
Tak lama frisko datang membawa dua botol minuman dan camilan lalu diberikan pada verli namun tak ada jawaban dari verli.
"Hei dek nih minumannya... eh kok bengong sih deeekk" karna verli bengong frisko menggoyahkan pundak verli.
"Ah apa eh iya kak makasih" jawab verli terkejut sampai gelagapan.
"Kamu mikirin apa sampai melamun?" tanay frisko duduk disebelah verli.
"Ohh enggak kok cuma liat mereka itu bajagia banget ya bisa jalan kesana kemari" verli memandangi seorang gadis yang berlarian bermain bersama orang tuanya.
"Sabar ya berdoa lah semoga bisa cepat sembuh nanti main sama kakak" ujar frisko memberi semangat.
"Iya kak"
Kemudian verli meminum minuman yang tadi dibeli sama frisko, padahal tadi verli melamun gara-gara hafka tapi dia tidak mau bilang sama frisko.
-
-
-
-
Flashback On Verli
Hari ini veeli sudah diperbolehkan pulang tapi harus istirahat total dirumah tidak boleh capek dan banyak pikiran. Setelah sampai rumah verli senang sekali bisa kembali tanpa harus menghirup udara rumaj sakit.
Verli sedikit berpikir entah apa yang dipikirkan, ada rasa sedih dalam hati kecilnya. Dia tidak bisa berkuliah lagi dengan keadaan seperti ini, ia masih ingin bersenang-senang. Lamunan verli buyar karna nadin meneouk pundaknya.
"Anak mama kenapa malamun jangan sedih dong kan udah boleh pulang" ujar nadin menunduk menatap wajah verli.
"Enggak kok ma verli hanya ingin bisa berkuliah lagi seperti dulu" ucap verli matanya sudah menumpuk dengan air mata.
"Kamu pasti bisa sembuh kok dan kuliah lagi" ucap frisko.
"Iya nak benar kata kakakmu jangan pantang menyerah ayo berjuanglah kami akan selalu menemanimu" kata nadin memberi semangat pada verli untuk bisa sembuh kembali.
Verli tak menjawab semua ucapan nadin dan frisko ia memilih diam sedang memikirkan sesuatu yang mengganjal dihatinya. Tiba-tiba dia teringat ucapan hafka saat koma, bahwa ia akan memberi tau namanya kalau verli sudah sadar dan hafka berharap verli mau berubah. Itulah yang dipikirkan verli sekarang, lalu dia menatap kedua orang tuanya dan frisko.
"Papa mama verli ingin menjadi orang baik dan tidal menyusahkan kalian" katanya membuat nadin dan safren melebatkan matanya.
"Maksud kamu apa sayang, mana mungkin kamu menyusahkan kita enggak ada kol" jawab nadin memegang telapak tangan verli.
__ADS_1
"Verli mau berubah pa ma jadi orang yang lebih baik dari sekarang, verli ingin jadi orang baik yang bisa menjaga kehormatan diri verli sendiri, verli ingin pakai hijab seterusnya tolong bimbing verli ya ma" verli menjabarkan panjang lebar apa yang ada dalam hatinya.
Safren nadin dan frisko terkejut dengan ucapan verli, karna selama ini verli yerbilang manja dan susah untuk diatur bahkan dia keras kepala seenaknya sendiri, keluarpun memakai baju yang kurang bahan sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya tapi sekarang tiba-tiba verli mengatakan ingin berubah sungguh mengejutkan untuk mereka.
"Kamu serius sayang... apa yang kamu ucapkan itu serius?" tanya nadin meyakinkan bahwa verli benar tidak bohong.
"Iya ma verli beneran tolong ajari verli" ucap verli dengan air mata yang membasahi pipinya.
"Sudah jangan menangis ya, mama senang kalau kamu ingin berubah nak mama senang sekali, kami akan senantiasa ada untuk kamu dan tak akan pernah meninggalkanmu mama akan mengajari tentang kebaikan padamu" ujarnya.
"Makasih mama" lalu verli memeluk erat nadin dengan hati gembira bahkan nadin tak kalah senangnya.
Lalu frisko bertanya apa alasan verli ingin berubah secara tiba-tiba.
"Dek kakak mau tanya apa alasan kamu ingin berubah apa ada yang membuatmu begini?" tanya frisko.
Terlihat verli diam sedang memikirkan sesuatu, berpikir apa yang harus dijelaskan pada orang tuanya dan frisko apa ia harus jujur alasan ingin berubah. Akhirnya verli terus terang pada frisko dan kedua orang tuanya karna tidak mau ada yang disembunyikan.
"Verli ingin berubah yang pertama itu karna hati verli sendiri dan kedua karna seorang lelaki yang sudah menyadarkan verli...." ucapan verli tentang lelaki itu membuat orang tua dan frisko berpikir lelaki siapa?.
