CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 60. CURHAT


__ADS_3

Mereka yang mendengar cerita verli sampai godek-godek bingung. Bagaimana bisa itu sangat aneh dan misterius. Verli juga bingung dan heran, apakah ia waktu itu hanya halusinasi saja. Tapi kok sampai bisa jalan begitu.


Hafka sampai mengingat terus apakah ia pernah nyamperin verli sebelum nikah. Hafka tak mendapat jawaban itu dari otaknya. Kemudia ia bertanya tepatnya kapan kejadian itu bermula.


"Waktu kapan dek? Tepatnya hari apa?" tanya hafka.


"Hmm......dua kalau gak tiga hari sebelum kamu memutuskan untuk menikah dengan aku, nah malam itu kejadiannya aku lupa-lupa ingat" jawab verli sambil mengingat-ingat.


Hafka berpikir sejenak dua hari sebelum meminang verli pas malamnya. Ia pun mengingat sesuatu tepat malam itu ia bermimpi mengenai verli yang mendatangi dia.


"Astagfirullah itu kan tepatnya aku bermimpi tentang dia, berarti tepat malam itu juga verli melihat aku menemuinya, sangat mustahil kenapa bisa begini!! Sangat aneh kok bisa ya?" batin hafka yang merasa aneh.


"Kamu gak berhalusinasi kan dek? Aneh loh padahal hari itu malah aku shalat dikamar gimana bisa aku nemuin kamu" jelas hafka.


Verli semakin heran dan bingung sendiri. Lantas malam itu siapa? Kok bisa nyamperin dia dan mirip dengan hafka.


Semua diam sesaat memikirkan keanehan tersebut sampai frisko angkat bicara.


"Halusinasi kali ver, mungkin ini keajaiban dari Allah, alhamdulillah kalau gitu" Ucap frisko.


"Tapi aneh kak, jelas-jelas aku liat mas hafka didepan mataku"


"Mungkin memang Allah sudah mentakdirkan seperti itu......tepat tengah malam waktu yang sama denganmu Allah memberi aku petunjuk untuk memilihmu" Hafka mencoba menjelaskan.


"Maksudnya" Tanya verli tak mengerti.


"Aku hanya punya waktu satu minggu untuk menetukan pernikahanku dengan siapa!! Ingin dijodohkan atau memilih sendiri, abi menyuruhku untuk cepat menikah oleh karna itu abi memberiku pilihan dan jawabannya kamu" Papar hafka.


"HAH!! Serius? Ya berarti emang jodohnya" kata frisko.


Verli kembali bungkan hanya mencerna ucapan suaminya. Apa memang takdirnya seperti ini? Dalam pikiran verli.


"Alhamdulillah mama senang sayang kalau kamu sudah bisa jalan kembali, lusa kamu cek ke rumah sakit ya" ucap nadin mengucap syukur dan senang.


"Hafka akan mengantarnya ma, lusa kan?"


"Iya lusa jadi besok kamu kan masuk kuliah"

__ADS_1


"Iya ma aku kuliah, udah ketinggalan banyak" gerutu verli.


"Kalau gitu lepas aja kursi rodanya buat apa kemana-mana pakai itu mulu kalau emang udah bisa jalan, dah tinggalin sini aja" Tutur safren.


"Oke pa, tapi sebenernya aku jujur sama papa, mama, dan kak frisko aja yang lain belum tau kecuali........." Verli berhenti sejenak bicara. "Ah sudah lah gak apa" Pasrah nya.


Verli bisa bernafas lega setelah jujur dengan orang tuanya. Walau niat awal ia ingin merahasiakan dulu tapi karna hafka maksa dan dari pada tau duluan dari orang lain mending ceritain sendiri aja.


Verli senang karna sudah tidak perlu pakai kursi roda dan gak perlu kucing-kucingan lagi untuk menyembunyikan semuanya. Bagaimana jelasin ke kely dan yang lain? Itu yang ada dalam pikiran verli sekarang.


♡♥♡♥♡♥♡♥♡


Kely sudah sampai didepan rumahnya. Mobilnya terparkir di depan garasi, ia pun turun dan langsung memasuki rumah bersama kedua sahabatnya.


Syafira menuruni anak tangga satu persatu hingga sampai diruang tamu dan kely menyalami mamanya, diikuti sama aina dan tia disampingnya. Syafira menyuruh mereka duduk dulu sambik kely meminta izin agar kedua sahabatnya boleh menginap dirumah. Karna ia merasa kesepian jika sendirian.


Syafira memberi izin mereka berdua untuk menginap. Agar anaknya juga tidak kesepian lagi dan ada teman ngobrol. Tak lama abisfa juga menghampiri mereka, melihat kely sudah pulang bersama kedua sahabatnya. Kely mencium tangan abisfa dan memeluknya, abisfa membalas pelukan kely. Sedangkan teman kely tersenyum dan menyatukan kedua tangan didepan dada, abisfa membalas sama.


