CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 54. KENAPA DIRAHASIAKAN?


__ADS_3

Verli pun pasrah saja dengan keputusan yang sudah dijadwalkan. Menolak tak enak hati jadi ia nganut keputusan orang tuanya.


Nadin dan safren sudah senang dengan hafka saat pertama kali mendengar cerita dari verli. Apalagi sekerang ketemu langsung dan melihat langsung sosok hafka yang diceritakan oleh verli. Nadin cukup senang jika hafka menikah dengan verli. Dia sudah menduka dan berangan-angan apakah hafka nanti adalah jodoh verli.


Verli tak mau acaranya dibesarkan, ia maunya sederhana saja. Verli juga tak mau pernikahannya diketahui oleh mahasiswa dikampusnya. Verli juga mau mengundang kerabat dekat saja. Keluarga hafka tidak keberatan dengan keputusan verli, mungkin ia belum siap. Jika nanti sudah tiba pasti verli akan mempublik juga. Asal tidak disembunyikan dari kalangan pesantren karna itu tak mungkin.


Sebelum kepulangan hafka dan orang tuanya nadin juga safren ingin jujur sesuatu. Verli diminta untuk ke kamarnya karna nadin dan safren akan mengatakan hal mengenai ayah kandung verli kepada keluarga hafka terutama hafka sendiri. Mereka akan mengatakan pada verli nanti untuk sekarang nadin akan mengatakannya dulu pada keluarga hafka.


Dari awal sampai akhir hafka mendengarkan dengan seksama sampai pada akhirnya ia terkejut mendengar siapa ayah kandung verli sebenarnya. Dan itu bukan papanya yang sekarang melainkan orang lain, terpaksa mereka jujur karna verli perlu wali untuk menikah.


"Jadi ayah kandung verli dokter brisma?" tanya hafka kaget.


"Kamu mengenalnya nak?" tanya ummi halimah.


"Sebentar..." hafka mengambil hanphone dan menyodorkan sebuah gambar foto digalerinya. "Apakah ini foto saat verli masih kecil?" tanya hafka.


"Benar ini foto verli, kamu dapat dari mana nak foto itu" tanya balik nadin terkejut.


"Ini saya dapat dari dokter brisma, rekan kerja saya dirumah sakit sebelum saya pindah tempat kerja, dokter brisma ini mencari anaknya selama bertahun-tahun namun tak kunjung ketemu" jelas hafka membuat nadin dan safren semakin syok.


"Dokter? Ja-jadi brisma satu kerja dengan kamu"


"Iya tante"


" Dia kerja dirumah sakit mana?" tanya nadin.


"Rumah sakit yang biasa verli terapi dan verli juga sempat bertemu dengan pak brisma sekali bersama saya ditaman kota, tapi verli belum mengenal pak brisma sebagai ayah kandungnya" jelas hafka lagi.


"Untuk masalah ini biar kami selesaikan secara keluarga, setelah ini kami akan jujur kepada verli, kami minta maaf kyai atas ketidakjujuran ini"


"Tidak apa, anda sudah jujur kepada kami sebelum hari pernikahan sungguh saya menghargainya, semoga verli pun bisa mengerti"


"Aamiin"

__ADS_1


Setelah perbincangan cukup serius dan keluarga hafka menghargai kejujuran semua itu. Mereka kembali pulang dan tiga hari lagi mereka akan kembali dengan menikahkan putranya. Nadin mempersiapkan segalanya dengan matang.


*******


Tugas mereka sekarang untuk jujur ke verli mengenai sebenernya yang terjadi. Dan mereka harus segera mempertemukan verli dengan ayah kandungnya sebelum hari akad tiba.


Safren dan nadin sudah siap dengan semua yang akan terjadi. Malam nya verli dipanggil untuk duduk bersama diruang tamu setelah makan malam. Frisko juga sudah tau namun ia ikut merahasiakan.


Verli sudah anteng diruang tamu untuk mendengarkan ayahnya bicara. Dengan sikap yang bingung karna wajah orang tua dan kakanya serius sekali.


"Apapun yang akan terjadi nanti tolong dengarkan mama sama papa bicara sampai selesai, jangan putus ucapan kami, kamu dengarkan verli" kata nadin.


"Iya ma, serius banget sih penting sekali ya" ujar verli.


"Ini penting verli tentang papa kamu"


"Papa? Lah papa ada disini kenapa harus dibicarakan ma"


"Dengarkan mama dulu sayang" kata nadin


Nadin melirik suaminya, setelah mendapat anggukan dari suaminya, nadin pun membesarkan hatinya dan menjelaskan semuanya.


"Mama sama papa sebelumnya mau minta maaf sama kamu, tolong bebesar hatilah untuk memaafkan kami" Nadin tak kuat untuk menjelaskan kenyataan yang sulit untuk diutarakan.


