CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 66. PULANG


__ADS_3

"Ogah" ucap kely cepat.


"Boleh kalau emang jodoh" ditimpali sama alif.


"Aamiin" diaminkan oleh sahabatnya dan aisyah.


Kely melongo mendengar jawaban dari sahabatnya, sontak tatapan kely dibarengi dengan tawaan mereka semua. Melihat ekspresi kaget dari kely yang menurut mereka lucu saat dilihat.


"Apa-apaan kalian ini, sangat menyebalkan bukan membelaku malah doain" gerutu kely kesal.


"Doa baik tak ada salahnya kan kita mengaminkan, barangkali aja nemu jodohnya disini biar gak kesepian lagi" ucap verli sedikit dengan nada menggoda.


"Ngapain sih kamu juga, aku kemanapun selalu ada kamu, gak bisa ya sekali aja gak usah ngikutin kayak anak kucing aja" omel kely pada alif.


"Kenapa malah nyalahin aku, emang dari tadi aku disini....nih liat aku sama adikku bukan ngikutin kamu, dih kepedean banget" jawab alif.


"Ck menyebalkan" ucap kely lalu ia langsung pergi begitu saja meninggalkan alif dan ketiga sahabatnya tanpa pamit.


"Eh key main nyelonong aja tungguin dong" celetus verli.


Verli pun pamitan sama alif untuk duluan bersama aina dan tia. Akhirnya mereka nyamperin kely yang ngambek seperti bocah. Padahal hanya gurauan tapi malah dianggap serius. Karna kely merasa terpojok saat perbincangan tersebut menjadikan moodnya hilang.


Kely terus berjalan tak menghiraukan ucapan ketiga sahabatnya yang memanggil. Sampai kely agak menjauh dan memilih tempat duduk. Ia juga merasa capek jalan terus dan melihat verli, aina, dan tia mendekatinya.


Verli jadi ikut kesal karna ditinghal kely begitu saja, apalagi saat dipanggil kely tidak menyauti dan malah terus berjalan meninggalkan mereka. Sampai ditempat kely, mereka duduk disampingnya dengan verli yang masih merengut capek.


Verli yang capek dan haus memutuskan untuk membeli minum. Didekat mereka duduk tak jauh dari sana ada penjual air mineral. Verli membeli empat untuk sahabatnya juga. Setelah itu verli kembali sambil memberikan botol minum yang dipegangnya pada sahabatnya.


Merasa hausnya sudah hilang dan perasaannya sudah tenang verli kembali menggerutu kepada kely karna dibuat capek harus mengikuti arah kely pergi.


"Bercanda key malah dibuat serius kalau memang tak suka ya diam aja jangan malah bikin kami jalan dan harus mengikutimu" tegur verli.


"Iya...iya...maaf lagian aku gak nyuruh kalian untuk mengikutiku, kalian juga ngapain malah bela itu orang ngeselin pula" ucap kely yang juga merasa bersalah telah meninggalkan sahabtnya begitu saja.

__ADS_1


"Jodoh gak ada yang tau key, kalau memang jodohmu dia mana bisa kamu pungkiri. Doa baik tak masalah kan kita aamiinkan, gak ada yang salah juga" kata aina menimpali.


"Huufhh, terserah kalian deh aku males berdebat, cari makan yuk laper nih" pasrahnya karna males berdebat dan tak mau bertengkar.


"Ayo aku juga laper nih, mau cari makan dimana?" Tanya tia.


"Diujung jalan sana ada restoran mau makan disana saja bagaimana?" tawar kely.


"Tenang aja aku yang traktir hari ini sebagai permintaan maaf ku, udah jangan mikir lama-lama ayo" ucap kely laku pergi mendahului mereka bertiga.


Kely tau isi kepala aina dan tia. Mereka harus hemat karna harus membagi ongkos antara kuliah dan dipesantren. Walau pun terbilang cukup sama saja mereka harus berhemat.


Mereka mengikuti langkah kaki kely menuju restoran yang dimaksud. Tak begitu jauh hanya butuh menyebrang jalan saja sudah sampai ditempatnya. Kely mengambil tempat duduk samping jendela. Pelayan restoran menghampiri mereka dan memberikan menu yang ada. Setelah menentukan pesanannya pelayan tersebut kembali untuk menyiapkan pesanan mereka.


Tak lama pesanan mereka sudah datang. Mereka menikmati hidangan didepan mata, sambil sesekali bercanda dan memuji makanannya yang terbilang enak.


"Ini sih gak kalah dari restoran yang biasa kita kunjungi, enak juga bisa jadi pengunjung setia nih aku" oceh kely.


"Iya enak juga....gak salah lah kita kesini" saut aina.


