CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 27. APA AKU CINTA?


__ADS_3

"Pasti dong, yuk kita berangkat"


"Ayo, kakak bawakan ya tasnya" pinta frisko.


"Oke deh"


Verli dan frisko keluar dari kamar untuk segera berangkat sampai diruang tamu mereka berpamitan pada safren dan nadin. Verli mencium tangan orang tuanya bergantian diiku dengan frisko.


Setelah mereka berpamitan frisko membawa verli masuk ke dalam mobil. Frisko menjalankan mobilnya keluar halaman rumah, diteras nadin melambaikan tangan dan menyuruh mereka untuk berhati-hati.


Beberapa menit mereka sudah sampai dirumah sakit, frisko segera mendorong kursi roda verli masuk ke dalam. Verli menunggu diruang tunggu tak butuh waktu lama mereka dipanggil untuk masuk. Frisko segera membawa verli untuk masuk keruang periksa.


Cekleek.


Pintu ruang terbuka melihatkan seorang dokter dan dua perawat. Salah satu perawat menyuruh frisko untuk duduk menunggu.


"Dok ini pasien selanjutnya" ucap salah satu perawat.


"Baiklah" jawab dokter brisma.


Saat dokter brisma tau bahwa itu adalah verli entah kenapa hatinya sakit melihat keadaan verli. Ada rasa aneh dalam hatinya seperti ikatan batin yang kuat bahkan verli juga merasakan hal itu tidak hanya dokter brisma saja. Semakim dekat jarak mereka semakin besar rasa dalam hati masing-masing.


"Kenapa dengan perasaanku ini, rasanya aku sudah lama dekat dengan dokter ini tapi kan aku baru bertemu sekali" gumam verli dalam hati.


Verli tak mau berperang lama-lama dengan perasaannya dia langsung tersadar dan menyapa dokter brisma.


"Dokter masih ingat dengan saya?" tanya verli.


"Oh iya saya masih ingat kamu yang ditaman waktu itu kan!!" jawab dokter brisma.


"Iya ternyata dokter masih ingat dengan saya" ucap verli.


Dokter brisma masih bertanya-tanya dalam benaknya apa yang sebenarnya terjadi, kenapa verli bisa jadi begini itulah yang sedang dipikirkan dokter brisma. Hafka memang tidak menceritakan semuanya karna memang tidak perlu toh mereka semua juga pasien.


"Baiklah kita mulai pemeriksaannya ya, kita lanjutkan nanti mengobrolnya" ujar dokter brisma.


"Baik dok" jawab verli.


Dokter brisma mulai memeriksa keadaan verli dan menanyai keluhan apa saja yang dirasakan, selang beberapa menit pemeriksaan telah selesai. Dokter brisma memberikan resep obat yang harus ditebus di apotik.


Frisko mengambil resep obat yang sudah diberikan. Dari tadi frisko hanya diam saja saat verli dan dokter brisma mengobrol, karna penasaran melihat verli seperti sangat mengenal dokter brisma frisko langsung bertanya pada dokter brisma.


"Apa dokter kenal dengan adik saya?" tanya frisko.

__ADS_1


"Iya cuma satu kali bertemu saja waktu ditaman" tuturnya.


"Kapan itu? dan tadi kamu sebut siapa namaya kakak lupa..." ucap frisko sambil berpikir lalu dijawab oleh verli.


"Hafka maksudnya" saut verli.


"Aahh iya itu, dia siapa?" tanya frisko.


"Dok pasien selanjutnya sudah menunggu" kata perawat tiba-tiba.


"Maaf ya nanti kita bisa lanjutkan lagi sekarang saya harus memeriksa pasien selanjutnya" ucap dokter brisma dengan sopan.


"Oohh iya maaf jadi mengganggu jam kerja anda" frisko tak enak hati jadinya.


"Gak papa, ini kartu nama saya lain waktu kita bisa bertemu lagi" dokter brisma memberikan kartu namanya kepada verli.


"Terima kasih dok" kata verli.


Dokter brisma hanya mengangguk saja, lalu verli dan frisko pergi dari ruangan dokter brisma untuk mengambil obat. Dan dokter brisma melanjutkan pekerjaannya ke pasien selanjutnya.


❀❀❀❀


Hafka sedang ada diruang pribadi hendak pergi ke ruang operasi namun tiba-tiba telfonnya berdering, saat dilihat ternyata dari uminya hafka langsung menggeser tombol hijau.


