CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 10. MENGINTAI


__ADS_3

Hari demi hari telah dilalui dengan tugas mereka masing-masing. Sekarang hafka dan alif sudah kembali ke kota karna kerjaan mereka yang tidak bisa ditinggalkan terlalu lama, hanya saat libur saja.


Hafka tidak tinggal dirumah alif lagi karna tidak ingin merepotkannya walaupun niko dan delsa sudah mencegahnya agar tetap tinggal dirumah mereka hafka tetap kekeh ingin tinggal sendiri. Sekarang hafka tinggal diapartemen yang tidak jauh dari tempatnya bekerja. Hari ini hafka berada dirumah sakit seperti biasa melaksanakan tugasnya.


Ini sudah memasuki jam makan siang, hafka pergi ke kantin untuk makan siang. Nampak dari arah samping seseorang menghampirinya dan duduk disamping hafka.


"Assalamualaikum" ucap salam orang tersebut.


"Wa'alikumussalam dokter brisma saya kira siapa saya pesankan makanan juga ya dok" kata hafka ingin berdiri.


"Eh gak usah tadi saya udah pesan kok, lanjutkan saja makananmu" jawab dokter brisma.


"Baiklah dok, apakah dokter ada tugas setelah ini?" tanya hafka memecahkan suasana.


"Iya masih ada jam mungkin sore saya baru pulang" jawabnya.


"Perlu saya temani dok kebetulan hari ini jadwal saya tidak terlalu padat, setelah dari sini saya tidak ada pekerjaan apapun" tawar hafka.


"Kalau kamu gak keberatan boleh aja nak" ujar dokter brisma.


Pesanan sudah tersaji mereka melanjutkan makan siang. Karna jam makan siang belum berakhir hafka dan dokter brisma duduk sejenak di kantin sambil mengobrol. Mereka sydah dekat dari sejak awal hafka masuk bertugas di rumah sakit, kedekatannya sudah seperti ayah dan anak. Brisma sudah menganggap hafka sebagai anaknya sendiri.


Suasana hening tak ada percakapan yang terucap, lalu hafka bertanya memecahkan keheningan diantara mereka.


"Dokter apa boleh saya tanya sesuatu?" tanya hafka.


"Silahkan apa yang ingin kamu tanyakan" ucap brisma.


"Apakah selama ini dokter tinggal sendiri?" kata hafka seraya menoleh ke arah dokter brisma.


"Huufft, saya tidak tinggal sendiri ada ibu dan istriku, sedangkan anak saya berada diluar negri melanjutkan kuliah disana." jawab brisma sambil menghela nafas panjang seperti ada beban dibenaknya.


"Namun saya lihat dokter seperti kesepian begitu, apa ada masalah kalau memang tidak ada tempat untuk bersandar, dokter bisa berbagi bersama saya" kata hafka yang serba salah telah menanyakan hal tersebut.


Dokter brisma melirik hafka sekilas lalu mengalihkan pandangannya. "Saya memang butuh sandaran untuk berbagi cerita, ada masa lalu yang masih mengganjal dipikiran" jawabnya.


"Kalau boleh tau apa itu dok, kalau anda tidak keberatan berbagi dengan saya" ujar hafka sambil memegang tangan dokter brisma.


"Huuufft" brisma menghela nafas berat lalu melanjutkan bicaranya. "Sebelum pernikahan dengan istri yang sekarang, saya sudah menikah dan memiliki anak perempuan tapi kami berpisah dan anak perempuan saya dibawa oleh ibunya pergi saat masih berumur 1 tahun" kata brisma menahan tangis dipelupuk matanya.

__ADS_1


"Maaf saya seharusnya tidak mengutik masa lalu anda saya benar-benar minta maaf" ucap hafka merasa bersalah.


"Gak papa nak kamu sudah seperti anak saya sendiri" berhenti sejenak lalu brisma melanjutkan ceritanya "Setelah itu saya sudah tidak tau keberadaan mereka, sudah dicari kesana kemari tetap tidak ada hasilnya sampai sekarang, saya hanya pasrah semoga ada keajaiban dari Allah" ucapnya dengan wajah sendu.


"Semoga Allah cepat mempertemukan dengan anak anda dok, tak ada yang mustahil bagi Allah berdoa saja yang terbaik" nasihat hafka


Hafka bisa merasakan apa dirasakan dokter brisma dipisahkan dengan anak tercinta, itu sungguh menyakitkan apalagi ini bertahun-tahun. Setelah berbincang lama akhirnya mereka kembali bekerja karna jam makan siang telah selesai.


*********


Hari ini verli masuk kuliah ada dua mata kuliah yang gak bisa ditinggal, biasanya verli abaikan tapi kali ini dia ikuti. Setelai dengan kuliahnya verli memutuskan pergi bertemu kely, karna hanya kely sahabat satu-satunya. Di universitasnya banyak anak yang tidak menyukai verli karna sikapnya yang seenak jidat. Kely tidak satu kampus dengannya karna tempat mereka berbeda dan kely juga lebih memilih kuliah diluar negri jadi selama ini mereka berpisah cukup lama.


Dikoridor kampus verli berpapasan dengan radit mantan pacarnya. Radit memberi tatapan tajam ke verli namun tidak dihiraukan olehnya.


langkah radit berhenti dan menoleh ke arah verli. "TUNGGU!!!" ucap radit menghentikan langkah verli.