"Boleh kalau gak sibuk dan dable tugas"


*****


Lima hari telah berlalu verli akan kembali ke pesantren bersama supir yang aka mengantarnya. Orang tuanya tidak bisa mengantar bahkan frisko pun sama. Mereka sibuk bekerja dan banyak meeting hari ini. Jadi verli terpaksa diantar oleh supir, verli juga gak kepikiran sih untuk pulang bersama orang tuanya. Ia berniat pergi sendiri saja tanpa harus mengganggu kedua orang tuanya atau pun sang kakak.


Verli sudah merapikan barang-barangnya dan dibawakan oleh supirnya ke dalam bagasi. Setelah semua selesai verli pamit ke orang tuanya sambil menyalami satu persatu. Nadin sesekali menasehati verli agar bersikap sopan dan mentaati suaminya. Patuh akan perintah dari suaminya dan melayani dengan baik.


"Iya ma, verli pasti akan ingat petuah-petuah dari mama, verli pamit ya ma..pa..kalau ada waktu berkunjunglah kesana" ucapnya.


"Iya sayang hati-hati dijalan, kalau sudah sampai hubungi mama"


"Oke, verli pergi dulu assalamualaikum"

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam"


Verli pergi dan masuk ke dalam mobil. Nadin melihat mobil yang dinaiki verli semakin lama semakin menjauh. Rasanya masih berat melepas putri tersayang, rindunya masih belum terobati penuh. Tapi verli juga punya kewajiban bersama suaminya dan tanggung jawab verli berganti kepada hafka.


Lama menempuh perjalanan verli sempat menelfon hafka memberi kabar kalau dirinya sudah diperjalanan. Hafka tak bisa menjemput verli karna ada pasien yang harus ditolongnya. Verli tak mempermasalahkan hal itu, ia tau kalau suaminya sibuk.


Setelah menelfon verli menutup kembali telfonnya dan menyin hanphone ke dalan tas. Ia kembali fokus melihat area kota yang sangat banyak orang beraktivitas.


Beberapa jam akhirnya verli sudah sampai dipesantren. Ia sudah disambut hangat oleh kedua mertuanya dan sang suami. Hafka membantu supir untuk menurunkan koper dan tas verli.


Verli menyalami kedua mertuanya dengan lembut dan berganti pada hafka. Verli duduk diruang tamu bersama keluarga hafka. Dulu sebagai murid sekarang menjadi menantunya. Verli juga tak menyangka takdirnya seperti itu padahal dulu tidak ada kepikiran buat verli untuk menikah dengan hafka bahwan ia memandang hafka sebelah mata merasa jijik.


Hafka mengajak verli untuk ke kamarnya istirahat. Ummi halimah juga menyuruh hafka untuk mengantarkan ke kamar. Hafka menunjukkan arah kamarnya yang terletak ditengah dan dibelakang sendiri juga masih ada kamar.


Verli melihat sekeliling kamar hafka terlihat sangat rapi bahkan tanpa ada yang berserakan sedikit pun. Ia pun berniat memasukkan bajunya ke lemari dan hafka menunjukkan lemari yang kosong.


Verli segera membereskan kopernya dan memasukkan semua baju ke dalam lemari. Saat lemari dibuka verli dibuat tercengang karna setiap pakaian tertata rapi dan sudah diatur tempatnya sendiri-sendiri. Kalau biasanya lelaki sudah berantakin ini malah sebaliknya.


"Rapi sekali....bahkan lebih rapi dari kamarku" gumam verli lirih tapi masih bisa didengar oleh hafka.


"Aku gak suka kamar yang berantakan, jadi kalau habis melakukan sesuatu langsung taruh pada tempatnya jangan diserakin...." jawab hafka yang duduk disofa kamarnya.


"Eh....iya mas" ujarnya singkat.


Verli kembali membereskan pakaian. Setelah selesai verli bingung mau ngapain masak harus dikamar seharian. Ia menawarkan hafka teh biar ada kerjaan dikit.


"Enggak deh habis ini aku mau ke rumah sakit, kalau kamu mau ikut kegiatan dipesantren silahkan, aku siap-siap dulu" kata hafka menaruh buku ditangannya ke tempat semula.


"Pulang jam berapa?" tanya verli


"Mungkin sorean, kenapa?"


"Gak apa-apa kok, nanti aku mau ke pesantren aja ikut kegiatan mereka" jawab verli

__ADS_1


Hafka mengangguk dan berbalik menuju kamar mandi. Verli menyiapkan pakaian untuk suaminya tapi takut seleranya gak sama. Verli mengambil baju yang sekiranya cocok dipakai hafka saat kerja. Hafka keluar dari kamar mandi hendak mengambil pakaian tapi ternyata verli sudah dulu menyiapkan.


__ADS_2