"Assalamualaikum nak" ucap halimah dari sebrang telefon.


"Alhamdulillah baik, kamu sendiri gimana kabarnya?" tanyanya lagi.


"Alhamdulillah hafka juga sehat umi, ow ya ada apa umi telfon hafka?"


"Umi dan abi kangen sama kamu nak, kapan kamu pulang udah lama kamu gak mengunjungi kami" halimah memang sangat rindu dengan hafka karna ia sudah lama tidak pulang ke pesantren.


"Maafkan hafka ya umi karna disini hafka sibuk jadi gak sempat pulang, hafka janji dalam waktu dekat hafka akan pulang"


"Benarkah kalau gitu umi tunggu kabar dari mu lagi ya"


"Iya umi jaga kesehatan ya titip salam juga buat abi dan maryam, hafka lagi ada pasien telfonnya hafka tutup ya umi" ujar hafka.


"Iya nak assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


Telefon berakhir hafka segera mematikan hanphonenya lalu bergegas ke ruang operasi, pasti yang lain sudah menunggu kedatangan hafka. Kali ini hafka dibantu oleh rekannya jadi tidak sendirian.

__ADS_1


Selang beberapa jam operasi sudah selesai, hafka keluar dari ruang operasi setelah membersihkan semuanya dan mengontrol pasien tersebut. Hafka berjalan melewati koridor rumah sakit hendak pergi ke ruangan kepala rumah sakit karna hafka ingin mengambil cuti beberapa hari untuk pulang.


Disaat hafka melewati tempat pengambilan obat disitulah verli tak sengaja melihat hafka berjalan dengan memakai jas dokter sontak membuat verli berpikir sejenak. Saat hafka semaim dekat dengannya verli tak mau berpikir lama lalu memanggil hafka.


"Hafkaa" ucap verli sepontan.


Hafka pun menghentikan langkahnya saat mendengar ada yang memanggil namanya, saat menoleh hafka sangat terkejut ternyata itu adalah verli. Apalagi sekarang hafka memakai jas kerjanya pasti verli akan bertanya-tanya.


"Assalamualaikum" ucap verli lagi membuayarkan lamunan hafka.


"Wa'alaikumussalam" jawab hafka singkat tanpa melihat ke arah verli.


"Maaf saya buru-buru permisi..." ujarnya hendak pergi.


"Tunggu dulu, apa kau seorang dokter disini?" tanya verli.


Mata hafka terbelalak mendengar pertanyaan verli, ia tak tau harus jawab apa karna sudah ketahuan ya udah hafka memilih untuk memberi tau saja.


"Seperti yang anda liat" jawab hafka singkat tanpa penjelasan.


"Jadi benar kamu seorang dokter disini"


"Apa perlu saya jawab!! Maaf saya buru-buru"


"Boleh tau rumahmu?" verli tiba-tiba saja menanyakan rumah hafka.


"Untuk apa menanyakan rumah saya, walaupun anda tau pasti tidak akan suka" ujarnya.


"Ya aku ingin tau saja dan mana kamu tau aku tidak suka kalau kamu aja belum memberi tau" protes verli.


"Rumah saya jauh dari sini dan saya tinggal dipesantren" kali ini hafka menjawab sedikit menegaskan bicaranya.


"Apa dipesantren mana mungkin, terus kenapa sekarang bisa ada dirumah sakit ini sebagai dokter kalau memang rumahnya dipesantren" gumam verli dalam hatinya.


"Tak jauh dari tempat saat ban mobil anda bocor saat itu, sudah puas kan kalau gitu saya permisi" ucap hafka lagi lalu pergi begitu saja meninggalkan verli yang masih bertengkar dengan pikirannya sendiri.


"Astaga itu orang gak bisa santai dikit apa ya sukanya ngegas mulus, ini juga kenapa jantungku berdebar kencang sekali apa jangan-jangan.......... Aaahh tidak mungkin aku suka dengannya" gumam verli sendiri sembari menetralkan jantungnya yang berdebar saat didekat hafka.


-


-


-

__ADS_1


Terima kasih sudah setia menunggu 😊 maaf kalau author up nya lama, itu artinya author sedang sibuk didunia nyataπŸ™


Dukung terus hafka dan verli ya semoga aja mereka jodoh πŸ€— jangan lupa vote, like, hadiah, beri ratengnya dan tinggalkan komen untuk author πŸ‘‹πŸ‘‹


__ADS_2