
Orang tua verli sudah tiba dipesantren, mereka mengawali perjalanan agar tidak terjebak macet dan pulang tidak terlalu malam.
Verli diantar oleh aina dan kely ke rumah abi yusuf untuk menemui orang tua dan kakaknya.
Hati verli sungguh berdebar ini kali pertama ia berpenampilan beda didepan kedua orang tuanya. Verli takut tidak diperbolehkan dan disuruh untuk melepasnya.
"Assalamualaikum" ucap aina dan kely, verli hanya menyauti lirih.
"Wa'alaikumussalam" jawab serentak.
Nadin saat melihatnya kaget dan membuka mata lebar-lebar meyakini apakah di depannya ini adalah verli putri tercintanya.
Safren dan frisko juga kaget melihat penampilan lain dari verli. Hati verli sudah dag dig dug terus dari tadi.
"Verlikan?" tanya frisko memastikan.
"I-i-iya" jawab verli gugup.
Frisko melihat dari bawah sampai atas pakaian verli, lalu menatap verli penuh tanda tanya.
"Aina kamu bisa kembali, terima kasih sudah mengantar verli kesini" kata abi ummi halimah.
"Nggih ummi, aina ke asrama dulu assalamualaikum" ucap aina.
"Wa'alaikumussalam"
Ummi halimah lalu menatap verli penuh kekaguman dan penuh rasa bahagia.
"Papa sama mama apa kabar?" tanya verli.
"Ini beneran kamu sayang?" nadin malah balik tanya.
"Iya ini verli ma......verli mau istiqomah ma, bolehkan verli terus memakai pakaian mulia ini?"
"Mama sama papa gak marah kan? mama sama papa jangan suruh verli lepas ya, tolong izinkan pakaian ini melekat di tubuh verli" ucap verli sambil memohon.
Nadin pun tersenyum ke arah verli dan mengusap lembut kepalanya, seolah merasakan isi hati verli.
"Kalau verli ingin memakai ini, pakailah sayang mama gak akan melarang kamu, menutup aurat itu memang wajib......mama memang tidak pintar soal agama tapi disini belajar lah agama dengan benar dan jangan pernah membuka aurat kamu didepan khalayak yang bisa membawa orang tuamu ke dalam neraka" tutur nadin.
Verli tak terasa air mata membasahi pipinya dibalik niqab. Sungguh kali pertama ini verli mendengar keseriusan yang mendalam diucapan mamanya.
"Papa......" ucap verli seolah mengisyaratkan pada safren apakah boleh atau tidak.
"Itu hak kamu nak, jika memang dengan memakai nya kamu merasa aman dan nyaman pakai lah......asal jangan berbalik ke belakang lagi ya" katanya.
"Terima kasih ma, pa" kata verli memeluk nadin dan safren.
"Alhamdulillah, ummi senang melihat perubahanmu nak, tetaplah istiqomah ya" ucap ummi halimah.
"Nggih ummi"
__ADS_1
......................
Satu minggu telah lewat, hafka akan kembali ke pesantren hari ini juga bersama alif dan aisyah. Mereka ingin ikut dengan hafka karna rindu dengan suasana pesantren.
Niko dan delsa tidak ikut karna niko harus bekerja. Alif akan menyelesaikan pekerjaannya lewat email saja dan nanti akan dikirimkan ke asistennya.
Barang-barang hafka sudah siap dirapikan, kemarin ia juga sudah mengemasi semuanya diapartemen. Sekarang hafka berpamitan kepada paman dan bibinya.
"Paman bibi, hafka pergi dulu ya.....terima kasih sudah mau menerima hafka disini, kapan-kapan kalau ada waktu hafka akan main lagi kesini bareng sama maryam" kata hafka.
"Iya nak, kamu itu keponakan paman sudah sepantasnya seperti itu, lagian alif juga kalau gak ada kamu pasti manyun terus tuh gak ada yang nemenin" goda niko sambil melirik ke arah alif.
"Dih pa apaan sih ya gak gitu juga lah, bohonh tuh ka jangan dipercaya papa itu ngada-ngada" celetus alif.
Hafka pun tertawa melirik tingkah alif seperti bocah. Dan alif malah semakin cemberut karna ditertawakan oleh hafka.
"Gitu aja udah ngambek kayak bocah aja kak, tapi emang bener sih yang dikatakan sama papa" ujar aisyah yang semakin terang-terangan.
