CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 76. KABAR GEMBIRA


__ADS_3

Agar nanti ada bukti jika tempo hari dipermasalahkan. Suara mereka begitu terdengar ditelinga Leysa. Mungkin dikira tidak ada orang yang mendengar karna didekat mereka sepi tidak ada siapapun. Tanpa sadar ada Leysa yang menguping untung saja tidak diketahui oleh mereka berdua.


Perempuan itu menjelaskan apa tujun dari kerja sama yang dimaksud. Ia ingin membuat rumah tangga verli dan hafka berantakan. Ia meminta jihan untuk kerja sama dengannya agar misi dan kekesalan di hati masing-masing tercapai. Tak lupa perempuan itu mengenalkan nama nya dan kenapa bisa dia tak suka melihat verli bahagia. Mereka pun saling berkenalan. Dia ingin melihat verli menderita kalau bisa seumur hidupnya. Mereka punya tujuan yang sama membuat rumah tangga hafka dan verli berantakan. Jihan ingin mendapatkan hafka sedangkan perempun itu ingin melihat verli menderita dan bercerai dengan suaminya yang sekarang.


Perempuan itu menjelaskan rencana apa saja yang harus dijalankan. Tentu ia perlu bantuan untuk menuntaskan dendam nya. Tahap awal jihan yang harus menjalankan rencananya dan kalau berhasil perempuan itu yang akan melanjutkan ke tahap selanjutnya.


"Bagaimana apa kamu mau?" tanya Fera tersebut.


"Oke, aku akan membantumu untuk menuntaskan dendam itu dan aku juga akan merebut apa yang harus menjadi milikku" ucap Jihan penuh keyakinan.


"Bagus, berikan aku nomormu dan sekarang kita partner. Jangan sampai ada yang tau soal rencana ini cukup kita berdua saja dan besok kamu mulai rencana itu" ujarnya.


"Gak masalah itu gampang serahkan padaku, ini kartu namaku" kata Jihan.


"Oke, aku pergi dulu kalau rencana A berhasil hubungi aku dan mulai ke rencana B"


"Iya," jawab Jihan singkat.


Selesai perbincangan Jihan dan Fera pergi dengan arah berbeda sambil melihat sekeliling. Leysa langsung menuju mobilnya dengan mengendap-endap. Sampai didalam mobil Leysa menelfon Verli untuk memberi tau dan mengirim rekaman yang tadi ada di HP nya.


Setelah selesai menelfon Leysa menutup nya lalu mencap gas mobil untuk kembali pulang dengan sejuta kekesalan mendengar perbincangan tadi. Jihan memang berbeda dengan Leysa. Sepupunya itu sangat licik dan akan menggalahkan segala cara untuk mencapai keinginannya. Ia tak akan berhenti sebelum berhasil. Beda dengan Leysa yang menyayangi Verli walaupun hanya kakak tiri. Baginya kehadiran Verli membuat harinya berwarna karna bisa memiliki kakak yang di idam-idamkan.


(Flasback Off Leysa)


*****


Dikamar Fera sedang mengotak-ngatik hanphonenya menunggu balasan dari Jihan. Begitu lama Fera menunggu sampai kesal sendiri. Radit yang baru masuk ke kamar melihat wajah Fera yang cemberut dan kesal langsung menghampiri lalu duduk disampingnya.


Fera menyimpan hanphone yang dipegang. Ia menatap Radit yang duduk disampingnya sembari mengusap perut Fera yang buncit. Kehamilannya sudah menginjak enam bulan tinggal tiga bulan lagi dia akan melahirkan.


Tiba-tiba terdengar suara notifikasi pesan masuk dari hanphone Fera. Ia bergegas melihat notifikasi tersebut tanpa menghiraukan Radit yang berada disampingnya. Saat pesan sudah terbuka ia membaca dan wajah nya berubah kesal. Radit sempat melirik pesan yang masuk dihanphone istrinya. Tertera nama Jihan dan pesan yang membuat wajah Fera berubah.


Chat dari Jihan.


(Rencana nya gagal, Verli bahkan tak cemburu sama sekali. Malah aku kena omelannya. Dia juga berani membentakku dan mendorongku sampai jatuh. Hafka saja tak simpati.)

__ADS_1


Fera mematikan hanphone dengan perasaan kesal karna rencana nya gagal.


"Kamu masih mengganggu mereka?" tanya Radit yang sudah membaca isi pesan dari Jihan.


"Kalau iya emang kenapa? Terserah aku mau bales dia kayak gimana pun, aku masih belum rela kalau dia bahagia, lebih baik melihatnya menderita" jawab Fera dengan nada kesal.


"Udah lah gak usah gangguin Verli, balasan dariku sudah cukup untuknya. Lagi puka kamu juga sedang hamil gak baik marah-marah seperti ini dan balea dendam nanti anak kita malah ngikutin yang jelek" tutur Radit.


"Eh...sejak kapan ucapanmu bijak begini, kesambet apa kamu atau jangan-jangan kamu masih cinta ya sama Verli" tuduh Fera yang emosi.


"Jangan mikirin yang enggak-enggak, aku cinta hanya sama kamu gak ada yang lain. Aku cuma gak ingin nantinya anak kita mempunyai pribadi yang buruk itu saja" jawab Radit.


"Dah lah terserah kata mu saja, yang jelas aku akan tetap melanjutkan rencanaku sampai tuntas." tegasnya lalu meninggalkan Radit yang masih terduduk diranjang.


