
"Apa yang sebenarnya terjadi malam itu?Kenapa kita berada di satu ranjang dan di bawah selimut yang sama waktu itu?"
Ayah Reyhan tidak menggubris ucapan Bu Rosa yang memintanya untuk makan.Sejak kejadian kemarin,Ayah Reyhan mengurung dirinya di dalam kamar.Ayah Reyhan mengunci kamarnya,tidak mempersilahkan siapapun masuk termasuk istrinya sendiri.Dia benar-benar kecewa pada dirinya sendiri karena telah menuduh bahkan mengatakan hal-hal buruk tentang istrinya yang sudah lama meninggal.
Ayah Reyhan menatap foto pernikahannya yang tersimpan di dalam laci lemarinya.Foto itu sudah sangat lama tidak dilihatnya karena kemarahannya yang tidak mendasar.Dia mengutuk dirinya sendiri karena secara tidak langsung ikut andil dalam meninggalnya wanita yang sangat dicintainya itu.
Selama menikah dengan Bu Rosa,Ayah Reyhan memang memberikan nafkah lahir dan batin untuknya.Tapi tidak dengan hati dan cintanya.Dua hal itu telah lama hilang terkubur bersama wanita yang mengisi seluruh ruang di hatinya.
Bu Rosa diam tidak bisa mengatakan apapun. Camilla yang menemani ibunya di depan pintu kamar merangkulnya.Pintu itu masih terkunci,Ayah Reyhan masih terduduk di atas lantai dengan terus memeluk foto pernikahannya dengan Bunda Amine.
"Saat itu,walaupun aku dalam kondisi mabuk,tapi aku masih bisa sedikit mengingat kalau kita tidak melakukan apa-apa.Apa kau sengaja ingin menghancurkan pernikahanku?"
Ayah Reyhan membuka pintu dan langsung mencengkram bahu Bu Rosa kuat.Walau Ayah Reyhan dalam kondisi lemah,tapi karena amarahnya,Bu Rosa tetap merasakan sakit di bahunya.
__ADS_1
"Apa salahku padamu,hah?"bentak Ayah Reyhan didepan wajah Bu Rosa.
Camilla mencoba melepaskan cengkeraman Ayah Reyhan,tapi tenaganya seolah tak sebanding dengan kemarahan Ayah Reyhan.
"Yah....sudah yah....kasihan Ibu,"rengek Camilla.
Ayah Reyhan tidak mempedulikan rengekan Camilla dan mendorongnya hingga terjatuh.
"Jawab!"bentaknya lagi dengan suara yang lebih keras.
Ayah Reyhan melepaskan cengkeramannya dengan kasar sampai Bu Rosa pun terjatuh disamping putrinya.Camilla memeluk ibunya,takut.
"Aku menghina istri dan putriku ****** tapi ternyata aku sendiri memelihara ****** di tempat tidurku,"tawa sinis itu keluar dari mulut Ayah Reyhan.
__ADS_1
"Dan bodohnya aku tidak menyadarinya selama ini.Kau pasti senang melihat orang bodoh ini masuk perangkap yang kau buat dan tidak pernah menyadarinya selama bertahun-tahun lamanya."
Bu Rosa menggelengkan kepalanya,"Maafkan aku,Mas!Aku melakukan itu karena aku cinta sama kamu."
"Cinta...ha....ha...ha.....,cinta kau bilang?Kau sudah menghancurkan rumah tangga orang lain dengan alasan seperti itu,kau bilang itu cinta?Kau hanya menginginkan kehidupan yang lebih baik tanpa harus bekerja keras.Apa kau lupa kau dulu hanya seorang janda yang ditinggal pergi tanpa uang sepeser pun,hah?
Aku bahkan sudah berbaik hati memberimu pekerjaan.Tapi apa yang kau lakukan padaku? PENGHIANATAN!Kau tega menusukku dari belakang,"Ayah Reyhan kembali mencengkram dagu Bu Rosa.
Camilla hanya bisa menunduk mendengar penghinaan yang Ayah tirinya ucapkan kepada ibunya.Tangannya mengepal kuat dan kebenciannya kepada Aiyla semakin besar.
"Aarghhh......bodoh.....bodoh.....,"Ayah Reyhan melepaskan cengkeramannya dan meninju tangannya ke tembok.
"M-mas-,"
__ADS_1
Ayah Reyhan tidak ingin mendengar apapun lagi terucap dari mulut Bu Rosa.Dia mengambil kunci mobilnya dan pergi keluar dan membanting pintu dengan keras.Camilla mencoba menenangkan ibunya yang terus menangis.Ia berjanji dalam hatinya akan memberi Aiyla pelajaran.