritahu Davian.
"Hah.....oh,iya."Aiyla hendak keluar.
__ADS_1
"Assalamualaikum,"salam Davian.
Aiyla menoleh canggung ,"waalaikumussalam."
Ketika Aiyla sudah masuk ke dalam cafe, mobil Fahri sampai.Fahri keluar bersama Billa.Davian pun menghampiri keduanya.Hari ini Fahri menjemput Billa karena motornya
masih di bengkel dan Fahri merasa bertanggung jawab untuk itu.
"Hai,Boss!"sapa Fahri.Billa hanya mengangguk sopan kepada Davian.
"Hem..."balas Davian.
"Saya pamit dulu bang Fahri,pak Davian !"izin Billa.
"Billa !"panggil Davian menghentikan Billa.
"Kita berdua minta maaf karena kemarin !"lanjut Davian.Fahri sudah memberi tahu Davian kalau Billa sudah mengetahui ulah mereka.Billa mengangguk dan tersenyum.
"Nggak apa-apa,chill aja ! Tapi, biaya motor saya ditanggung pak Davian,kan?"Billa harus meluruskan masalah ini.
"Kamu tenang aja, Fahri yang akan mengurusnya.Nanti siang akan diantar kemari,"jelas Davian.
"Okelah kalo begitu, saya masuk dulu.Assalamualaikum,"pamit Billa sekali lagi.
"Waalaikumussalam,"balas keduanya.
Setelah itu Davian dan Fahri pergi meninggalkan cafe menuju perusahaan Adhitama Group.
"Assalamualaikum, bestie !"kejut Billa pada Aiyla yang sibuk membereskan dapur.
"Waalaikumussalam, ngagetin aja kamu,"balas Aiyla.
__ADS_1
"Cie...... cie.......yang dianter calon suami,"goda Billa.
"Siapa ?"Aiyla pura-pura tak mengerti.
"Ya kamulah,Ai! siapa lagi?tadi aku lihat loh,kamu keluar dari mobilnya pak Davian,"beritahu Billa.
"Masa'?"Aiyla balik menggoda.
****
Di kantor, Davian sudah duduk di kursi kebesarannya.
"Boss, sumringah banget mukanya ?"
"Masa' sih ? tahu aja kamu."
"Beda banget ya,Boss ! aura orang yang sedang jatuh cinta.Bawaannya pengen senyum terus."Fahri menggoda Bossnya yang tak hentinya tersenyum.
"Oh ya,Boss!"Davian menghentikan senyumnya menatap Fahri.
"Apa ?"
"Ini nomor telepon Aiyla ! Billa yang kasih semalam."Fahri menyodorkan Hp nya.
"Nomor telepon Aiyla?"Fahri mengangguk.Davian jadi ingat ponsel butut Aiyla yang layarnya sudah banyak goresan kecil tadi.Davian merogoh saku jasnya dan benar saja, ponsel Aiyla masih ada padanya.
"Ponsel siapa, Boss?"tanya Fahri.
"Ponsel Aiyla.Nanti kamu beli ponsel baru seperti punya saya !"perintah Davian.
"Oke,Boss ! Tapi kalau Aiyla nggak mau terima, gimana,Boss?"tanya Fahri.
__ADS_1
"Seperti biasa."jawab Davian menyunggingkan senyumnya.
Bodohnya Fahri menanyakan hal itu.