Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Seperti Tom and Jerry


__ADS_3

"Mami,Papi!Maaf!Aiyla sudah mempermalukan nama Adhitama karena video yang tersebar itu,"ucap Aiyla seraya menundukkan wajahnya.


Davian menggenggam tangan Aiyla memberikan kekuatan.Mami mendekat dan duduk diantara Aiyla dan Davian,memisahkan tangan mereka yang saling menggenggam. Davian melotot protes atas sikap Maminya yang jahil itu.Padahal tempat disisi Aiyla yang lain masih sangat lega.Tanpa mempedulikan pelototan Davian,Mami malah duduk membelakangi Davian.Orang-orang yang ada di sana menahan tawanya melihat kelakuan Mami Manda.


"Kamu ngomong apa sih,Nak?Mami sama Papi sangat tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya.Kami pun tahu,sifat putri Mami yang cantik ini bagaimana.Terserah mereka mau berkomentar apa,karena mereka nggak tahu apa-apa,"ujar Mami.


"Biar nanti Papi yang mengurus masalah ini,kamu fokus saja sama calon cucu Papi!Papi nggak mau,hanya karena masalah ini,putri dan calon cucu Papi kenapa-kenapa!"sela Papi.


"Kenapa harus Papi yang mengurus? Suaminya masih mampu.Ini hanya masalah kecil,biar suaminya yang mengambil tindakan!"protes Davian.


"Bang Davian yakin akan mengurusnya sendiri,bukannya nanti Bang Fahri yang akan menyelesaikannya,"Radit mengompori.


"Wah...!Sudah lama nggak dibully ya,kamu!"Davian berdiri menghampiri Radit.


Melihat Davian yang mendekat,Radit pun bersiap mengambil langkah seribu.Seperti yang sering mereka lakukan ketika masih kecil,Davian dan Radit melakukannya lagi sekarang.Mereka berdua saling kejar-kejaran di ruang keluarga sampai Radit tak sengaja menyenggol guci keramik Mami yang harganya bisa mengundang artis dangdut untuk acara hajatan ulang tahun daerah.Semua mata tertuju pada pecahan guci itu.


Radit dan Davian melihat ke arah Mami yang terlihat shock dengan mulut yang terbuka lebar.Mami tersenyum mengerikan ke arah mereka berdua.Radit langsung berlari mendekati Mami dan berlutut di kaki Mami memulai dramanya.


"Mami!Maafkanlah anakmu ini.Sungguh diriku tak sengaja menyenggolnya,Mami!"ucap Radit dengan mengedipkan matanya seperti sedang kelilipan.


"Kalian berdua harus menggantinya dengan harga dua kali lipat!"seru Mami menatap Radit dan Davian secara bergantian.

__ADS_1


"Tapi,Mi!Dav-"


Mami mengangkat tangannya menghentikan ucapan Davian."Mami tidak menerima alasan apapun.Kalian yang bertingkah seperti anak kecil.Segera transfer uangnya ke rekening Mami!"


"Ayo,Pi!Kita jalan-jalan.Aiyla,Billa,mau ikut Mami-Papi?"ajak Mami Manda.


Aiyla dan Billa menggeleng serempak.


"Ya,sudah.Kamu istirahat!Billa,nanti pulang bareng sama Fahri aja ya!"Mami mencium kening Aiyla dan Billa.


"Enak aja!Billa datangnya kan bareng Radit, masa' pulangnya bareng Bang Fahri!"sewot Radit.


Ketiga pria itu pun mengangguk mengerti. Papi pun menggandeng tangan Mami dan pergi dari sana.


"Bagaimana,apa kau sudah mendapatkan orang yang menyebarkan video itu?"


"Sudah,Bos!"


"Apa Camilla,orangnya?"tanya Billa.


Billa memang mencurigai Camilla lah dalang dibalik masalah ini.Siapa lagi orang yang bisa melakukannya selain dia.Tapi saat itu,Camilla tidak menampakkan batang hidungnya.Dan CCTV di rumah Ayah Reyhan hanya terpasang di luar.Fahri menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Billa.

__ADS_1


"Jadi,siapa?"tanya Radit.


"Temannya Camilla,Mawar,"jawab Fahri.


"Mawar!"ulang Aiyla dan Billa kompak.


Mawar jugalah yang waktu itu memberikan foto Aiyla dan Davian yang saling bergandengan tangan saat Aiyla menemani Davian menemui kliennya di hotel kepada Camilla.


"Kok bisa?Padahal waktu itu,di sana cuma ada Ayah Reyhan dan nenek lampir,"ucap Billa.


"Nenek lampir?kamu itu lucu banget sih,beb!" Radit mencubit kedua pipi Billa yang duduk disebelahnya dengan gemas.


"Ehm....ehm.....!"tegur Davian.


Radit menghentikan tingkahnya karena Billa menginjak kakinya dan juga takut dengan tatapan membunuh dari Davian dan Fahri.


"Oke,besok kita selesaikan masalah ini.BER-TI-GA,mengerti!"seru Davian menatap Radit.


"Kita boleh ikut!"Aiyla dan Billa kompak mengangkat tangan.


"Nggak boleh!"teriak ketiga pria di sana.

__ADS_1


__ADS_2