CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 62. DENDAM


__ADS_3

Sembilan puluh menit telah berlalu kely dan verli keluar ruang kelas menuju kantin seperti biasa. Kely sampai tak sabar menunggu cerita dari verli, karna terakhir ketemu verli masih menggunakan kursi roda. Bagaimana secepat ini bisa sembuh? Yang ada dalam pikiran kely.


"Ayo ver ceritain kok bisa sih?" Tanyanya penasaran.


"Hey iya...iya sabar dong key"


"Assalamualaikum" Ucap aina dan tia yang baru datang.


"Wa'alaikumussalam, duduk lah"


"Udah kan ayo ceritain ver, atau jangan-jangan selama ini kamu bohong ya!!" Ucap kely menuduh.


"Eh enak saja kalau ngomong ya enggak lah" protes verli.


"Jadi tuh gini......verli menceritakan semuanya dari awal sampai akhir tanpa dikurang-kurangi atau dilebih-lebihkan"


Semua sahabatnya heran dengan cerita verli. Kakau dipikir gak masuk akal memang iya tapi kenyataannya seperti itu. Kely sampai bilang kalau verli hanya ngarang cerita dan hanya bermimpi saja.


"Eh tapi kalau mimpi nyatanya sekarang....!! Berarti memang nyata dong" Heran kely dengernya.


"Itu adalah keajaiban dari Allah karna kamu sudah berlapang dada memaafkam orang yang mencelakai kamu verli, itu tandanya Allah masih sayang denganmu, dan ditambah dapat bonus jodohnya" celetus tia.


"Kamu harus banyak-banyak bersyukur verli, tidak banyak orang yang seberuntung kamu" timpal aina.


"Iya aku sangat bersyukur......udah key jangan dipikirin banget, kalau kamu nalar ya gak masuk akal tapi kenyataannya sudah ada" jelas verli.


"Oke lah aku ikut senang juga"


"Besok aku mau ke rumah sakit buat cek up, kamu sendiri lagi key maaf ya"


"Hadeh ditinggalin mulu akunya sama kamu ver, apalagi udah ada pawangnya mana leluasa aku sama kamu terus" dengusnya kesal.

__ADS_1


"Maaf key.....barangkali jodoh kamu datang sebentar lagi"


"Iya key sabar, masih ada kami disini jangan nesu gitu" ucap tia.


"Oke deh" jawab kely.


*****


Pagi sekali hafka sudah mengantar verli untuk ke rumah sakit. Beruntungnya dokter itu adalah ayah verli sendiri, dokter brisma. Verli terlihat sambil berbincang-bincang sama ayahnya yang baru beberapa hari dikenalinya.


Verli sambil cerita awal mula lepas dari kursi roda. Dokter brisma pun juga heran tapi itulah keajaiban. Dokter brisma ikut senang melihat kebahagiaan verli. Rasa yang tak pernah terbayarkan dari dulu sekarang bisa terbayar juga yaitu melihat putrinya kembali.


Dokter brisma mengecek keadaan verli dan menanyainya apa ada keluhan. Verli akan difoto rongsen dulu untuk melihat keadaan tulang kaki verli. Setelah pemeriksaan selesai verli pun diperbolehkan pulang. Untuk hasilnya akan di infokan dokter brisma saat dirumah nanti.


Verli akan mampir ke rumah ayahnya nanti saat dokter brisma sudah pulang. Ya mungkin sorean, saat ini ia bersama hafka mampir ke kantin rumah sakit. Verli merasa haus jadi beli minum dulu.


Hafka mengekor saja mengikuti kemanapun verli pergi. Setelah dari kantin mereka memutuskan pulang, tapi saat diperjalanan hafka menawarkan verli barangkali ingin shopping dan sebagainya. Karna setelah ini tidak ada yang harus dilakukan mereka sama-sama tidak ada tugas atau kerjaan.


"Oke dek meluncur" jawab hafka.


Beberapa menit kemudian.


