
Resepsi pernikahan Frisko dan Aina sudah diselenggarakan. Banyak para tamu yang terus berdatangan. Terlebih para kolega, karyawan, partner bisnis dan sanak saudara yang hadir. Tidak begitu banyak juga sih yang di undang. Karna Frisko memahami istrinya yang lebih suka dengan kesederhanaan.
Penampilan Aina malam ini memusat banyak mata. Ada yang mengagumi, ada juga yang tidak suka. Jelas karna Frisko lelaki tampan yang banyak dikejar para wanita. Tapi ia memilih menikah dengan Aina perempuan bercadar yang mereka pun tak tau bagaimana wajah Aina. Hanya Frisko yang tau, bahkan dibanding dengan wanita manapun dimata Frisko, Aina lah yang menjadi nomer satu dan selamanya.
Aina tak menanggapi ucapan mereka atau pun para wanita yang melihatnya drngan tatapan menohok. Tak lama Kely datang bersama Alif. Ia naik ke atas dan menyalami Aina dengan senyum yang melebar. Kely datang untuk memeriahkan acara resepsi sahabatnya. Karna Kely tau di sini Aina tidak punya saudara atau pun kerabat. Jadi Kely sebagai sahabat yang dekat dengannya, ia menemani Aina diacara resepsi.
Mereka berfoto bersama berempat. Setelah berfoto Kely mengajak Alif untuk mencicipi hidangan yang sudah disediakan. Entah lah perutnya terasa lapar padahal sebelum berangkat tadi sudah makan. Mungkin efek kehamilannya. Alif mengambil sepiring cake dan segelas minuman.
Alif menyuapi Kely dengan mesra. Banyak juga pusat mata yang melihat mereka berdua. Karna banyak juga yang tau tentang Alif, pengusaha muda dan tampan. Duh makin dibuat iri saja oleh dua pasangan ini. Mimin aja jomblo nih hihihi.
Dipertengahan acara Kely diajak pulang oleh Alif karna istrinya itu sedang hamil. Jadi Alif tidak mau dampai Kely kecapean. Mereka berdua pun berpamitan kepada Aina dan Frisko. Setelah itu Alif menggandeng Kely menuju mobil dan pulanglah mereka ke rumahnya.
**
**
**
Frisko mengajak Aina untuk beristirahat setelah meminta izin kepada orang tuanya untuk ke kamar. Frisko melihat Aina seperti kecapean jadi dia berinisiatif untuk mengajak istrinya ke kamar agar bisa beristirahat. Walau pun diluar masih banyak para tamu yang ingin melihat dua pasangan halal ini.
Di dalam kamar Aina pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakainnya dan melepas aksesoris yang menempel di tubuhnya. Sepertinya Aina kesusahan saat melepas aksesoris yang ada dikepalanya, malu sebenarnya untuk meminta tolong kepada Friako. Tapi kan itu suaminya sendiri jadi gak pa-pa dong, Aina pun keluar untuk meminta tolong kepada Frisko melepaskannya.
"Hmm......" Aina berdehem karna malu untuk meminta tolong.
"Ada apa Na? Apa kamu kesusahan untuk melepas aksesorisnya?" tanya Frisko saat melihat Aina keluar dari ruang ganti dengan masih memakai bajunya.
"I-iya" jawab Aina gugup.
"Sini aku bantuin" kata Frisko.
__ADS_1
Aina mendekat ke arah suaminya dan Frisko langsung membantu Aina untuk melepas aksesoria yang mash melekat di kepalanya. Setelah itu Aina kembali ke ruang ganti.
Tak lama Aina keluar dengan memakai baju tidur yang memang sudah disediakam oleh Frisko. Ia menyediakan banyak baju untuk Aina, padahal Aina tidak memintanya dan bajunya juga masih banyak.
