
"Udah pulang belum?" Tanya hafka.
"Udah kok" jawab verli singkat.
"Suara kamu kenapa seperti nahan nangis gitu, ada masalah? Kamu baik-baik saja kan?"
"Enggak, aku baik-baik saja mas" jawab verli bohong.
"Udah dulu ya mas aku mau beres-beres"
"Iya assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Verli tak mau nanti hafka kepikiran kalau ia cerita yang sebenarnya. Ia pendam sendiri, karna tak mau membebani pikiran hafka.
Kely mendengar semua percakapan verli dengan hafka. Ia mendekati verli dan mencoba menghiburnya agar tidak terbawa pikiran. Kely juga menasehati agar semua masalah itu dibagi dengan suami bukan dipendam sendiri. Keharmonisan dalam rumah tangga adalah saling terbuka, jujur apa adanya tanpa harus ditutupi.
"Verli kalau kamu ada masalah cerita sama suamimu jangan dipendam sendiri, dia harus tau jangan malah berbohong itu tidak baik, ceritalah kalau kamu sudah tenang ya....ini ujian untukmu jangan pernah berbalik arah lagi teruskan istiqomahmu. Aku senang melihat kamu yang sekarang dari pada yang dulu" tutur kely sembari mengelus pundak verli.
"Gak ada dalam pikiranku untuk berbalik arah key, hatiku sudah mantap untuk terus maju ke depan dan istiqomah. Aku juga tak masalah jika mereka menggunjingku, lagi pula kenyataannya bukan yang dituduhkan oleh fera....hanya saja hatiku sedikit sakit dengar perkataannya tadi" ucap verli dengan wajah sendu menahan tangis.
"Aku percaya kamu kuat apalagi sekarang ada suamimu yang selalu mendampingi, percayalah hafka adalah jodoh yang Allah berikan untukmu. Untuk menemani kesusahan kamu, jangan sia-siakan kesempatan yang Allah beri"
"Iya key, makasih udah nemenin aku dan selalu ada setiap aku butuh teman untuk cerita"
"Kita ini sahabatan udah lama bukan sebulan, dua bulan atau setahun. Jadi gak usah berterima kasih aku sudah menganggap kamu adalah suadaraku"
Seketika verli langsung memeluk kely erat. Ia bersyukur mempunyai sahabat yang baik dan perhatian seperti kely. Sungguh ia sangat beruntung, verli tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yanh Allah beri untuknya.
Ia dikelilingi orang-orang yang baik dan juga sangat menyayanginya. Dipertemukan dengan jodoh yang sholeh, baik akhlak, dan tampan seperti hafka. Verli melepas pelukannya dan menyerka air mata yang ada dipelopak mata.
♡♥♡♥♡♥♡♥♡
Hafka masih merasa ada yang disembunyikan verli darinya, tapi verli tak mau mengakui hal itu. Ummi halimah mengagetkan hafka yang sedang tepatung dduduk disofa. Seketika hafka tersadar dan memberekan perabotannya.
Ummi halimah ikut bingung dengan sikap hafka. Tadi hafka sudah bilang kalau istrinya tidak ikut karna masih ada kuliah disana hanya lima hari saja setelah itu ia akan kembali ke pesantren. Ummi halimah dan abi yusuf memaklumi karna kesibukan mereka masing-masing juga yang tidak bisa ditunda.
Setelah membereskan barangnya hafka pamit untuj ke rumah ustadz devan. Tapi kata abi yusuf ustadz devan ada dipesantren, jadi hafka urung ke rumah ustadz devan.
Hafka pergi ke kantor pengurus biasanya devan ada disitu. Hafka berjalan sambil sesekali para santri menyapanya. Sampai didepan ruangan hafka hendak masuk tapi ternyata yang dicari sudah keluar sendiri. Uastadz devan kaget melihat hafka sudah sampai dipesantren, ia langsung menjabat tangan hafka sambil bertanya kabar.
__ADS_1
Hafka rindu dengan sahabatnya itu, lantas ia mengajak ustadz devan untuk mengobrol sebentar di tempat biasa mereka mencari suasana.
Devan dari tadi clingukan seperti mencari sesuatu, hafka sampai heran.
"Cari apa?" Tanya hafka heran.
"Kamu sendirian kesini? lah istrimu kemana?" Tanya balik devan.
