CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 16. KAPAN NIKAH?


__ADS_3

APA LUMPUH!! Apa tidak bisa sempuh dok?" kely sangat kaget dengan penjelasan dokter dengan mata melotot.


"Kaki anda tidak lumpuh total itu masih bisa disembuhkan seiring berjalannya waktu dengan terapi yang teratur"


Hati kely sedikit lega dengan jawaban dokter walaupun perlu waktu untuk sembuh kely akan tetap semangat masih ada harapan untuknya bisa jalan normal kembali. Sejenak dia teringat verli lalu bertenya keadaan verli sekarang.


"Lalu bagaimana dengan sahabat saya dok apa baik-baik saja? Dimana dia sekarang?" tanya kely.


"Sahabat anda sekarang sedang koma di ruang ICU, karna benturan keras dikepala mengakibatkan pendarahan serta pembekuan darah dan harus menjalani operasi, tak hanya itu nona verli tidak akan bisa berjalan lagi karna kedua kakinya juga lumpuh seperti anda harapan untuk bisa normal kembali sangat kecil, sekarang hanya doa dari kita semua yang bisa membuatnya sadar kembali. Kalau gitu kami permisi dulu" jelas dokter lalu pergi meninggalkan ruangan kely.


Penjelasan dokter membuat kely terkejut, ada rasa bersalah dihatinya karna dia yang mengemudikan mobil tidak hati-hati. Sekarang verli harus jatuh koma kalaupun sadar dia tidak bisa jalan lagi, perlahan air mata sudah membasahi pipinya dia menangis tersedu-sedu. Syafira melihat itu mencoba menengkan kely dan memberi tau kalau ini bukanlah salah dia melainkan sudah takdir tak ada yang bisa melawan takdir.


"Itu semua karnaku ma karna aku, hiiissh.....hisshh...huggt....huggt!! Ma aku mau ketemu dengan verli tolong bawa aku kesana ma" kely terus menangis sesegukan dan memohon pada mamanya untuk diantar bertemu dengan verli.


"Sayang kamu baru saja sadar istirahatlah dulu nanti kalau sudah jauh lebih baik kita kesana ya"


"Gak mau ma kely maunya sekarang, ayolah ma tolong kely ingin melihat sahabat kely pliiisss ma" bujuk kely terua memohon.


"Ya sudah mama bilang sama dokternya dulu apa boleh kamu istirahatlah"


"Iya ma makasih" jawab kely.


Syafira pergi keruangan dokter untuk meminta izin apakah boleh kely menemui verli, karna keadaan kely juga baru siuman dan masih lemah.


Syafirah sudah berada diruangan dokter lalu menjelaskan perihal yang ingin disampaikan. Dokter mendengarkan semua ucapan syafira dan memutuskan agar kely istirahat dulu namun syafira terus membujuk agar diperbolehkan. Akhirnya dokter menyetujuinya sebelum itu kely diperiksa untuk memastikan keadaannya membaik"


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Ruang ICU.


Nadin setia menunggu verli siuman dari tidur panjangnya, bahkan setiap malam dia tidak bisa tidur karna terus memikirkan putri tercinta. Tiap hari frisko dan nadin bergantian menjaga verli dirumah sakit berharap jika nanti verli sadar mereka bisa langsung mengetahuinya.


Tampak syafira mendorong kursi roda kely menuju ruang ICU, dari kejauhan sudah nampak nadin duduk termenung bersama frisko.


"Tante" ucap kely membuyarkan lamunan nadin.


"Kely kamu kok ada disini seharusnya kamu istirahat saja" ujar nadin terkejut.

__ADS_1


"Kely baru saja sadar dan memaksa ingin bertemu dengan verli" kata syafira menyauti.


"Kely minta maaf tante gara-gara kely verli jadi begini, hiiissh.....hisssh....!!" kely tak tahan menahan air matanya saat melihat wajah nadin karna rasa bersalah dihatinya.


"Sudah janganlah menangis ini bukan salahmu ini sudah takdir jangan nangis ya, kamu ingin menemui verli kan ayo masuk biar suster nanti yang mengantarmu kedalam" ucap nadin menenangkan kely.


"Sekali lagi kely minta maaf tante, kely masuk dulu ya"


"Iya ndak papa"


Kely masuk dibantu dengan syafira sampai didepan pintu berganti suster yang mengantarkan dia masuk, karna peraturannya hanya satu orang saja yang boleh melihat.


"Terima kasih sus"


"Baiklah kalau gitu saya permisi" ucap suster lalu pergi.


"Verli maafkan aku ya gara-gara aku kamu sekarang jadi begini, maaf..maaf...maaf verli tolong bangunlah aku masih ingin melihatmu tersenyum" kely tak berdaya dia hanya bisa menangis meratapi verli yang koma dengan alat ditubuhnya.


