
"Apa dokter tidak punya foto masa kecilnya? Bisa disebar di internet lebih mudah"
"Ada kok" ia mengambil sesuatu dari sakunya. "Ini, foto itu selalu ku bawa agar bisa melihat dia terus" sambil memberikan foto ditangannya.
"Boleh saya foto dok nanti biar saya cetak barangkali ada yang tau"
"Boleh, boleh silahkan" dokter brisma menyodorkan foto tersebut.
"Terima kasih sudah membantu" ucap dokter brisma.
"Sama-sama dok" jawabnya.
Jam makan siang berakhir mereka kembali ke pekerjaan masing-masing.
*****
Pesantren sangat ramai hari ini, banyak para santri beraktivitas, terlebih bagi verli dan kely yang sedang mengaji dimasjid.
"Key kamu dipanggil ustadzah haidah tuh" ucap dalah satu santriwati yang baru datang.
"Ohh iya dimana?" tanya kely.
"Di ruang kantor kayaknya"
"Ya udah nanti aku kesana"
Kely pamitan sama verli terlebih dulu, lalu pergi ke tempat yang dikatakan tadi. Verli bersama aina dan tia melanjutkan rutinitasnya.
Sampai di ruang kantor kely menemui ustadzah haidah dan menanyakan perihal ia memanggilnya.
"Assalamualaikum" ucap kely.
"Wa'alaikumussalam, ow kely ya?" tanya ustadzah haidah.
"Benar ustadzah, ada apa ustadzah memanggil saya?" tanya kely.
"Ini ada titipan dari orang tua kamu tadi" jawabnya sambil memberikan sebuah kotak ditangannya.
"Dari orang tua saya ustadzah?" tanya kely sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya ini ambil, tadi dianter sama kurir"
"Terima kasih ustadzah, saya permisi dulu assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam"
__ADS_1
Kely kembali ke asrama untuk menaruh barangnya, lalu akan kembali ke masjid. Entah apa yang dikirimkan oleh orang tuanya karna kely belum membuka isi kotak tersebut.
Masjid sangat riuh dipenuhi para santri yang beraktivitas terlebih verli dna teman-temannya. Ia sangat menekuni tugasnya yang sekarang tapi tetap juga diwaktu senggang ia mengerjakan tugas kuliahnya. Sebenarnya mau ambil cuti tapi nanggung tinggal sedikit lagi, jadi ia mengerjakan secara online saja.
"Wah suaramu merdu sekali verli, gak nyangka loh kamu punya suara sebagus itu" puji tia.
"Gak usah terlalu berlebih, aku masih belajar kok.......malah kalian yang udah lebih bagus"
"Eh gak lah kita sama-sama belajar, aku juga masih fakir ilmu masih perlu banyak menimbah ilmu" kata tia.
"Lanjutin gih bacanya setelah itu nanti kita istirahat sejenak lalu shalat magrib" ucap aina.
"Siap" jawab verli.
******
Suasana malam yang begitu indah ditemani dengan bintang dan bulan yang bersinar terang. Membawa ketenangan tersendiri bagi siapapun yang melihatnya, bahkan bintang itu bisa mengukir sesuatu yang diinginkan. Ditambah terpaan angin malam yang menyejukkan hati, bisa mengusir masalah yang ada dalam pikiran.
Kely ada dikamarnya bersama verli, ia akan membuka titipan dari orang tuanya yang tadi diambil. Perlahan pembungkus kotak sudah dilepas dan kini kely membuka isi kotak tersebut. Ternyata itu buku panduan yang pernah kely minta dan buku lainnya, ada juga Mukenah baru yang sudah disiapkan. Mukenah itu ada empat jumlahnya karna kely memang menyuruh sang mama membelikan mukenah untuknya dan untuk teman barunya.
Kely memberikan satu mukenah untuk verli dan ia ambil dua untuk aina juga tia. Kely bangkit dari duduknya hendak ke kamar aina dan tia tapi malah mereka sudah ada diambang pintu.
Kely pun kembali duduk dan menyuurh mereka berdua duduk diranjang. Setelah itu ia memberikan dua mukenah tersebut untuk mereka berdua.
