CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 30. KEBERSAMAAN


__ADS_3

"Asal kamu tau ya hafka itu tidak pernah memandang fisik seseorang, dia didik dari kecil dengan ilmu agama mangkanya dia begitu menjaga dirinya dan kalau masalah profesi itu memang kemaunnya sendiri, apakah kamu sudah tau tempat tinggalnya?" tanya alif.


"Hm dia gak nyebutin pasti tempatnya tapi katanya gak jauh dari tempat waktu itu kamu nolongin aku" jawab verli akhirnya membuka suara.


"Ya memang gak begitu jauh sih, dia memang anak santri dulu terus waktu udah besar gantian ia ngajar disitu tapi gak lama karna hafka melanjutkan kuliahnya"


"Ow jadi hafka itu bisa dibilang ustadz? ya kan begitu!"


"Enggak juga sih soalnya ia hanya bantuin abinya, kebanyakan orang menganggap dia begitu tapi orangnya sendiri gak mau disebut gitu" jelas alif.


"Emang abinya juga ngajar disitu?" tanya verli membuat alif sedikit terkekeh.


"Iya bahkan lebih dari hanya sekedar mengajar hihihi" ucap alif yang masih terkekeh membuat verli jadi kebingungan.


"Lah terus? kenapa malah ketawa ada yang lucu?" verli merasa kesal karna ditertawakan alif.


"Enggak kok gak gitu maksudku, jadi sebenernya orang tua hafka pemilik pesantren itu tapi emang hafka gak mau kelihatan terlihat pamer ataupun sombong, dia itu orang lembut aslinya tapi kalau sama perempuan sedikit cuek ya pasti kamu taulah" penuturan alif membuat verli melotot tak menyangka ditambah lagi kaget.


"Lah aku kira dia yang nyantri disitu ternyata milik orang tuanya ya ampun!!" ucap verli kaget.


"Iya jangan kaget emang si hafka itu gitu" tutur alif.


"Ya Allah ternyata dia anak kyai toh hadeh kenapa gak mau jujur sih ih, eh tapi kenapa malah aku berharap dia ngasih tau ya, ampun deh nih hati kenapa toh" gumam verli dalam hatinya.


Alif yang melihat verli hanya diam saja seperti memikirkan sesuatu mengarahkan tangannya di depan wajah verli dan melambaikan ke kanan dan ke kiri untuk membuyarkan lamunan verli.


"Hei kenapa malah melamun, ciiiee mikirin hafka ya" goda alif membuat kedua pipi verli merah malu dan salah tingkah.


"Eh enggak ya jangan asal bicara" elak verli tak terima.


"Suka juga gak papa, karna cinta iti datang tiba-tiba dan harus diperjuangankan bukan lagian hafka juga gak punya pasangan tuh alias masih jomblo hahahah" kata alif tertawa.


"Haduh kenapa malah ngomongin dia dah gak ada topik lain apa?" ucap verli mengalihkan pembicaraan.


"Hmm kayaknya aku harus balik dulu ke kantor ya, aku tinggal gak papa kan?" ujar alif melihat jam tangan di pergelangan tangannya.


"Iya gak papa makasih atas waktunya udah nemenin disini" ucap verli.


"Oke santai aja soalnya tadi aku habis meeting disini juga, ya udah pergi dulu assalamualaikum"

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam"


Alif beranjak pergi meninggalkan verli, setelah alif sudah jauh keluar tak lama frisko datang menghampiri verli. Ia sudah selesai dengan meetingnya dan bergegas menemui verli karna tak ingin membuat adiknya menunggu lama.


Setelah duduk dan mengobrol sebentar dengan verli, lalu ia mengajak verli untuk pulang beristirahat. Diperjalanan verli menceritakan pertemuannya dengan alif tadi dari awal sampai akhir tanpa ada yang ia tutupi. Frisko mendengar semua cerita verli dan kagum dengan kegigihan juga kerja keras hafka. Dalam hatinya frisko berharap hafka adalah jodoh verli entah kenapa ia yakin hafka itu adalah sosok lelaki yang baik dan bisa membahagiakan verli.


*********


Hafka sudah memasuki halaman pesantren yang disambung beberapa santri laki-laki, didepan rumahnya juga sudah ada kedua oranh tua, maryam, dan kakaknya kenza. Hafka mengambil barang-barang dan bawaannya tadi dibagasi, ada tiga santri yang dengan senang hati membantu hafka membawa ke dalam rumahnya. Ia dampai didepan teras rumah lalu mencium punggung tangan kedua orang secara bergatian dan maryam mencium tangan hafka. Disitu juga ada fatima yang kehamilannya sudah membesar.


Mereka pun masuk ke dalam rumah duduk diruang tamu sambil hafka mengucapkan terima kasih pada ketiga santri tadi, lalu ketiganya kembali ke asrama. Hafka memberikan tas belanjaan yang berisi snack dan beberapa minum kepada maryam tak lupa ia juga memberikan sedikit bahan pokok kepada uminya. Melihat hafka saja sudah membuat hati kedua orang tuanya senang apalagi dibelikan berbagai macam kebutuhannya.


Tak lupa hafka tadi juga membelikan beberapa oleh-oleh yang ia beli, lalu diberikan kepada orang tuanya dan kenza. Abi yusuf sangat senang bisa melihat hafka kembali karna beberapa bulan ini hafka tidak pulang. Fatimah berjalan dari dapur dengan membawa minuman diatas nampan yang ia bawa. Lalu ditaruh diatas meja ditata dengan rapi.