"Dia masih kuliah jadi gak ikut kesini, kasihan udah telat banyak mata kuliah" jawab hafka.
"Gimana sih kamu kan sepasang suami istri masak tinggalnya beda, harusnya kan istri kamu bisa mengerti" ucap devan.
"Gak usah nyalahin istriku, bukan salah dia. Aku memang yang nyuruh dia untuk kuliah dulu, awalnya gak mau sih verli tapi q yang maksa kasihan soalnya, cuma lima hari aja setelah itu verli akan balik ke pesantren"
"Ow gitu, ya sudah terserah kamu saja"
"Nikah dong" ucap hafka tiba-tiba.
"Nikah!! Calonnya saja gak punya main bilang nikah-nikah" selorohnya.
"Itu ukhty haidah masih jomblo, buruan di lamar keburu diambil orang"
"Emang mau nerima aku, sukanya sama kamu bukan aku"
"Keburu diambil orang loh nanti nyesel" goda hafka.
"Iya..iya..doa kan saja semoga segera nemu jodohnya"
"Aamiin"
Devan pamit untuk mengerjakan tugasnya dan hafka pun sama. Obrolan pun diakhiri dengan kepergian mereka masing-masing.
******
Kely mengajak verli untuk jalan-jalan agar tidak suntuk dan memikirkan kejadian tadi waktu dikampus. Kely mengajak verli untuk ke mall tapi ditolak, lalu verli mengajak kely ke alun-alun kota sekalian ketemu sama aina dan tia.
Kely menurut saja agar verli bisa tenang hatinya. Sore itu pun mereka memutuskan untuk mencari suasana keluar. Mereka memilih naik grab saja agar leluasa, biar supirnya tak menunggu lama.
Mereka berangkat berdua saja sampai ditempat tujuan. Kely menggandeng tangan sahabatnya untuk menemui aina dan tia, mereka sudah janjian tadi. Setelah menemukan aina dan tia mereka sejenak mengobrol mencairkan suasana.
Verli sudah merasa tenang dan hatinya sudah tidak memanas seperti tadi. Banyak anak-anak bermain dan bercanda bersama orang tua mereka. Entah kenapa hati verli merasa tenang saat melihat anak kecil.
__ADS_1
Disana verli melihat penjual permen kapas dan es cream, ia malah teringat dengan suaminya. Tadi verli sudah berbohong dengan hafka soal keadaannya yang sekarang. Verli jadi merasa bersalah telah berbohong.
"Assalamualaikum" seseorang tiba-tiba mengucap salam, sontak verli dan ketiga sahabatnya menoleh bersamaan.
"Wa'alaikumussalam" jawab mereka hampir bebarengan.
"Kamu alif kan?" tanya kely.
"Iya, udah lupa emangnya"
"Enggak juga sih, ngapain disini?" tanya kely.
"Gak ada, cuma ngajak adikku jalan-jalan biasa lah"
"Loh verli kok disini, hafka kemana?" tanya alif heran.
"Dia dipesantren, masa cutinya sudah habis" jawab verli.
"Kak verli ya, istrinya kak hafka wah senang bisa ketemu disini" selocoh aisyah yang dari tadi disamping alif.
"Iya, nama kamu siapa lupa kakak?" tanya verli mengakrabkan diri.
"Aisyah, namaku aisyah" jawabnya.
"Nama yang cantik seperti orangnya" puji verli.
"Makasih kak" senangnya aisyah.
"Kalian hanya berempat kesini?"
"Iya iya lah memangnya mau sama siapa lagi. Disini belum ada pasangan semua kecuali verli, ya kalau ada pasangan masing-masing pasti diajak juga" jawab kely ketus.
"Ya ampun jadi perempuan jangan galak amat kenapa sih, lembut dikit gitu loh."
"Apa kau bilang, hei terserah aku lah mau galak, mau lembut itu kan terserah diriku kenapa jadi situ yang sewot" ketus kely.
"Duh kak jangan pada marahan dong baikan gitu loh, awas loh ya nanti jodoh" ucap aisyah.
"Ogah" ucap kely cepat.
"Boleh kalau emang jodoh" ditimpali sama alif.
__ADS_1
"Aamiin" diaminkan oleh sahabatnya dan aisyah.