"Pria itu datang saat verli koma dialam bawa sadar verli, dia mengatakan bahwa verli harus berubah jadi orang yang lebih baik, dia berharap verli bisa berubah dan menyadari semua kesalahan verli terus....." verli tidak melanjutkan perkataannya karna apa iya dia harus bilang bahwa pria itu tidak sekali dua kali verli temui dan karna ia penasaran dengan namanya.
"Terus apa dek lanjutkan ucapanmu kenapa diam" ucap frisko yang hanya melihat verli diam tak melanjutkan ucapannya.
"APA!! ingin tau namanya memangnya siapa pria itu apa dia tidak mengenalkan namanya" jawab frisko sedangkan nadin dan safren masih menyimak.
"Sebenernya tuh aku udah ketemu dia beberapa kali sama kely tapi.... dia gak mau ngasih tau namanya kata dia nanti ada saat verli akan tau sendiri, dia juga menyuruhku untuk menutup aurat" verli mau tak mau harus jujur karna orang tuanya juga berhak tau.
"Emang kamu kenal betul sama pria itu?"
"Enggak sih, awalnya kita bertemu saat aku mengantar mama untuk periksa waktu itu dan dia gak sengaja menabrak aku dikoridor rumah sakit ya sejak hari itu aku terus saja bertemu sama dia, pertemuan kedua itu dia menolongku dari preman..."
"Mungkin dia jodohmu" ucap nadin tiba-tiba.
"Haa ya gak mungkin lah ma, dia alim baik hati gak cocok sama verli yang begini sepertinya dia pria baik, memandang verli aja gak mau katanya haram untuk dia liat" ucapan verli membuat nadin tersentuh.
"Jarang sekali mama temui pria seperti dia yang lebih menjaga martabatnya salut mama, semoga aja deh kalian bener-bener berjodoh" nadin sangay kagum mendengar penuturan verli.
"Apaan sih ma, gak usah berharap" tungkas verli.
"Ya kan mama hanya berdoa saja"
"Kakak berharap sih juga gitu dia bener jodohmu, lelaki seperti dia jarang banger loh ada"
__ADS_1
"Udah aku mau ke kamar, ow ya ma nanti ajari verli ya" pintanya.
"Iya sayang sekarang istirahatlah" jawab nadin.
Verli hanya mengangguk lalu di dorong oleh frisko menuju kamarnya, setelah sampai dalam kamar frisko menggendong verli untuk naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya. Frisko menyelimuti verli dan membenarkan tidurnya kemudian frisko perhi keluar kamar meninggalkan verli untuk beristirahat.
Setelah kejadian itu verli memutuskan benar-benar untuk berubah terlihat dari keseriusannya. Pada sore hari veeli dibantu oleh mamanya untuk memakai kerudung bahkan shalat berjamaah bersama semua itu dilakukan oleh verli. Awalnya verli merasa gak enak karna belum terbiasa namun dipaksakan oleh verli, tiap hari ia tak pernah lupa untuk mengerjakan shalat fardhu.
Begitu seterusnya sampai verli mulai terbiasa, dalam dirinya verli masih menetapkan pendiriannya mencoba untuk istiqomah dan lebih baik kedepannya.
Flashback Off Verli
❤❤❤❤
Hafka kembali ke tempat yang tadi alif dan aisyah tempati, hatinya merasa kagum dengan perubahan verli ternyata ucapannya bukan hanya didengar tapi juga dilakukan. Hafka berharap itu bukan karnanya melainkan memang dari hatinya.
Hingga hafka sudah sampai ditempat awal, melihat alif dan aisyah sedang bersenda gurau bersama lalu hafka datang.
"Lama gak nunggunya?" tanya hafka duduk disebelah alif.
"Enggak kok kamu aja sebentar tadi" ucap alif.
"Kak ke pantai yuk" ajak aisyah karna pengen sekali bisa diajak ke pantai.
"Gimana afka mau gak?" tanya alif pada hafka.
"Iya ayo lama juga gak refresing nih biar gak pusing mikir kerja mulu heheheh" ucap hafka terkekeh kecil.
"Oke yuk"
Mereka membereskan sisa makanan tadi lalu dibuang di tempat sampah dan bergegas pergi meninggalkan taman menuju tempat tujuan lain yang tadi mereka bicarakan.
-
-
-
HAI READERS TERIMA KASIH BANYAK UDAH SUPPORT AUTHOR😊 UDAH 24 BAB AJA NIH.
TERUS DUKUNG KARYA INI DENGAN LIKE, VOTE, HADIAH, KOMEN JANGAN LUPA 😁
MAU LANJUT GAK NIH? KOMEN YA
__ADS_1