
Verli mengambil piring dan pisau untuk memotongnya dan mencoba sedikit enak apa tidak. Setelah dicoba rasanya enak sekali. Kue dipiringnya dihabiskan oleh Verli sembari menikmati rasanya.
"Mama memang is the best deh gak pernah gagal kalau masalah buat kue" puji Verli.
"Itu juga kamu yang buat bukan hanya mama jadi kamu patut dipuji juga" ujar Nadin.
"Hmm enak loh, oh ya habis ini aku anterin ke rumah ayah ma"
"Iya ini untuk ayah mu, habiskan dulu itu"
"Siap ma bakalan Verli habisin, semua juga boleh hahah"
"Gak enek tuh kalau semua"
"Enggak lah, hmm....mungkin tergantung juga hihihi" ujar Verli nyengir.
"Ada-ada saja kamu ini, sudah habisin dan anter ini cepat"
"Oke"
Ia segera menghabiskan kuenya lalu bergegas pergi ke rumah Dokter Brisma. Supir nya akan mengantar Verli sampai tujuan. Mungkin Verli akan sedikit lama dirumah ayahnya untuk melepas rindu juga. Padahal kemarin juga baru bertemu saat pernikahan Kely.
Mobilnya sudah menyusuri jalanan yang padat kendaraan dan hiru pikuk kota. Suasana bising kendaraan yang berlalu-lalang.
Empat puluh lima menit sudah ditempuh akhirnya Verli sampai di rumah ayahnya. Verli menekan bel rumah. Tak lama seseorang membukakan pintu. Terlihat Leysa yang berdiri diambang pintu membukakan untuk Verli. Dengan ramah ia menyuruh Verli untuk masuk.
Verli pun duduk disofa ruang tamu bersama Leysa. Dari atas terlihat Dokter Brisma turun bersama ibunya. Dengan senyuman lebar Verli menyalami mereka berdua satu-persatu. Dokter Brisma senang didatangi putri tercintanya yang amat sangat dirindukan. Verli menyodorkan paper back berisi kue yang tadi dibuatnya.
"Ini untuk ayah, tadi aku buat sendiri loh. Baru belajar sih tapi semoga ayah suka" ucap Verli.
"Wah pasti enak, nanti ayah makan" jawab Dokter Brisma tersenyum.
"Harus dong"
"Aku cobain sekarang boleh ya kak" pinta Leysa.
"Ohh iya tentu boleh cobalah nanti kalau ada yang kurang maklumin ya soalnya baru belajar"
"Tenang aja ini pasti enak, sebentar...bibi..." ujar Leysa memanggil artnya.
"Iya non ada apa?"
"Bibi tolong ambilin piring dan garbu ya buat makan kue ini" pinta Leysa pada art nya.
"Baik non" Bi Lemi pun bergegas ke belakang.
__ADS_1
Tak lama Bi Lemi kembali membawa garbu dan piring lalu diberikan kepada Leysa.
"Kak enak loh beneran deh, pa jobain nih beneran enak" ucap Leysa sembari menyuapkan kue ke mulutnya.
"Alhamdulillah kalau enak"
"Ow ya kamu tadi kesini sendirian? Lah suamimu kemana?" tanya Dokter Brisma.
"Mas Hafka balik ke pesantren yah, kerjaannya gak bisa ditunda ayah tau sendiri kan. Dia udah ngizinin aku disini, pengennya pulang tapi aku masih kangen sama mama dan juga ayah" jawab Verli.
"Berarti tadi Hafka pulang sendiri!" sahut nenek Rena
"Iya nek"
"Kamu boleh tinggal disini, rindu sama orang tua tapi jangan ninggalin suami sendiri. Suami istri itu harusnya selalu bersama gak boleh pisah-pisah walaupun juga gak lama, nanti siapa yang akan melayani suami mu kalau tidak kamu sendiri. Itu hanya sekedar nasihat dari nenek" tutur nenek Rena.
"Iya nek makasih sudah dinasehati" ujar Verli sembari menunduk pelan.
"Yah tumben dari tadi aku gak ngeliat ibu, kemana?" tanya Verli.
"Lagi keluar tadi, palingan sebentar lagi pulang" kata Dokter Brisma.
"Hmm" ucap Verli manggut-manggut.
Verli sudah sampai dirumahnya. Dengan langkah yang berat ia langsung masuk hendak menuju kamarnya namun ditahan oleh Nadin yang baru saja keluar. Entah dari wajah Verli terlihat musam setelah dari rumah Dokter Brisma.
"Sudah diberikan? Gimana tadi katanya rnak gak?" tanya Nadin menghampiri Verli.
"Sudah ma, enak kok katanya. Verli ke kamar dulu ya" ujarnya berbalik arah tapi ditahan oleh mamanya.