Aina duduk disisi ranjang sambik melihat seisi kamar yang luas bak istana. Ia tidak akan menyangka bisa menikah dengan Frisko yang jelas-jelas sebelumnya tidak dia kenal sama sekali. Mendapat mertua yang sangat menyayanginya dan menerima apa adanya. Sungguh sangat bahagia hati Aina sekarang.
Tak lama Frisko keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk kecil yang dililitkan dipinggangnya. Aina yang melihat itu sangat terkenjut dan melonjak kaget, seketika itu dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Nafasnya tak beraturan saat melihat suaminya tanpa baju dan hanya memakai handuk yang dililitkan ke pinggang.
Frisko hanya tersenyum nakal saat melihat ekspresi Aina yang seperti itu. Dia memang gagah dan tampan, siapapun yang melihatnya seperti itu pasti akan tertarik.
"Ke-kenapa gak pakai baju......sana pakai baju dulu" ucap Aina gugup sembari membelakangi suaminya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Bukannya malah pergi ke untui berganti baju, Frisko malah mendekati Aina dengan wajah nakal. Duh mau ngapain ya abang Frisko nih, kayaknya mau membuat neng Aina salting nih.
Karna sudah tidak mendengar suara suaminya lagi. Aina berbalik badan sambil melepas kedua tangannya yang menutupi wajahnya sedari tadi. Tapi alangkah terkejutnya Aina saat berbalik malah melihat Frisko sudah ada dibelakangnya dan langsung mendekap Aina.
Ya ampun gak bisa dibayangkan sekarang hati neng Aina pasti jantungnya gak terpompa dengan teratur. Dag dig dug duaarr. Aina sampai kaku tak bisa berkata apapun saat Frisko mendekap ke dalam pelukannya. Frisko bisa merasakan detak jantung Aina yang terasa saat dirinya memeluk Aina.
"Jan-janji a-apa?" jawab Aina gugup sampai terbata-bata.
"Janjimu yang kemarin......katanya mau melakukan malam pertama saat sudah selesai resepsi ini kan sudah" ucap Frisko dibuat semanja mungkin.
"Ta-tapi aku....." sangking gugupnya Aina sampai tak sanggup meneruskan ucapannya.
"Kalau kamu gak bisa izinkan aku untuk mencicilnya dulu oke" tanpa basa-basi Frisko langsung menyambar bibir mulus Aina.
Ia melakukannya dengan halus. Aina sungguh terkejut namun dia tak bisa menolak atau pun memberontak karna tak apa dia suaminya sudah halal atas tubuhnya. Frisko mulai ******* dan menggigit sedikit bibir bawah Aina. Ia melakukannya tanpa jeda kecuali hanya untuk mengambil nafas saja. Lama-lama Aina mulai terbiasa dan membalas perkaluan Frisko. Membuat Frisko tersenyum senang.
Agak lama mereka melakukannya sampai Frisko mulai menggerayai ke tempat lainnya dengan posisi yang masih sama. Dia mencari sesuatu di bawah yang harus dijangkau. Aina terlihat tidak memberontak sehingga membuat Frisko terus melanjutkan kegiatannya.
__ADS_1
Saat sudah menemukan apa yang di inginkan Frisko perlahan melepas apa yang menempel pada dua bola milik Aina. Ia membuang ke sembarang arah dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Frisko mulai nakal dan satu per satu kancing baju Aina dilepas. Terlilatlah dua bola Aina yang sangat disukainya. Tangannya menggerayah dan bermain disana.
Aina tak menolak, membuat Frisko terus melanjutkan aksinya sampai dibagian paling bawah. Sekarang tubuh mereka bertelanjang dan hanya selimut sebagai penutupnya. Frisko mulai berpindah ke bagian bawah dan bermain disana. Menyelami lautan yang sangat luas dan indah sampai keindahan itu hanya dia yang melihatnya seorang.
Aina mulai mengeluarkan suara yang sangat disukao oleh Frisko. Ia pun meneruskan tugasnya hingga selesai. Mencari tempat untuk menyelami lautan yang indah.