"Iya itu untuk kalian, dipakai ya semoga ibadah kalian makin lancar dan selalu tepat waktu" jawab kely.
"Masya Allah, terima kasih banyak kely jazakillahu khairan khatsiran......pasti aku pakai kok" ucap aina tersenyum senang.
"Iya, aamiin"
Tiba-tiba kely teringat ucapan verli yang kemarin yang ingin menutup aurat seluruhnya dan istiqomah seterusnya.
"Verli!!"
"Ya ada apa key?" tanya verli.
"Soal yang kemarin, apa kamu sudah ada jawaban? apa kamu mau istiqomah seterusnya untuk hijrah?" tanya kely serius.
"Huufh" verli menghela nafas panjang lalu menjawab pertanyaan kely. "Bismillah, dengan izin Allah aku siap hijrah dan istiqomah seterusnya" jawab verli yakin.
"Haa serius ver?. Verli pun mengangguk sambil tersenyum. "Masya Allah verli aku seneng banget?" ucap kely lalu memeluk verli.
"Bantu aku ya untuk hijrah lebih baik, kalau salah tolong ingetin" paparnya.
"Insya Allah, kami akan selalu ada untukmu.....hmm apa kita sekarang sahabat?" tanya tia.
__ADS_1
"Sahabat!!" ucap verli dan kely bersamaan.
Mereka tersenyum senang dan mulai hari ini untuk seterusnya mereka akan menjadi sahabat baru yang tentunya memberi kesan bahagia pada mereka sendiri-sendiri. Verli mengambil niqabnya dan memberikan pada aina untuk dipakaikannya. Tapi sebelum itu aina memberi nasihat pada verli.
"Kalau memang ini sudah niat dari hati jangan pernah berbalik lagi kebelakang dan jangan pernah dengerin cibiran orang lain, karna yang menentukan hidupmu bukan mereka melainkan Allah.......Kuatkan hati dan iman jangan pernah malu untuk berbuat baik tapi malaulah jika kamu berbuat dosa dan membanggakannya"
"Aku sudah mematangkan hati dan apapun yang orang lain kayakan tidak akan mempengaruhi niatku" ucap verli.
Aina pun mengangguk dan mengambil niqab ditangannya lalu memakaikan pada wajah mulus putih verli. Sungguh cantik jika verli mengenakannya, aura itu lebih terpancar diwajahnya. Kely terharu dan langsung memeluk verli sambil membelai lembut pipi verli.
"Om safren dan tante nadin pasti bangga sama kamu, teruskan seperti ini aku akan selalu ada untukmu" ucap kely.
"Aku akan meminta izin sama kedua orang tuaku kalau mereka sudah sampai sini, semoga mereka mengizinkan"
"Aamiin" jawab mereka hampir bebarengan.
****
"Besok kita ke pesantren ya pa" kata frisko.
"Iya, sekalian liat verli katanya juga ada yang pengen dia sampaikan" jawabnya.
"Tadi verli telfon mama katanya pengen dibawakan baju gamis, tolong anterin mama ko beli pesenan verli"
"Besok aja ma sekalian berangkat kesana biar gak bolak balik, nanti kita mampir ke beliin verli"
"Ya sudah kalau gitu"
Nadin pergi ke dapur untuk membuatkan kopi suaminya dan mengambilkan camilan. Mereka sedang berkumpul diruang tengah dambil mengobrol. Suasana rumah terlihat sedikit berbeda karna tidak ada verli, biasanya anak itu akan membawa keceriaan tersendiri buat keluarganya. Tapi itu juga demi kebaikan verli, nadin gak mau anak perempuannya terlilit dunia luar yang bebas.
-
-
-
-
Good Morning👋
Pantengin terus ya karya ini, maaf kalau ada keterlambatan saat uploud🙏 author akan up satu bab per hari, kalau bisa lebih author akan double up.
Jangan lupa Vote, Like, Hadiah, Beri rating terbaik, dan Tinggalkan komennya 🤗😁
See you👋
__ADS_1