"Hiissh dah lah aku tunggu dimobil ka" alif pun menyalami niko dan delsa bergantian lalu pergi menuju mobil.
"Hafka pamit, assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam, hati-hati dijalan ya nanti kalau sudah sampai rumah telfon paman ya"
"Siap paman" jawab hafka.
Mereka pun pergi melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Hafka sudah sudah keluar dan tidak akan bekerja lagi di rumah sakit tersebut, ia sekarang akan menetap dirumahnya sendiri.
Mereka sudah sampai dihalaman pesantren, ummi halimah menyambut hafka bersama suaminya ada juga kenza dan fatma.
Hafka mengambil barangnya di bagasi dibantu oleh alif. Kenza memeluk hafka dan alif bergantian.
"Alhamdulillah kalian sudah sampai, ummi dari tadi sudah menunggu"
"Maaf ummi tadi jalanan agak macet, gimana kabar ummi sama abi?" tanya hafka.
"Alhamdulillah kami sehat nak" jawab abi yusuf.
"Alhamdulillah kalau begitu, oh iya ini tadi hafka sama alif beli oleh-oleh buat ummi dan abi" hafka memberikan paper back pada umminya.
"Kamu beli banyak banget nak, gak bakal habis ini" ucap ummi halimah.
"Gak apa ummi nanti bisa di bawa pulanh sama kak kenza atau sebagian ummi kasih ke santri" jawabnya.
"Ya udah nanti ummi berikan sama santriwati disini aja"
"Aisyah ke kamarku yuk kangen nih sama kamu lama banget gak pernah main kesini" kata maryam.
"Ajak keliling pesantren dong aku pengen liat suasana disini"
"Ummi abi maryam ajak aisyah keliling pesantren boleh kan" ucap maryam meminta izin.
__ADS_1
"Ya pergilah" jawab abi yusuf.
Maryam menggandeng tangan aisyah lalu pergi ke area pesantren.
****
Siang berganti malam, hafka sedang ada di halaman pesantren bersama alif dan ustadz devan. Mereka sedang melepas rasa rindu bersama dan bercengkrama.
Namun waktu shalat isya' sudah dekat mereka pun memutuskan ke masjid bersama. Sampai didepan masjid tak sengaja hafka melihat dua perempuan yang satu dikursi roda dan satu lagi jalan pakai tongkat. Ia mengenali satu perempuan tersebut.
Semakin dekat hafka malah semakin jelas dan tau betul siapa perempuan tersebut alif pun juga mengenali perempuan yang pakai tongkat.
"Kamu kely bukan?" tanya alif mendekati mereka.
Hafka dan ustadz devan menghampiri alif karna merasa tidak enak diliatin para santri.
"Lif ayo udah nanti aja" kata hafka memegang tangan alif.
"Bentar dong ka aku masih penasaran" bantahnya.
"Eh benee kan kamu kely?" tanya alif lagi.
"I-iya" jawab kely gugup karna merasa terkejut melihat hafka dan alif ada dipesantren tersebut.
"Kok kamu ada disini?"
"Key ayo udah masuk waktu shalat isya' " ucap verli.
Hafka seperti mengenali suara tersebut, ia merasa aneh dengan perempuan yang beebicara dengan kely.
"Kely kamu kenal sama mereka?" tanya aina.
"Iya aku mengenal mereka" jawab kely.
"Astagfirullah lif ayo kok malah ngelanjut ngobrol" ketus hafka.
"Bentar dong ka kalian duluan aja lah" kesal alif.
"Maaf sudah masuk waktu isya' gak baik diliat para santri lain" ucap verli.
"Bentar.....bentar deh kely ini siapa temen kamu?" tanya alif penasaran sambil menunjuk ke arah verli.
"Masak kamu gak mengenali dia"
"Ya aku gak kenal lah kan pakai niqab" jawab alif.
"Udah lah lif nanti kalau ketahuan abi kena kamu" ujar hafka.
Hafka pun hendak pergi bersama ustadz devan dan menggandeng tangan alif. Namun langkah nya terhenti saat kely berucap.
"Dia ini adalah sahabatku apa kalian tidak mengenalnya!!" kata kely.
__ADS_1
Sontak hafka berpikir dan kaget, ia bertanya-tanya pada hatinya apakah itu dia? kok bisa ada disini?. Lamunan hafka buyar karna ustadz devan menepuk pundak hafka pelan.