"Kenapa? Dari sana kok malah musam gitu mukanya" kata Nadin, walau pun tertututp cadar raut wajah Verli sudah hapal oleh Nadin.
"Sini duduk, ngomong sama mama kenapa!" ujarnya menepuj sofa disampingnya.
Mau tak mau Verli pun menurut dan duduk disamping Nadin.
"Ceritain kenapa?" tanya Nadin menghadap ke arah Verli.
"Huuffh" Verli mengheka nafas berat lalu mulai bersuara. "Aku mau pulang saja ma ke pesantren" katanya.
"Loh tadi pagi kamu katanya masih kangen sama mama sekarang pindah lagi ingin pulang, kenapa sayang?"
"Harusnya suami istri itu selalu bersama gak berpisah gini, gimana nanti suamiku siapa yang akan melayaninya. Berdosa sekali aku mementingkan diriku sendiri tanpa memikirkan suamiku" keluh Verli menunduk.
"Hmm, nak suami istri itu memang harusnya selalu bersama agar nanti jika suamimu butuh apa-apa ada kamu yang melayani. Mama ngerti kamu kangen sama mama.wajar begini, tapi ya seharusnya kamu ikut saja suami mu pulang mama gak masalah walau pun suamimu sudah mengizinkan"
__ADS_1
"Iya ma, aku mau pulang saja nyusul mas Hafka"
"Pulang sama siapa?"
"Entah lah ma"
"Biar diantar supir saja nanti mama suruh nganter kamu, sekarang siap-siap dulu sana"
"Nggih ma makasih" ujarnya memeluk sang mama tercinta.
Dalam kamar Verli membereskan barang-barangnya, menata dengan rapi. Sembari membatin dan merasa bersalah. Meninggalkan suaminya sendiri. Setelah semua beres Verli pun turun dan bergegas menuju teras depan yang sudah ada Nadin menunggu disana.
"Ma aku pamit pulang dulu ya, makasih udah memberi pencerahan pada Verli. Kapan-kapan kalau libur aku kesini lagi, jaga kesehatan dan jangan lupa makan. Sampaikan salamku dan terima kasih sama papa dan kak Frisko"
"Iya berhati-hati lah kalau sudah sampai hubungi mama oke!"
"Siao ma, Verli pergi dulu assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam" jawab Nadin sembari memeluk Verli.
Verli masuk ke dalam mobil lalu menutup pintunya dan membuka jendela sedikit. Tangannya melambai ke arah Nadin. Dibalas senyuman dan lambaian tangan oleh Nadin. Mobil pun mulai jalan dan meninggalkan kediaman rumahnya. Setelah mobil hilang dari pandangan, Nadin pun kembali masuk ke dalam rumah.
♡♥♡♥♡♥♡
Hafka sudah sampai di pesantren sejak tadi. ia membersihkan diri lalu ke masjid mengisi tausiyah untuk menggantikan sang Abi. Tugasnya dilanjut ke rumah sakit entah tiba-tiba ada pasien dadakan yang butuh pertolongannya. Setelah dapat izin dari orang tua Hafka segera berangkat ke rumah sakit dengan sedikit tergesa-gesa.
Setelah menempuh perjalanan akhirnya Hafka sampai di rumah sakit. Dikoridor ia bertemu dengan dokter lain yang akan membantunya. Memberikan diaknosa dan dokumen lain. Hafka pun pergi menuju pasien tersebut yang berada di IGD. Semua hasil dicermati dan dipahami dengan baik. Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, pasien harus dilakukan operasi karna terdapat luka patah dibagian kakinya.
Semua sudah disiapkan dan tinggal melakukan tindakan. Pasien pun dimasukkan ke ruang operasi. Butuh waktu panjang untuk melakukan tindakan ini.
Dengan kerja keraa dan usaha pasti ada hasil yang maksimal. Dua jam sudah Hafka melakukan operasi akhirnya selesai juga. Dengan perasaan lega dan senang karna berhasil.
Hafka memasuki ruangannya setelah melewati masa yang panjang. Merebahkan bobot tubuhnya sebentar untuk mengurangi rasa lelah. Hatinya berasa hampa karna biasanya ada Verli yang akan menyemangati namun hari ini istrinya tak akan menemani bahkan sampai nanti ia pulang.
-
-
-
Hay readers apa kabar nih? semoga kalian sehat selalu ya😊. Maaf kalau author jarang aktif atau menyapa kalian 🙏 karna kesibukan.
Boleh minta kerendahan hati kalian buat dukung karya ini dengan cara Vote, Like, Hadiah, dan Komen nya🌷🌷. Author lebih suka komenan kalian sih 😁 tinggalkan komen untuk author boleh ya.
By love you all❤❤
__ADS_1