Abi yusuf menyuruh hafka untuk meminum dulu karna merasa hafka sudah menempuh perjalanan jauh pasti juga haus. Dalam hatinya hafka juga merasa sangat rindu dengan abi yusuf dan umi halimah karna harus bekerja dikota ia jadi jarang bertemu dengan mereka. Rasa rindu hafka sudah terbayarkan setelah melihat mereka berdua dan juga adiknya yang dirindukan. Maryam menata belanjaan tadi didalam kulkas beberapa minuman dan snack, lalu kembali ke ruang tamu menemui kakaknya. Ia berjalan sedikit berlari lalu memeluk hafka untuk melepas rindu yang sudah lama ia pendam. Hafka memang sangat dekat dengan maryam dari dulu memang begitu maryam lebih manja dengan hafka dari pada ke kenza. Ini malah sebaliknya kalau dengan kenza malah kebanyakan gaduhnya, lalu meminta pembelaan pada hafka ya begitu dah tingkah lucu mereka dulu.


"Kak hafka sudah makan?" tanya maryam yang masih memeluk hafka.


"Belum, emangnya kenapa?" jawab hafka.


"Ya udah ayo kita makan dulu umi udah masakin makanan kesukaanmu" saut umi halimah.


"Ayo kak umi udah masak banyak loh harus dihabisin" kata maryam.


"Hahaha iya yah udah deh ayo keburu dingin itu nanti makanannya"


"Oke deh yok"


Mereka berjalan menuju meja makan beriringan, hafka melihat berbagai menu makanan dimeja makan. Umi halimah mengambilkan nasi untuk suaminya begitu juga fatimah. Hafka mengambil nasi secukupnya lalu mengambil lauk kesukaan dia. Mereka semua pun makan bersama tanpa ada suara hanya saja maryam yang terus celoteh tapi langsung disuruh umi halimah untuk menghabiskan makananya.


Mereka sudah selesai makannya namun belum beranjak dari tempat duduknya. Mereka masih berbincang bersama apalagi maryam yang dati tadi menggoda hafka dan malah ditimpali oleh kenza membuat hafka kesal. Abi yusuf dan umi halimag hanya bisa tersentum saja melihat tingkah lucu anak-anaknya.


"Mangkanya kak cari pasangan kayak kak kenza tuh udah mai punta baby lah kakak masih jomblo aja" goda maryam membuat suasana hati hafka memanas namun juga tidak bisa marah dengan maryam.


"Iya nanti kalau udah ada calonnya" jawab hafka.


"Cari dong gak hanya diam aja biar gak jomblo terus" maryam yangmasig menggoda hafka dengan senyum manjanya.


"Ya ampun deh masih kecil juga, gak usah bahas gitu deh" ucap hafka yang sudah kesal dari tadi.

__ADS_1


"Tapi emang benar sih kata maryam cepat cari pasangan biar gak membujang terus" timpal kenza.


"Iya iya udah lah gak usah bahas itu kak" ujarnya.


"Udah kalian berdua jangan goda hafka terua biarkan hafka beres-berea dulu dan istirahat kasihan kan nempuh perjalanan kesini lama tadi" ucap umi halimah membela hafka karna kasihan dari tadi dipojokkan terus oleh kadua saudaranya.


"Ya sudah umi hafka ke kamar dulu ya"


"Ya pergilah"


Lalu hafka beranjak pergi dari duduknya menuju kamar karna dari tadi ia merasa kesal dipojokkan oleh kakak dan adiknya. Marah pun hafka gak bisa karna ia tau mereka hanya ingin menggoda hafka tak ada maksud lain. Tapi hatinya seperti merasa tersindir aja kan memang kenyataannya begitu orang tuanya juga sudah menyuruh untuk mencari pasangan namun hafka masih belum memikirkan ke situ.


-


-


-


Malam sudah berlarut hafka kini berada di balkon kamarnya karna belum bisa tertidur untuk mencari suasana malamyang indah bertabur bintang dan bulan yang sangan indah membuat suasana hati yang tadi kesal sekarang sudah berubah membaik. Disela diamnya melihat langit malam ada telfon berdering dari ponselnya, segera hafka beranjak mengambil ponsel yang ada diatas meja dan saat dilihat adalah kontak alif. Ia segera mengangkatnya dan terdengar suara alif dari balik telepon.


"Assalamualaikum afka" ucapnya memberi salam.


"Wa'alaikumussalam iya ada apa lif tumben telfon aku" jawab hafka.


"Gak papa sih cuma pengen ngobrol aja, ow ya gimana udah ketemu sama abi dan umi"


"Udah kok tadi menjelang sore baru sampek soalnya jalanan macet"


"Ow ya alhamdulillah salamin buat umi dan abi ya" kata alif.


"Iya nanti disalamin, ini kamu mau ngobrol apa sebenernya tumben loh"


"Hmm aku pengen ngomong soal.....soal verli kamu pasti udah kenal dong" alif pengen ngomong tapi takut hafka gak suka.


"Kenapa dengannya tumben banget kamu bahas dia" jawab hafka heran karna setau dia alif udah lama tidak bertemu verli terakhir ya waktu nantuin pas bannya kempes.


"Aku baru tau keadaannya sekarang tadi gak sengaja ketemu waktu meeting direstoran, kamu tumben afka mau ngasih tau alamat rumah dan namamu padahal setauku kau itu anti banget kalau sama perempuan" ujar alif pemasaran.


"Tanpa harus aku jelaskan pasti dia udah jelaskan duluan jadi tak perlu aku jelaskan lagi kan!"

__ADS_1


"Ya....iya sih dia tadi udah jelasin ke aku dan dia udah berubah bangey penampilannya hebat sih kamu bisa membuat dia berubah"


"Bukan aku yang membuat dia berubah tapi karna hidayah Allah yang datang padanya" jawab hafka.


__ADS_2