
Flashback on
"Pak Joko.....!"panggil seorang wanita,melihat pria yang dipanggilnya Joko sedang duduk bingung di pos satpam.
Pak Joko menoleh,"Iya,Bu!Ada yang bisa saya bantu?"
"Saya dengar bayi kamu yang baru lahir belum bisa dibawa pulang?Kenapa?"
"Iya,Bu!Karena biaya rumah sakit saat persalinan belum tercukupi,terpaksa bayi kami masih harus ditinggal sampai biayanya lunas."Ada guratan kesedihan di wajah lelah itu.
"Saya bisa bantu kamu asal kamu juga bisa bantu saya!"ucap wanita itu menawarkan bantuan.
Pak Joko menatap wanita yang sudah membantunya mendapatkan pekerjaan di pabrik itu penuh tanya.
"Saya bisa bantu apa ya,Bu?"
"Gampang,kok.Pak Joko cuma harus membawa wanita ini ke hotel dan berpura-pura bertanya dengan resepsionis hotel tersebut mengenai Pak Reyhan."Wanita itu memberikan foto seorang perempuan pada Pak Joko.
"Pak Reyhan,Boss kita?Untuk apa saya harus melakukan itu?Nanti saya malah kena pecat oleh Pak Reyhan!"
"Pak Joko tenang saja!Pak Reyhan tidak akan tahu!Saya jamin itu."
Pak Joko menimbang-nimbang,apa dia harus menerima tawaran itu.
"Ini semua untuk anaknya Pak Joko!Kasihan kan,kalau harus terus berada di rumah sakit," Wanita itu terus mempengaruhi Pak Joko agar menerima tawarannya.
"Baiklah!Tapi ini tidak akan menyakiti siapapun,kan?"tanya Pak Joko yang pada akhirnya terpaksa menerima tawaran itu.
Flashback off
"Jadi,wanita ini yang menyuruh Bapak untuk melakukan semua itu?"tanya Aiyla menunjuk foto yang diambilnya di kantor, kemarin.
Pak Joko mengangguk.Pak Joko belum tahu,siapa yang menanyakannya saat ini.Kemarin Pak Joko dibawa oleh beberapa pria bertubuh kekar ke apartemen ini.Lalu ditinggal begitu saja.Pak Joko pun tak bisa pergi karena selalu diawasi.Mau melawan juga tak berani.
Aiyla rasanya sudah ingin meledak mendengar penjelasan Pak Joko.Ternyata selama ini,Bundanya telah sengaja di fitnah dan bodohnya,Ayahnya percaya begitu saja.
__ADS_1
Aiyla mengambil kunci mobil Radit dan segera keluar dari apartemen.Aiyla menyuruh bodyguard yang menjaga Pak Joko untuk mengikutinya dengan membawa serta Pak Joko.Radit dan Billa tak sempat menahan Aiyla dan terpaksa mengikutinya dengan ikut mobil yang membawa Pak Joko.
Radit berusaha menghubungi nomor Davian, tapi ponsel Davian sepertinya mati.Radit jadi bingung,apa yang sedang terjadi sekarang. Kenapa Aiyla terlihat sangat marah setelah Pak Joko bercerita tadi.
* * *
Di pesawat,Davian tak hentinya memegang dadanya.Perasaannya sudah tidak enak dari kemarin.Seperti ada yang akan terjadi.Untung saja pekerjaannya tidak perlu sampai waktu yang telah ditentukan.Davian dan Fahri pun segera memesan tiket pesawat untuk segera pulang.
"Boss!Are you OK?"tanya Fahri melihat Davian yang gelisah.
Davian hanya mengangguk dan menghembuskan nafasnya perlahan untuk mengurangi ketidak nyamanan hatinya.
* * *
Brak.....
Aiyla membuka pintu rumah Pak Reyhan kuat. Ayahnya dan Bu Rosa yang sedang bersantai di ruang keluarga pun terkejut dan berdiri hendak melihat siapa yang bertamu dengan tidak sopannya.
Plakkk......
"Apa yang-"
Plakkk......
