
Maryam melambaikan tangan dan menyuruh hafka untuk berhati-hati, dan meminta untuk mengabari saat sudah sampai di kota. Hafka sudah meninggalkan halaman pesantren melepas rindu dengan kedua orang tua dan sang adik.
Pukul satu siang hafka sudah sampai di apartemennya, ia segera membereskan barang-barangnya dan membersihkan diri. Sebentar hafka merebahkan tubuhnya pada ranjang kamar untuk memberi ruang badannya beristirahat sejenak sebelum ia akan pergi ke rumah sakit.
Di sisi lain tepatnya di kampus verli dan kely baru selesai mengikuti mata kuliah hari ini, selanjutnya sudah ada jadwal mata kuliah lagi. Jadi verli berencana ingin menghabiskan waktunya dengan kely. Mereka sekarang tengah berada di taman kampus, verli asyik membaca buku yang dipegangnya sejak tadi. Kely hanya memperhatikan verli yang tengah asyik bergulit dengan bukunya, pemandangan yang jarang sekali kely liat. Biasanya ia akan melihat verli menyerocos dan sibuk memamerkan barang baru atau pun memainkan ponsel.
Verli sangat jarang dan bahkan dibilang tidak pernah untuk singgah hanya untuk membaca buku ditaman, paling suka ya direstoran namun ini hal baru yang diliat oleh kely. Sisi perubahan verli yang membuat kely amat sangat bahagia terlebih itu adalah sahabat tercintanya.
"Ver hmm.....sejak kapan kamu mulai suka baca buku?" tanya kely sambil terus memperhatikan verli.
"Ya sejak perubahan ini, ternyata baca buku asyik juga dari pada mengoceh tanpa manfaat" jawab verli tanpa melirik ke arah kely.
"Sepertinya itu hoby baru untukmu, kalau mau dirumah banyak tuh buku ada novel, cerita, sastra dan buku keilmuan yang lain juga ada" ucap kely, itu menyita perhatian verli dan langsung menoleh ke arah kely sehingga tatapan mereka saling bertemu.
"Benarkah?" tanya verli memastikan lagi.
"Iya lah, karna kalau aku bosan tinggal ambil buku atau aku lebih sering baca novel sih buat ngisi waktu luangku"
"Wah bagi dong key, memangnya kamu punya berapa banyak buku?"
"Ada tapi gak banyak juga, kalau kamu mau besok aku bawakan atau aku ke rumahmu sekaliam berkunjung"
"Boleh deh terserah kamu saja, dikampus boleh atau pun kamu main ke rumahku"
"Ya udah nanti aku beri kabar lagi kalau papa gak sibuk ya" jawab kely tersenyum manis.
"Oke" verli memberi jari jempol ke arah kely mengisyaratkan setuju.
Verli melanjutkan membaca bukunya sedangkan kely terus memperhatikan verli. Dari arah samping seorang lelaki menghampiri verli dan kely yang tengah duduk manis di taman, lebih tua dari mereka berdua tapi masih muda.
Pemuda itu menyapa mereka berdua, sapaan itu mengalihkan perhatian kely dan menoleh ke arah sumber suara berasal.
"Loh kak rafran" mendengar nama rafran di sebut verli hanya menoleh sekilas lalu menunduk kembali.
"Boleh aku duduk?" tanyanya.
"Silahkan kak" jawab kely, lalu rafran duduk disamping kely setelah menjawab jawabn darinya.
__ADS_1
"Gimana kabar kalian, baik-baik saja kan?"
"Alhamdulillah kita baik, kalau kakak sendiri gimana kabarnya? Udah lama loh gak bertemu, terakhir kapan ya aku bertemu dengan kakak hmmm sampai lupa aku"
"Iya yah udah lama gak bertemu denganmu palingan aku hanya bertemu dengan verli, karna kan kampusmu lumayan dari sini, kapan kamu pindah kesini kok aku gak tau?" tanya rafran.
"Ya baru kemarin kak aku pindah, karna jauh dari verli rasanya gak enak, sebelum kecelakaan aku udah bilang ke verli tentang niatku untuk pindah kuliah di sini dan karna musibah ini jadinya baru bisa masuk kemarin itu pun surat-surat yang mengatur papa" paparnya menjelaskan.
Kely memang sudah pindah kuliah dan kemarin adalah hari pertama ia masuk kuliah ditempat yang sama dengan verli. Sebelumnya ia yang mengurus sendiri perpindahannya tapi karna kecelakaan itu membuat kely tidak bisa mengurus sendiri jadinya abisfa yang turun tangan. Orang tua kely sangat menyetujui hal itu karna melihat keadaan kely yang sekarang dan karna tak mau jauh dari anak mereka, jadi abisfa dan syafira membantu kely mengurus surat pindahnya. Dan pada akhirnya kely bisa masuk satu kampus yang sama dengan verli walaupun rumahnya sedikit jauh dari tempat kampusnya sekarang itu tak jadi masalah untuk nya.
