Cinderella dan Pangeran Pemaksa

Cinderella dan Pangeran Pemaksa
Fitting Gaun Pengantin


__ADS_3

Waktu bergulir begitu saja.Tak terasa tiga hari lagi Davian dan Aiyla akan melepas masa lajangnya.Saat ini, Aiyla sedang berada di butik langganan mami Manda.Butik ini sangat terkenal di kalangan kaum berduit.Mami Manda sendiri tadi yang menjemput Aiyla di apartemen.Aiyla tidak enak hati karena diperlakukan seperti ini.Seharusnya dia yang muda lah yang menghampiri bukan sebaliknya.Tapi mami bilang,"nggak apa-apa,sekalian lewat.Biar nggak bolak-balik."


Aiyla mencoba gaun pengantin yang sudah disiapkan oleh desainer yang khusus mami perintahkan untuk merancang gaun yang memang diinginkan oleh Aiyla.Sederhana tapi cantik,gaun pengantin seperti itulah yang Aiyla pilih.Orang yang mendesain gaunnya pun tidak banyak mengalami kendala, karena Aiyla memiliki ukuran tubuh yang ramping dan lumayan tinggi (166 cm, termasuk tinggi kan untuk ukuran wanita Asia) walaupun waktu yang diberikan sedikit.

__ADS_1


Saat tirai kamar ganti terbuka, Davian yang baru datang menatap kagum pada Aiyla yang berdiri dihadapannya dengan gaun pengantin berwarna putih tulang yang memperlihatkan sedikit bahunya itu.Rambutnya pun ditata rapi dengan mahkota yang menghias indah di kepalanya.Mami sangat puas dengan hasilnya dan tersenyum geli melihat putranya yang menatap Aiyla tanpa berkedip.Aiyla yang ditatap merasa malu sendiri dan ingin cepat-cepat berganti pakaian.


"Eh...eh....jangan diganti dulu, Davian kan belum nyoba jasnya !"Mami menepuk punggung Davian dengan penuh semangat dan membuat Davian sadar dan meringis.

__ADS_1


"Sakit,mi !"adu Davian memegang punggungnya.Tapi mami sama sekali tidak peduli dan segera menyuruhnya berganti pakaian.Setelah itu,mami menyuruh Davian berdiri di samping Aiyla dan cekrek.... cekrek..... mami memotret Aiyla dan Davian.Mami memposting hasil jepretannya ke media sosialnya dengan caption"OTW Sold out ". Davian memutar bola matanya malas melihat maminya yang kek ABG.Setelah berganti pakaiannya kembali, mereka pun segera pergi.Saat Davian membukakan pintu mobil untuk Aiyla,mami Manda menghentikannya.


"A...a..a...."mami menggerakkan telunjuknya ke kanan dan ke kiri."Tiga hari lagi kan kalian akan menikah,jadi kalian harus di-pi-ngit,"lanjut mami.Davian kembali mengerutkan dahinya,"apaan lagi sih,mi.Dipingit....dipingit....Davian nggak ngerti."Mami berdecak,anak jaman sekarang emang nggak ngerti apa-apa."Dipingit itu artinya kalian tidak boleh ketemu dulu sampai hari pernikahan, biar manglingin orang Jawa bilang."

__ADS_1


Aiyla yang mendengar kata-kata mami sontak kegirangan.Davian mengintimidasinya lewat tatapan tajamnya.Aiyla pun seketika mengalihkan pandangannya ke sembarang arah."Davian nggak setuju.Kami berdua kan masih harus membahas banyak hal,mi !"Davian tak ingin kalah.Mami tersenyum sinis.


"Apa lagi sih yang mau kamu bahas,ha? bukannya mami dan papi yang mengurus semuanya.Udah deh nurut aja kenapa,sih? Lagian ini tuh cuma lima hari.Kamu juga bisa nelpon,SMS, kirim surat, chatting atau apapun.Tapi nggak boleh video call,yah.Itu di-la-rang,paham !"tunjuk mami pada Davian.Mami percaya Aiyla tidak akan melanggar apa yang mami perintahkan."Mami nggak asik,"sewot Davian dan segera masuk ke dalam mobilnya.Mami menggelengkan kepalanya melihat Davian yang merajuk.Sudah mau menikah,masih aja kek bocah.Mami dan Aiyla segera pergi dari sana.Dari butik,mami mengajak Aiyla ke spa untuk merawat tubuhnya agar lebih segar di pernikahan nanti.Aiyla senang mendapat perhatian seperti ini dari mami Manda.Mami Manda pun tak kalah senang pergi bersama Aiyla.Mami memang mengidam-idamkan anak perempuan,tapi yang maha kuasa hanya mempercayakannya seorang putra.Mami dan papi tetap bersyukur untuk hal itu.

__ADS_1


__ADS_2