
"Pagi,mami !"sapa Aiyla pada mami Manda yang sudah sibuk di dapur.
"Hei,pagi cantiknya mami ! masih pagi kok sudah keluar kamar ? seharusnya pengantin baru betah kalo berada di kamar berdua,"ucap mami menggoda Aiyla dan mengecup keningnya.Aiyla selalu terharu setiap kali mami memperlakukannya seperti ini.
"Oh iya,kamu lagi palang merah ya !"goda mami lagi dan Aiyla hanya tersenyum malu-malu mendengar godaan mami.
"Aiyla sudah terbiasa bangun pagi lalu menyiapkan sarapan,mi.Jadi,kalo nggak melakukannya agak gimana gitu rasanya,"ujar Aiyla.Mami mengangguk menanggapinya.
"Lagi masak apa,mi?"lanjut Aiyla.
"Ini mami lagi buat pancake untuk sarapan.Papi dan Davian nggak suka kalau sarapan langsung dengan menu yang berat.Kamu tahu kan sayang apa yang disukai dan tidak disukai Davian ?"tanya mami menatap Aiyla.
Aiyla mengangguk.Sudah pasti dia tahu, Davian sendiri yang memaksanya mengingat daftar apa kesukaannya dan apa yang tidak disukainya.Kalau mencari tahu sendiri, kelamaan katanya.
"Aiyla bantu yah,mi!"mami membiarkan Aiyla membantunya.
"Mami selalu memasak sendiri begini,mi?"tanya Aiyla kepo.
Mami mengangguk,"Untuk urusan pribadi papi mu,mami lah yang selalu menyiapkannya.Mami nggak mau orang lain yang membuat papi merasa nyaman.Kan mami yang istrinya, masa' orang lain yang menyiapkan keperluannya.Kecuali kalau urusan rumah,baru para maid yang mengambil alih.Kita sebagai istri tidak boleh memberi celah untuk para penggoda di luar sana.Kamu paham !"
Aiyla mengangguk setuju dan kagum dengan mami mertuanya ini.Walaupun kaya,tapi tetap rendah hati.
"Sudah,ini sudah selesai.Kamu buatkan kopi dan urusi keperluan suamimu.Jangan sampai janda bahenol mengambil alih tugasmu,"ucap mami ngawur.Aiyla pun bergegas pergi ke kamarnya dengan membawa secangkir kopi.
__ADS_1
Aiyla menaruh kopinya di atas meja dan menyiapkan pakaian kerja suaminya.
Davian mengendap-endap di belakang Aiyla dan langsung menyergap Aiyla dalam pelukannya.Aroma segar menyeruak masuk ke hidung Aiyla.Suaminya ini, sudah tampan,wangi lagi.Kok jadi insecure yah.Takut Davian kepincut janda bahenol seperti yang mami bilang,eh kok gitu.
"Pagi sayangku !"Davian mengecup bibir Aiyla.
"Pagi mas !"Aiyla tersipu malu.
"Ini bajunya,"ucapnya lagi.
"Pakai kan,dong !"suruh Davian.
"Ih.... nggak mau, emangnya mas anak kecil?"ujar Aiyla mencubit kedua pipi Davian gemas.
"Hemmm....."angguk Aiyla.
Davian membuka handuknya di depan Aiyla tanpa rasa malu.
"Massss....."Aiyla refleks menutup wajahnya dengan kedua tangannya.Mendadak wajahnya terasa panas dan memerah.
"Kamu kan sudah pernah lihat, kenapa masih malu?"Davian cengengesan dan memakai bajunya.
"Sudah,"Davian menjauhkan tangan Aiyla dan mencium bibir itu lagi.
__ADS_1
Aiyla melotot dan mencebikkan bibirnya.Davian pun mencium bibir itu berulang-ulang dan membuat Aiyla tertawa.
"Sudah,sini Aiyla pasangin dasinya.Nanti mas terlambat kalau main-main terus,"Aiyla mengambil dasi dan memasangkannya.
Davian memeluk pinggang Aiyla erat dan fokus menatap wajah istrinya.
"Kalau mepet seperti ini,jadi susah masangin nya,mas !"protes Aiyla yang tidak dihiraukan Davian.
Bukannya melepaskannya, Davian malah mencium bahkan sedikit ******* bibir candu itu.Aiyla pun akhirnya terbuai dan membalasnya.Sepertinya perlakuan Davian tambah memperlancar haid Aiyla.
Sedang asyik bertukar saliva,ponsel Davian berdering.Dengan tidak rela, Davian mengambil ponselnya di atas kasur empuknya dan melihat siapa yang sudah berani mengganggu momen romantisnya.
Davian mendengus melihat nama Fahri dilayar ponselnya.
Davian :"kenapa ?"
Fahri :"Selamat pagi,Boss ! saya sudah di bawa !"
Davian :(mengerutkan dahinya )"terus ?"
Fahri :"he...he...he.... cuma ngasih tahu,Boss !"
Davian segera mematikan ponselnya dengan wajah yang kesal.Sementara di ruang makan, Fahri, Radit dan mami tertawa keras karena berhasil menjahili Davian.Papi geleng-geleng kepala melihat istrinya memberikan ide seperti itu.Kalau bukan mami yang menyuruh, Fahri nggak mungkin berani melakukan hal seperti itu kepada Bossnya.
__ADS_1