Kembali Aiyla mendaratkan tamparannya di pipi mulus Bu Rosa.Ayah Reyhan menarik tangan Aiyla dan menamparnya juga sampai Aiyla hampir terjatuh.
"Begini kelakuan kamu sekarang?Apa kekayaan menghilangkan sopan santun mu,hah?"bentak Ayah Reyhan.
Aiyla memegang pipinya yang ditampar dan tertawa sinis menatap Ayahnya.
"Wow....se-cinta itu anda dengan wanita licik ini?Apa anda tahu apa yang sudah dilakukannya untuk bisa menikah dengan anda,Pak Reyhan yang terhormat?"
"Apa maksud kamu,Aiyla?Saya tahu kamu tidak suka dengan saya,tapi apa harus menjelek-jelekkan saya seperti ini?"Bu Rosa berdiri di belakang Ayah Reyhan.
Aiyla tertawa melihat Bu Rosa yang terus saja berpura-pura tidak tahu apa-apa.
__ADS_1
"Pak Joko....!"panggil Aiyla.
Bu Rosa membelalakkan matanya melihat Pak Joko yang berjalan mendekati mereka. Pak Joko dan Ayah Reyhan sama-sama terkejut melihat satu sama lain.
"Untuk apa kau membawa pria tidak tahu diri ini kemari,hah?"Ayah Reyhan mencengkram lengan Aiyla kencang.
Aiyla membalas tatapan Ayahnya tajam,"Untuk membersihkan nama Bundaku yang sudah kalian kotori."
"Tanya pada istrimu itu siapa pria ini?"Aiyla menatap tajam Bu Rosa.
"Aa-apa maksudmu?Ibu tidak mengenal siapa pria itu,yah!"Bu Rosa memegang tangan Ayah Reyhan.
Prok....prokk.....
Aiyla bertepuk tangan untuk akting yang Bu Rosa suguhkan.
"Pak Joko,apa anda mengenal wanita licik ini? Apa Pak Joko tahu,siapa perempuan yang Pak Joko ajak ke hotel sebelas tahun yang lalu?Dia Bundaku.Dan karena ulah kalian,Bundaku yang harus menanggung kesedihannya sendirian tanpa tahu apa kesalahannya,"jelas Aiyla dengan suara yang mulai bergetar.
"M-maafkan saya,nona!Saya tidak tahu kalau apa yang saya lakukan membuat orang lain menderita!Saya cuma disuruh oleh Bu Rosa untuk mengantarkan Bu Amine ke hotel.
Setelah itu,Bu Rosa juga yang menyuruh saya untuk mengantarkan makanan ke rumah Pak Reyhan.Katanya Pak Reyhan yang menyuruh.
Tapi,saya bersumpah saya tidak ada apa-apa dengan Bu Amine.Saya juga hanya mengantarkannya sampai di teras depan rumah saja.Saya hanya membalas hutang budi karena Bu Rosa lah yang memberikan pekerjaan saya di pabrik.
Saat itu,saya juga sedang dalam keadaan sulit dan sangat membutuhkan uang.Jadi, saya mau melakukan apa yang Bu Rosa perintahkan."
Ayah Reyhan menatap Bu Rosa meminta penjelasan.
"Nggak,yah!Mereka bohong.Ibu nggak mungkin melakukan hal itu.Orang itu pasti suruhan Aiyla untuk memfitnah Ibu,"jelas Bu Rosa berkelit.
"Nggak,pak!Saya bersumpah,Bu Rosa ini adalah tetangga saya waktu itu,"ucap Pak Joko.
"Anda pasti sangat bahagia lepas dari Bundaku dan mendapatkan wanita licik seperti ini!Apa saya harus bersyukur Bundaku sudah pergi meninggalkan suami seperti anda,Pak Reyhan?"
"Aiyla......."lagi-lagi Aiyla mendapatkan bentakan dari Ayahnya.
__ADS_1
"Apa....kalian menikah di hari yang sama saat Bunda pergi meninggalkanku untuk selamanya?"tanya Aiyla dengan mata yang sudah berkaca-kaca.