"Papa, kely minta izin ya bolehkan sahabat kely nginep disini buat nemenin aku...boleh ya" ucap kely memohon.


"Boleh dong, sahabat baru kamu ya.....setau papa hanya verli kan selama ini jadi best freinds"


"Jadi kamu ketemu mereka dipesantren toh terus jadi sahabatan gitu" jelas shafira.


"Iya ma betul, mereka baik banget sama aku dan verli selama dipesantren, yang lain baik didepan buruk dibelakang" cibir kely.


"Eh key gak baik ngomongin oranh dibelakang, biar itu jadi urusan mereka sama Allah kamu jangan mencibir dibelakang dosa" ucap aina menasehati.


"Nah betul itu kata aina, gak baik kayak gitu key biarin dosa juga mereka yang menerima, keburukan jangan dibalas keburukan tapi balaslah dengan kebaikan nanti kamu yang metik hasilnya" Timpal shafira menambahi.


"Iya...iya ma, maaf" sesalnya.


"Ya udah bawa teman kamu ke atas sana buat istirahat dulu, mandi atau rebahan sebentar"


"Oke pa laksanakan, ayo aku tunjukin kamarku" jawab kely lalu mengajak aina dan tia naik ke atas.


Mereka pun langsung mandi dan beres-beres. Setelah selesai kely pergi ke balkon kamarnya sambil menunggu magrib tiba. Aina dan tia mengikuti kely duduk dibalkon kamarnya.

__ADS_1


Kely sering merasa kesepian karna ia anak tunggal tidak mempunyai saudara. Orang tua kely punya alasan kenapa tidak mau mempunyai anak lagi. Kely juga sudah pernah dijelaskan waktu itu alasannya.


Karna orang tua kely takut kalau mempunyai dua anak atau lebih tidak bisa membagi kasih sayang. Takutnya anak mereka saling iri hati dengan kasih sayang yang diberikan dan soal bagi harta juga. Mereka takut nanti anaknya saling berebut harta dan tidak bisa mengalah. Oleh sebab itu mereka memutuskan mempunyai satu anak saja.


Abisfa dan shafira tidak membatasi pertemanan kely asalkan mereka baik pasti akan diterima dengan baik pula seperti sekarang ini. Kely meminta izin untuk sahabatnya menginap mereka tidak mempermasalahkan dan mengizinkan.


Kely senang bisa ditemani aina dan tia. Ia juga cerita jika selama ini merasa kesepian dirumah. Dan menceritakan alasan kedua orang tuanya tidak mau punya dua anak atau bahkan lebih.


Aina merasa kasihan dengan kely. Mereka mengira selama ini kely bahagia hidup serba ada, ternyata dugaannya salah. Harta tidak menjamin kebahagiaan, walaupun sudah diberi kasih sayang cukup. Tapi kely hatinya sepi setiap hari tidak ada teman mengobrol saat dirumahnya sendiri. Kalau punya saudara pasti enak bisa diajak ngobrol dan bercanda bareng.


"Sabar key, ada kami jangan merasa kesepian lagi ya.....kamu masih mudah andai mama kamu hamil lagi apakah kamu mau menerima adikmu?" Tanya aina.


"Hmm aku tuh pengen punya kakak seperti verli tapi aku ditakdirkan jadi anak pertama...ya setiknya aku ingin punya adik yang gak terlalu jauh umurnya" Curhatnya sambil memandang keluar.


"Kamu tau key, semua orang punya keluhan dan jalan hidupnya masing-masing, bersabarlah jika nanti kamu sudah menikah pasti tidak akan kesepian lagi, semoga jodohmu kelak orang baik, sholeh dan selalu perhatian denganmu" tutur tia.


"Aamiin, makasih tia....aina, kalian memang sahabat terbaik sama hal nya dengan verli"


"Peluk boleh....." pintanya.


"Boleh dong....." jawab aina lalu memeluk kely erat disambung dengan tia yang menyusul memeluk kely.


Mereka berpelukan dengan erat, merasakan suka duka bersama. Persahabatan mereka memang baru saja terjalin tapi perkatian yang diberikan melebihi apapun.


Kely merasa lega mendengar penuturan dari kedua sahabatnya. Walau pun masih belum plong karna mereka pasti juga akan kembali pulang, tidak selamanya bersama kely.


-


-


-


Selamat pagi readers🤗


Author mau jelaskan kenapa dibab 59 tuh banyak up berkali-kali. Author tidak tau, baru tau pas mau buat bab 60 ini. Padahal awalnya bab 59 itu hanya satu kali dan malah ini berkali-kali. Mungkin sistemnya eror ya,, sekali lagi author mau meminta maaf🙏.


**Jangan lupa Vote, Like, Beri rating lima, and tinggalkan komen kalian disini 😁

__ADS_1


See you all👋👋**


__ADS_2