Verli bingung apa yang ingin mama nya katakan sampai sedih seperti itu.


"Papa ini bukanlah papa kandungmu verli dan kak frisko juga bukan kakak kandungmu"


Doar, deg.


Jantung verli terasa berhenti seketika itu. Ia melongo sangking terkejutnya, bengong bercampur bingung. Sampai ia tak bisa berkata apapun dan mencerna ucapan papanya. Sedangkan nadin dari tadi menahan isak tangisnya agar tak keluar.


"Ap-apa mak-maksud papa bilang seperti itu, mama tolong jelasin" ucap verli sampai mulutnya terbata-bata saat bicara.

__ADS_1


"Sayang, ayah kandungmu bukan lah suami mama yang sekarang, maaf kan kami karna tidak pernah jujur pada kamu karna sulit bagi mama untuk jelasinnya" Nadin menyerka air mata yang mulai menetesi pipinya.


"Terus ayah kandung verli siapa ma, siapa? Dan kenapa mama rahasiakan dari verli, kenala gak jujur dari dulu" Verli menangis dibalik niqabnya.


"Ceritanya panjang nak, ini bukan kesalahan mama atau pun ayah kandungmu, jadi jangan salahkan ayah kandungmu" jelas safren menenangkan verli.


"Mama sama ayahmu cerai saat kamu baru berusia 1 tahun, kami menikah muda tapi orang tua mama tidak merestui hubungan kami, sampai pada akhirnya kakekmu mengancam mama kalau tidak mau cerai dengan ayah kamu, maka keluarga dia tidak akan hidup tenang dan nyaman......mama tidak mau itu terjadi sampai akhirnya nenekmu menjodohkan mama dengan papamu yang sekarang, mama banyak-banyak bersyukur karna papamu menerima mama apa adanya" jelas nadin, semakin membuat verli merasa sakit hati karna merasa dibohongi.


"Dimana ayah kandung verli ma? Kenapa mama tidak pernah mempertemukan kami berdua.....hikz...hikz" Derai air mata verli tak bisa berhenti.


"Mama tidak tau keberadaan ayahmu verli dan saat itu masih ada nenek dan kakekmu, sekarang kamu sudah dewasa berhak mengetahui semuanya sebelum akad nikahmu tiba karna kamu juga perlu wali nikah"


"Maaf kan kakak verli, karna ikut merahasiakan ini semua, walau pun kakak bukanlah kakak kandungmu tapi kasih sayang ini tulua dan kamu sudah seperti adik kandung kakak" Frisko juga merasa bersalah karna ikut andil merahasiakan hal besar dari verli.


Verli ingin marah pun tak bisa karna ini semua juga bukan kesalahan mamanya atau pun papanya. Mereka juga dalam keadaan yang serba salah, untung papanya ikhlas menerima sang mama dan dirinya. Verli juga mengerti posisi mamanya saat itu. Disisi lain verli bersyukur dipertemukan dengan papa tiri yang baik dan kakak yang tulus menyayanginya selama ini sampai dewasa.


"Papamu saat itu orang yang sederhana oleh karna itu orang tua mama tidak merestui tapi kami masih mempertahankan hubungan ini sampai menikah karna keterpaksaan" jelas nadin lagi.


"Verli ingin ketemu ayah ma" Suara verli lemas seperti tidak ada tenaga lagi.


Ia tak mau berdebat karna yang di inginkan sekarang adalah bertemu dengan ayah kandungnya.


"Besok mama pertemukan kamu dengan ayahmu, mama juga baru tau nak tempat kerja ayahmu sekarang"


"Aku ke kamar dulu ma" Tanpa basa basi verli langsung pergi begitu saja ke kamarnya.


Hatinya hancur karna tidak mengetahui hal besar seperti itu. Apalagi keluarganya sudah tau namun dirahasiakan darinya.


Ia menangis sejadi-jadinya di kamar, mengeluarkan kekesalan, kemarahan, kecewa dan semua yang dirasakan. Ia melepas niqab dan merebahkan tubuhnya diranjang sambil memegangi guling yang mengarahkan ke wajah agar tangisnya tak bersuara.


Tengah malam verli sudah terjaga, matanya bengkak karna menangis semalaman. Ia mencuci wajahnya agar tidak begitu kelihatan bekas tangisnya dan segera ia mengambil air wudhu lalu menggelar sajadah.


Verli menumpahkan segala rasa kegundahan dalam hati dan kekecewaan yang mendalam. Air matanya tumpah kembali saat sujud dan tangan menengadah ke atas.

__ADS_1


Diambil Al-Quran ia baca lembar demi lembar. Hanya itu penenang dalam hatinya selain bersujud dan berdoa. Setelah merasa hatinya tenang ia kembali ke ranjang. Ia tidak bisa tidur lagi sampai menjelang subuh.


♡♥♡♥♡♥♡♥♡


__ADS_2