"Ow begitu syukurlah jadi kamu juga bisa fokus dengan kesembuhanmu tanpa harus bolak balik ke luar negri"
"Iya kak, mana bisa aku ke luar negri dengan keadaan seperti ini itu sangat sulit"
"Hemm iya, eh verli kami dari tadi diam aja" kini perhatiannya berganti pada verli yang sedari tadi hanya mendengarkan pembicaraan sahabat dengan seniornya.
"Gak papa kak lagi baca buku" jawab verli tanpa menoleh.
"Ow tumben kamu jadi suka dengan buku biasanya menggerutu kalau soal pelajaran atau yang berkaitan dengan bacaan"
"Banyak perubahan ya darimu sekarang, jadi verli yang beda banget"
"Verli sudah benar-benar berubah kak dan merubah semua kebiasaan yang tak pantas jadi hal yang bermanfaat" saut kely menimpali ucapan rafran.
"Aku bangga melihatmu yang sekarang ver, terlepas dari radit kamu bisa bangkit dan merubah segala yang ada"
Verli tak menjawab perkataan rafran, ia malah terua bergelut dengan tatapan ke arah buku yang ia pegang. Rasanya sangat tak enak mendengar segala ucapan tentang radit, tapi ia berusaha memaafkan kesalahan radit walaupun sangat sulit untuk verli lakukan. Tapi buat apa juga menyimpan rasa kecewa itu berlarut-larut, itu artinya ia memang tak berjodoh dengan radit. Dan verli malah senang sekarang bisa terbebas dari jeratan lelaki iblis, ia bersyukur Allah membuka mata hatinya untuk sadar sebelum terlambat.
"Eh ketemu lagi sama cewek cac*t" ucap seseorang tiba-tiba mengejutkan verli, kely dan rafran yang ada disana.
Saat menoleh ke sumber suara, rafran tak asing lagi dengan wajah perempuan dan lelaki yang ada di depannya itu. Bahkan ia amat mengenal mereka siapa lagi kalau bukan sahabat dan kekasihnya eh maksudnya istri.
"Siapa yang kau bilang itu?" ketus rafran yang tak enak mendengar perkataan fera.
"Ya siapa lagi kalau gak perempuan yang ada di depanmu itu, emangnya ada lagi yang cac*t selain mereka!!" rafran yang tak terima dengan ucapan fera langsung tersorot emosi dan memarahi fera.
Rafran berdir dari duduknya dan menunjuk ke arah fera dengan tatapan tajam penuh kemaraham, tangannya langsung di tepis oleh radit karna tak terima.
__ADS_1
"Hei apa radit tidak pernah mengajarimu sopan santun? Seenak jidat mengatakan hal itu, gimana sih dit kamu gak bisa apa menjaga istrimu ini" ucap rafran kesal.
Karna radit juga tak terima dengan perkataan rafran sontak ia juga merasa kesal. "Jaga bicaramu fan, memang kenyataannya begitu kok jangan pernah kamu bela perempuan ini, dia gak pantas di bela" ujarnya emosi.
"Yang salah itu fera, udah salah malah dibelain dimata hatimu, mana radit yang ku kenal dulu kamu sudah berubah hanya gara-gara perempuan ini" maki rafran yang amat emosi.
"Aku gak akan seperti ini kalau gak dia duluan yang berulah, impianku sirna karna dia"
"Hei yang salah itu kamu, dan kamu duluan yang menyakiti verli, selingkuh dibelakangnya dan sekarang kamu malah menyalahkan verli" ketus kely tak terima.
"Aku tau kamu hanya memanfaatkan verli saja kan karna dia orang kaya bahkan kekayaannya diatasmu mangkanya seenak jidat kamu ingin mengolek harta verli" radit kini benar-benar terpancing emosi dengar omelan kely tapi ia juga tidak bisa mengelak atas tuduhan itu karna hal itu memang benar adanya.
"Seharusnya dia sadar diri dari awal, salah sendiri percaya diri banget mana ada yang mau sama dia, kelakukan kayak bocah ditambah sekarang ck ck sangat kasihan" kata-kata radit seolah merendahkan verli.
Verli tak bergeming ia malah asyik dengan bukunya tanpa mau membalas perbuatan mereka. Buatnya percuma juga membalasnya itu malah menambah masalah sendiri buat dirinya.
"Cukup ya dit mendingan loh pergi aja kalau kesini hanya ingin menghina verli, gak ada manfaatnya, mendingan loh simpan omongan itu buat istri kesayanganmu"
-
-
-
-
Selamat pagi readers๐
Author mau jelaskan sedikit tentang kampus kely, yang sebelumnya diluar negri sekarang sudah berganti nah author lupa jelaskan dibab 34 itu. Dibab ini author jelaskan kembali dan bab sebelumnya sudah author revisi.
Mohon maaf kalau jadi membuat readers bingung ๐ author lupa karna pikiran lagi ngebleng.
Makasih yang sudah mampir ๐ค
Jangan lupa Vote, Like, Hadiah, and Komen juga ya๐
By By๐๐
__ADS_1