Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Couvade syndrome


__ADS_3

"Selamat pagi,Dok?"sapa Aiyla pada dokter Mia.


"Eh,Aiyla,Davian!Silahkan duduk!"Dokter Mia mengerutkan dahinya.


"Bukankah kemarin kita baru saja melakukan pemeriksaan?Apa ada keluhan lain yang Aiyla rasakan?"tanyanya.


"Oh,enggak kok,Dok!Ini kita cuma mau konsultasi saja!"jawab Aiyla.


"Oke,baiklah kalau begitu.Apa yang ingin dikonsultasikan?"


"Begini,Dokter Mia!Sudah beberapa hari ini,setiap pagi suami saya selalu mual-mual bahkan sampai muntah,Dia juga tidak suka dengan bau yang menyengat.


Tapi tadi saat dicek kondisinya,Dokter Nino bilang suami saya baik-baik saja.Kemarin Mami Manda bilang,mungkin Mas Davian mengalami kehamilan simpatik.


"Emang bisa begitu ya,Dok?"


Dokter Mia adalah teman dari Mami Manda,sedangkan Dokter Nino adalah Dokter keluarga Adhitama.DokterMia tersenyum mendengar penuturan Aiyla.


"Apa Davian mengalami gejala-gejala yang biasanya dialami oleh ibu-ibu hamil?"


Davian berpikir,"Misalnya,Dok?"


"Mual,pusing,sakit pinggang,indera penciuman menjadi lebih sensitif atau sangat menginginkan sesuatu,mungkin?"

__ADS_1


Davian mengangguk membenarkan.Memang seperti itulah yang dialaminya setiap pagi, beberapa pagi belakangan ini.


"Kalau begitu,benar yang dikatakan oleh Mami kalian.Davian mengalami sindrom kehamilan simpatik atau couvade syndrome."


"Kok bisa?"tanya Aiyla penasaran.


"Tentu saja!Hal ini biasanya terjadi karena sang ayah sangat antusias terhadap kehadiran si calon buah hati.Sehingga,secara tidak langsung ada ikatan emosi yang terjalin diantara ayah dan calon janin.


Bisa juga,didukung oleh perasaan sayang dan peduli suami terhadap istrinya,sehingga memicu timbulnya sindrom kehamilan simpatik ini,"jelas Dokter Mia tersenyum ramah.


"Oh,begitu?Aiyla manggut-manggut.


"Momen seperti ini,bisa membuat ikatan antara suami-istri dan si kecil semakin kuat.Meski ayah tidak mengandung,namun ayah jadi bisa merasakan apa yang dirasakan istrinya.Sehingga rasa sayang akan semakin bertambah.Benar kan,Davian?"


Davian menggamit tangan Aiyla tersenyum dan menganggukkan kepalanya.Aiyla jadi merona malu-malu ditatap Davian seperti itu.


"Biasanya selama trisemester awal,bisa juga sampai bayi kalian lahir.Kalian tidak perlu merasa khawatir,jauhi saja hal-hal yang memicu mual dan muntah,tetap menjaga kesehatan dan asupan makanan."


"Apa ada makanan yang tidak diperbolehkan,Dok?"tanya Aiyla,sedangkan Davian hanya diam memperhatikan.


"Tidak perlu merasa khawatir untuk pilih-pilih makanan karena ayah tidak punya pantangan makanan tertentu meski mengalami hal yang mirip dengan ibu hamil."


"Terima kasih,Dok!Atas penjelasannya."

__ADS_1


Setelah dokter Mia memberikan resep obat penghilang rasa mual,Aiyla dan Davian pergi.Hari ini,Davian tidak pergi ke kantor karena masih merasa tidak enak badan.Aiyla pun memutuskan untuk tidak masuk kuliah dan akan menemani Davian di rumah.


* * *


Sementara di lain tempat,Billa yang baru saja menyelesaikan urusannya di kampus merasa cemas karena tidak menemukan motornya di parkiran.Billa bolak-balik ke sana kemari mengelilingi area parkir kampus mencari motornya.


"Aduh,ke mana sih,motorku?Nggak mungkin dicuri,kan?"Billa menggaruk-garuk kepalanya.


"Tanya pak satpam aja kalau begitu!Kurang ajar banget sih tuh orang, berani-beraninya mencuri motor Salsabilla,"geram Billa mengomel.


Billa menghampiri pos satpam dan menanyakan langsung motornya kepada pak satpam yang berjaga.


"Oh,itu motornya eneng?"tanya pak satpam.


"Bapak tahu,siapa yang membawanya?"


"Katanya suruhan pacarnya Eneng,tadi!"


"Pacar,Pak?"Billa jadi tambah bingung.


"Saya jomblo,pak!Bapak menghina saya atau apa sih pak?"Billa memelas.


"Lah,mana bapak tahu,neng!"Pak satpam menggaruk kepalanya.

__ADS_1


Billa meluruhkan tubuhnya lesu.


"Ayo kita pulang!"ajak seseorang.


__ADS_2