"Aku rindu kamu ver sadarlah, aku ingin melihat senyummu saat kamu tertawa menggodaku, kalau kamu sadar pukul aku marahlah padaku, lontarkan semuanya ver itu lebih baik untukku dari pada harus melihatmu seperti ini itu jauh lebih menyakitkan hatiku"


"Hiisssh.....hissshh....hissshh, aku mohon ya Allah berilah kesempatan untukku untuk bisa melihat sahabatku bahagia, bersamanya sampai akhir hayat, aku menyayangimu ver lebih dari sahabat, cepatlah sadar ya aku menunggumu" kata kely sambil menyerka air matanya dan memeluknya lalu pergi keluar.


"Sekali lagi kely meminta maaf pada tante dan kak frisko, kely menyesal sekarang verli begini dan buat tante sedih" ucap kely menunduk masih ada rasa bersalah dalam dirinya.


"Sudah kely jangan menyalahkan dirimu sendiri, ini semua sudah takdir tante ikhlas kok jangan sedih lagi ya kembalilah ke ruanganmi dan istirahatlah tante sudah memaafkan semuanya" jawab nadin seraya melihat kely dan langsung memeluknya.


"Makasih tante semoga verli cepat sadar dan bisa kumpul lagi sama kita"


"Aamiin kamu doakan saja ya" ucap nadin


"Kalau gitu aku antar kely ke ruangannya ya din, terima kasih atas kemurahan hatimu kami permisi" ujar syafira memeluk nadin.


"Iya tak apa, aku sudah menganggap kely anak kandungku sendiri mana mungkin aku bisa menyalahkannya mereka bersahabat bukan satu tahun atau dua tahun sudah sejak kecil kan" jelas nadin.


"Heemm" kata syafira


Kely pun kembali keruangannya diantar oleh syafira, dalam hatinya masih tidak tenang rasa bersalah terbayang dipikirannya. Beberapa saat kely sudah berada ranjangnya lalu istirahat menenangkan pikirannya yang kacau. Syafira yang dari tadi memperhatikan kely diam dan termenung tidak tega melihatnya. "Pasti dalam hati kely masih ada rasa bersalah, padahal ini murni kecelakaan bukan salahnya" gumam syafira dalam hati.

__ADS_1


Karna hatinya tidak tenang syafira memutuskan kembali ke ruang ICU lalu saat memastikan kely sudah tertidur lelap.


Syafira melangkah melewati koridor menuju ruang ICU.


-


-


-


Sedikit penjelasan, nadin dan syafira memang dekat karna mereka sudah bersahabat sejak menginjak bangku SD maka tak heran kalau mereka sangat akrab, namun saat masuk kuliah mereka berpisah karna orang tua nadin pindah rumah dan mereka hanya bisa berkomunikasi jarak jauh sejak saat itu mereka jarang sekali bertemu.


Nah mengapa kely dan verli juga bisa akrab? Jawabannya karna saat kely menginjak bangku SMP mereka pindah rumah dekat dengan rumah verli sekolahpun sama jadi sejak saat itu mereka berkenalan akhirnya dekat sampai sekarang mereka menjadi sahabat. Nah kenapa kuliahnya berbeda? Soalnya kely ingin sekolah diluar negri. Itulah sedikit penjelasannya.


Kembali ke cerita.


Di pesantren.


Hafka terdiam sendiri dibalkon kamar melihat keluar dengan melamun, ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Dirinya terus terbayang oleh verli dalam hati ada rasa cemas dan khawatir namun lamunannya dibuyarkan oleh panggilan uminya. Hafka tersadar dan langsung menghampiri asal suara yang meminggil.


"Ada apa umi" tanya hafka menghampiri ibunya.


"Duduklah umi ingin bicara" ucap halimah sambil menepuk sofa disebelahnya menyuruh hafka duduk di sampingnya.


"Baik umi ada apa" tanya hafka lagi sambil duduk disamping halimah.


Disamping halimah juga ada yusuf yang tengah duduk, sepertinya ada yang ingin disampaikan serius.


"Ada apa abi dan umi memanggil hafka?" tanyanya penasaran.


"Begini nak, kamu kan sudah dewasa sudah cukup umur untuk menikah apa tidak ada rencana untuk itu?" jelas yusuf membuka pembicaraan.


"Maaf abi umi tapi hafka belum kepikiran sampai situ dan hafka juga tidak ada calon" jawab hafka seraya menunduk.


"Tapi kami ingin melihatmu menikah dan menimang cucu darimu, kalau kamu sulit untuk memiliki calon kami bisa mencarikannya untukmu" ucap yusuf mengagetkan hafka.


"Abi umi maaf banget sebelumnya bukan hafka tidak mau menikah dan memberikan cucu tapi hafka belum siap untuk hal itu kalau pun hafka siap itu atas pilihan hafka sendiri abi umi" hafka menjelaskan dan mengutarakan isi hatinya.

__ADS_1


Hafka bukannya tidak menghargai kedua orang tuanya namun hafka tidak suka dengan perjodohan dia ingin menikah atas kehendak hatinya sendiri.


"Kami menghargai keputusanmu nak, kami hanya ingin melihatmu bahagia dengan pasangan hidup yang siap mendampingi setiap langkahmu" ujar yusuf menatap hafka.


__ADS_2