Awalnya susah untuk memasukkan ke perhiasaan berharga milik Aina. Saat dicoba lagi disitulah tempat paling nikmat yang dirasakan oleh mereka berdua.
"Aaaahh..." Aina mengerang hingga meremas kasur. Serasa ada yang sobek dibagian bawahnya. Agar Aina tidak merasakan begitu sakit. Friako melampiaskan dengan mencium bibir Aina sambil terus melakukan aktifitasnya dibawah.
Aina terbuai dengan perlakuan Frisko yang tidak bisa ditolak oleh tubuhnya. Ia mulai membalas perlakuan Frisko. Terlihat bercak merah di kasur yang menandakan perhiasaan berharga milik Aina sudah direnggut oleh Frisko. Dirinyalah yang pertama menyentuh Aina yang benar-benar dijaga. Sampai dia sendiri yang merenggutnya.
Lama mereka melakukan aktifitas tersebut sampai Aina tertidur karna kelelahan. Entah berapa kali Frisko menyusuri lembah yang luas dengan sungai indah di dalamnya. Yang jelas malam itu menjadi malam special untuk sijoli mereka berdua. Bintang dan bulan purnama menjadi saksi atas jiwa dan raga mereka yang telah menyatu, membuat generasi mereka selanjutnya.
🌴
🌴
🌴
🌴
Hari demi hari silih berganti telah dilalui dengan berbagai macam kesenangan masing-masing yang telah mereka raih. Kandungan Verli sudah besar, tinggal menghitung minggu saja untuk dia bisa melahirkan malaikat kecilnya. Buah cinta yang selama ini dia jaga selama didalam perutnya. Dengan ekstra Hafka selalu menjaga Verli sedemikian rupa agar calon anaknya bisa tumbuh dengan sehat dalam perut ibunya.
Kely pun sama dengan Verli, kandungannya juga sudah mulai membuncit dan terlihat. Sebagai suami yang mencintai istri dan anaknya, Alif selalu menjadi pelindung pertama untuk Kely. Dia berusaha agar istrinya selalu bahagia selama hamil dan tidak stress.
Alif banyak meluangkan waktu buat Kely jika dia membutuhkannya. Terkadang kalau bosan Kely selalu meminta untuk diajak jalan-jalan, walau pun hanya sekedar jalan santai ke taman atau pun cafe itu sudah membuat hatinya senang. Tapi jarang sekali Kely merasa bosan karna dirumah ada ibu mertua yang selalu ada saja yang bisa membuat Kely merasa tidak kesepian. Kalau Alif tidak bisa menemaninya pasti Delsa yang akan mengajak Kely keluar entah kemana pun.
Aina juga merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Mendapatkan suami yang tampan dan baik, selalu memberi kasih sayang sepenuh jiwa. Frisko juga selalu menyempatkan waktu agar bisa bermanja dengan Aina. Kedua orang tuanya ikut bahagia melihat senyuman yang selalu mengembang diwajah putranya. Kalau Aina merindukan rumah pertamanya yaitu tempat dia menuntut ilmu selama ini, pasti Frisko akan menyempatkan waktu untuk berkunjung kesana.
__ADS_1
Hari-hari dilewati dengan penuh kebahagiaan. Hanya Tia yang masih betah dengan kesendiriannya. Walau pun begitu dia merasa bahagia karna banyak sahabat dan teman, dilingkup pesantren tak pernah membuatnya bosan sama sekali.
Hari ini akan kedatangan tamu dipesantren yang ditunggu-tunggu dari kemarin. Ustadz Devan dan ustadzah Haidah, disana juga ada Tia yang kebetulan main bersama Verli, jadi dia ikut berkumpul jug. Mereka berkumpul bersama untuk menyambut tamu tersebut. Hmm siapa ya tamunya? Penasaran nih. Tungguin dulu ya masih dijalan soalnya.