"Apa lagi yang kau inginkan, pergi tidak usah menghalangiku" kata verli ketus seraya mendorong tubuh radit.


"Denger ya urusan kita belum selesai sampai sini, tunggu saja pembalasan dariku verli" bisik radit dekat telinga verli tapi masih ada jarak.


"Sebenernya apa sih yang kamu inginkan dariku radit, kalau tau kamu udah punya pasangan gak bakal aku mau denganmu" verli sudah merasa kesal dengan sikap radit.


"APA!!! begitu mudah ucapanmu itu setelah apa yangku berikan dengan entengnya kau bilang begitu, sekarang aku tau siapa kamu sebenernya hanya laki-laki bermodal tampan tapi hatimu buruk memanfaatkan perempuan saja" ucap verli dengan nada bicara yang kasar.


"Apa kau bilang? aku bermodal tampan, kalau hanya bermodal tampan gak mungkin aku bisa masuk diuniversitas ini mikir gak kau, lagi pula aku memang gak serius sama kamu tapi keseriusanku hanya untuk fera" jawab radit.


"Percuma ngeladenin orang sepertimu gak ada gunanya, tersesah kamu mau bilang apa bersenang-senanglah sama kekasihmu itu aku sudah tidak peduli" verli yang sudah naik darah dari tadi memutuskan pergi tidak meladeni omongan radit dari pada terus berdebat dengannya.


"Awas saja kamu verli tunggu pembalasan dariku, setelah kamu menghilangkan bayiku gak semudah itu aku melepaskanmu" gumam radit lirih.


Kely sudah menunggu verli ditaman dekat tempat kuliah verli agar tidak terlalu jauh. Tadi kely naik taxi agar mereka bisa satu mobil, tak lama kely menunggu verli pun datang. Mereka akhirnya pergi bersama ke mall untuk shopping.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, setelah hampir 45 menit perjalanan mereka sampai di mall. Mobil sudah terparkir mereka pergi masuk, pertama toko yang didatangi adalah pakaian. Verli sangat antusias kalau masalah berbelanja, mereka tidak menyadari bahwa dari tadi ada yang menguntitnya dari belakang, dua pria yang satu memakai switer hitam dan satunya lagi memakai jaket berwarna abu bertopi.


"Ver kamu ngerasa gak sih dari tadi kayak ada yang mengikuti kita?" tanya kely merasa ada yang mengikuti mereka.


"Tidak, kamu ini ada saja aku aja gak ngerasa apapun udalah lebih baik kita shopping lalu pulang" jawab verli masih memilih pakaian.


"Hmm ya sudahlah mungkin hanya perasaanku saja" ujar kely.

__ADS_1


Akhirnya mereka melanjutkan berbelanja.


"Ver lihat ini bagus gak? cantik tidak untukku kalau dipadukan dengan kerudung ini?" tanya kely.


"Bagus kok apalagi yang ini tambah cantik" jawab verli sambil menunjuk baju disisi lain kely.


"Kamu beli juga dong ver biar kita samaan udah lama loh aku gak liat kamu pakai hijab sesekali bolehlah" ucap kely memohon.


"Gak ah aku gak suka kely kamu aja yang beli" ujarnya.


"Sehari saja verli, aku mohon masak kamu gak mau nurutin permintaanku padahal aku hanya minta itu saja gak yang lain" kely menunjukkan wajah cemberut dan sendu.


"Ya ampun kely jangan cemberut gitu dong aku gak tega liat kamu begitu, oke aku turutin jangan ngambek lagi" kata verli seraya mengusap pipi kely.


"Makasih kamu memang sahabat terbaik" kata kely mengacungkan dua jempol ke arah verli.


Kely memilihkan pakaian yang hampir sama dengannya dan kerudung verli pun menurut. Setelah dicoba dan pas dengan badan verli mereka membayarnya dan keluar dari toko tersebut. Sekarang verli terlihat cantik dengan pakaiannya serba panjang ditambah dengan pashmina yang dibeli sama warnanya dengan kely.


Sudah satu jam berbelanja mereka pun keluar menuju parkiran mobil, dan pergi meninggalkan pusat perbelanjaan. Mereka tidak langsung pulang melainkan pergi ke taman mengisi kekosongan dengan kebersamaan.


14.00


Kely dan verli masih asyik mengobrol dan bersenda gurau ditaman, tanpa melihat waktu padahal sudah hampir sore.


Disisi lain hafka dan dokter brisma sudah selesai mereka menuju taman untuk mengobrol. Tak jauh dari mereka ada verli dan kely, sebelumnya hafka tidak mengetahuinya namun sudah hampir dekat dengannya hafka baru menyadarinya.


"Ver itu bukannya lelaki yang waktu itu nolongin kita ya" tanya kely sambil mengarahkan pandangan verli kearah hafka.


"Eehh iya ngapain dia ada disini, kenapa sih dia selalu ngikut mulu gak disana gak disini ketemu terus sama laki-laki nyebelin ini" gumam verli dalam hati.


"Alah biarin lah kel" jawab verli.


Kely tidak menghiraukan omongan verli, memilih berdiri dan menyapa hafka bersama dokter brisma.


"Assalamaualaikum" ucap kely


"Wa'alaikumussalam" jawab hafka dan dokter brisma.


"Masih kenal dengan kami tidak? kamu lelaki yang waktu itu nolongin kita kan pas ban mobil kita bocor" kata kely.

__ADS_1


"Ow iya kalian saya masih ingat" jawab hafka.


__ADS_2