Mungkin dalam diri Radit mempunyai rasa tak suka dengan Verli dan balasan untuknya sudah diberikan. Buatnya itu sudah cukup untuk membuat batin Verli menderita tapi keajaiban datang padanya yang membuat Verli bisa sembuh. Radit hanya tak mau nanti anaknya akan meniru pribadi buruk mereka. Walau pun sikap nya jelek dia tetap ingin anaknya tumbuh menjadi orang yang berhati baik bukan seperti dia yang berhati buruk.


♥๏♥๏♥๏♥


Esok hari.


Setibanya disana mereka disambut hangat oleh Abisfa dan Syafira. Niko menjabat tangan Abisfa begitu pun dengan Delsa yang bersalaman dengan Syafira. Mereka pun masuk ke dalam dan duduk di sofa.


Perundingan pun dimulai tanpa basa basi lagi. Abifa juga sudah tau niat mereka datang. Niko sekalian juga untuk mengulangi atau meminta restu sebagai orang tua Alif kepada Abisfa dan Syafira untuk meminang anak semata wayang mereka. Setelah bercakap-cakap lama mereka mulai merundingkan hari pernikahan yang pas untuk Klif dan Kely.


Alif dan Kely mendengarkan pembicaraan kedua orang tua mereka. Sesekali mereka menjawab jika ada yang ditanyakan. Jelas keduanya sama-sama gugup karna ini baru pertama kali Kely dekat dengan lelaki biasanya palingan hanya sebatas teman. Alif pun sama tak pernah mencintai wanita, sebenarnya pernah tapi cintanya bertepuk sebelah tangan dan baru hari ini dia mencintai wanita lagi.


Beberapa saat kemudian.


Perundingan sudah selesai mereka bicarakan. Hari dan tanggal yang cocok sudah ditentukan. Mereka ingin menikahkan Alif dan Kely diwaktu dekat ini agar tak menunggu lama. Tepat satu minggu lagi mereka akan menikah. Setalah ditanyakan tak ada masalah bagi mereka berdua. Alif malah senang jika diwaktu dekat agar tak lama menunggu. Kely juga tampak biasa saja tak mempermasalahkan hal itu.


Semua sudah selesai, Alif dan orang tuanya pamit untuk pulang. Mereka juga harus menyiapkan persiapan pernikahan begitu pun dengan Kely. Abifa berharap Kely bisa bahagia dengan Alif seperti keinginannya.


Setelah kepulangan mereka Kely naik ke atas untuk ke kamarnya. Dia mengambil hanphone dan berniat memberi kabar pada Verli. Ia melakukan panggilan vidio call. Tak lama telfon tersambung Verli sudah mengangkatnya.


"Assalamu'alaikum" ucap Kely dengan wajah sumringah.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam" jawab Verli.


"Apa kabar ver?" tanya Kel.


"Alhamdulillah aku baik, sehat jasmani rohani. Kalau kamu sendiri bagaimana kabarnya?"


"Alhamdulillah aku baik banget...banget, malah ini aku vidio call sama kamu ingin beri tau kabar gembira" ucapnya sembari tersenyum.


"Kabar gembira apa aku jadi penasaran"


"Aku akan menikah satu minggu lagi" ucap Kely dengan wajah berseri-seri.


"Beneran Key? Sama siapa, cepet banget kapan lamarannya" sahut Verli yang tak tau apa-apa.


"Iya, sama Alif sepupu suami kamu, gak pakek langsung nikah kelamaan kalau nunggu lamaran, hahahah" jawabnya.


"HAH!! Serius Key wah kebetulan gini ya, selamat ya semoga bisa lancar sampai hari H. Nanti aku kesana sama suamiku, tentu keluarga disini pasti hadir" ucap Verli deolah tak percaya.


"Iya aamiin, aku tunggu kedatanganmu Verli"


"Tapi gimana bisa kamu dipinang sama Alif, kenyataannya kan kalian kayak kucing dama tikus kok bisa nyatu gitu ya, hihihi" ucap Verli sambil mengingat bagaimana tingkah Alif dan Kely jika bertemu.


"Panjang cerita jadi awalnya tuh gini.....bla...bla..." Kely menceritakan dari awal bertemu saat mobilnya mogok hingga akhir saat ini yang akan menikah dengan Alif.


"Wah berarti memang jodoh dari awal, yang tadinya kucing sama tikus sekarang berubah status ya menjadi bunga dan sarinya yang gak lepas...hihihi" ucap Verli sembari menggoda.


"Apaan sih, itu karna doa kalian yang manjur jadinya sekarang aku berubah status deh" kelah nya.


"Doa kita sekalian memang kalian sudah berjodoh, mana ada yang tau takdirmu nanti kalau akan bersanding dengan Alif"


"Ya sudah aku hanya akan mengabari itu, jangan lupa datang aku tunggu"


"Oke aku bilang Abi sama Ummi dulu, assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam" Panggilan diakhiri Verli dulu dan ditutup oleh Kely yang meletakkan ponselnya disamping ranjang.

__ADS_1


Kely beranjak dari duduknya menuju ruang ganti. Suasana hati nya sekarang lagi gembira walau pun cinta entah sudah tumbuh apa belum. Yang jelas dari raut wajahnya sudah bisa ditebak kalau Kely senang. Ia akan menemui kedua sahabatnya yang dekat Aina dan Tia. Untuk mengabari tentang hari pernikahannya.


__ADS_2