Mobil hafka sudah terparkir rapi bersama mobil mewah lainnya. Hafka menggandeng tangan verli agar tidak jauh-jauh darinya. Supaya hafka juga bisa mengawasi verli.


Verli nganut saja dan membalas pegangan tangan hafka dengan lembut. Suasana mall cukup ramai banyak orang berlalu-lalang. Verli membawa hafka ke toko sepatu, ia menawarkan suaminya tapi ditolak sama hafka. Karna dirasa sepatunya sudah banyak, tapi verli ingin pakai sepatu kapel.


Dengan segala paksaan akhirnya hafka mengalah dan menuruti kemauan verli. Verli sangat antusias memilih sapatu agar bisa kembaran dengan suaminya. Sampai ia menanyakam pada karyawan toko.


Karyawan tersebut menunjukkan sepatu yang dimaksud verli. Verli melihat deretan sepatu yang sangat bagus tentunya harga tak kaleng-kaleng, biasanya verli akan membeli barang branded tapi kali ini barang yang ia beli tidak begitu mahal dengan harga standart. Verli sudah menemukan sepatu yang cocok dan ukurannya pun pas di kakinya dan kaki hafka.


Verli menunjuk sepatu yang dimaksud pada karyawan toko untuk mengambilnya dan dibawa ke kasir. Hafka sengaja menyuruh verli untuk mengambil sepatu yang sekiranya ia suka bukan dilihat dari harga. Verli tak mau tapi hafka memaksa dan kali ini ia juga yang akan membayarnya karna itu sudah menjadi tanggung jawabnya.

__ADS_1


Setelah dibayar mereka keluar dari toko sepatu tersebut dan berpindah mencari tempat duduk. Verli membawa hafka ke tempat penjual es cream.


Verli membeli dua es cream, untuknya rasa vanilla dan untuk hafka rasa coklat. Mereka duduk sambil memakan es cream, sungguh verli sangat suka dengan es cream sedangkan hafka tak begitu suka. Sampai es cream milik verli habis tapi ditangan hafka malah masih ada dan dimakan setengah saja.


"Sini mau disuapi?" Tanya verli melihat hafka.


"Aku tak begitu suka sama es cream dek" keluhnya.


" Ya udah sini biar aku saja yang habisin biar gak mubazir, itu udah mau leleh....sini" pinta verli mengambilnya dari tangan hafka.


"Gak jijik kan bekasku?"


"Gak lah, ngapain jijik itu juga bekas suami sendiri, nabi aja mau minum dibekas istrinya" jawab verli sambil terus memakan ea cream tersebut.


Hafka tersenyum dan mengusap puncak kepala verli dengan lembit dan sayang. Verli tau kalau hafka terus memandanginya dari tadi lalu ia tiba-tiba menempelkan es cream setitik dijarinya ke hidung hafka dan tertawa. Lalu ia berdiri dan menjauhi hafka.


Hafka kaget dan lantas mengejar istrinya yang nakal. Langkah hafka lebih cepat dibanding verli, tak perlu waktu lama hafka sudah mendekap verli dari belakang. Ia mencuil hidung verli, mereka tertawa bersama.


Tanpa disadari ada seseorang yang melihat mereka tertawa dan gembira. Orang tersebut merasa panas melihat pemandangan didepan matanya. Rasanya terbakar amarah, karna tak mau melihat verli bahagia. Fera dan radit yang tak sengaja melihat verli dengan suaminya.


"Liat tuh verli sama suaminya, bahagia banget deh?" ketus fera yang merasa iri.


"Ow jadi itu suami verli.....dan wanita itu verli!! Heh penampilannya malah tambah norak, cantikan juga kamu sayang" Puji radit membandingan fera dengan mantan kekasihnya.


"Tapi aku gak mau liat verli bahagia, kamu gak mau bales perempuan itu, liat deh dia juga sudha bisa jalan lagi" Protes fera.


"Sudah lah biarkan saja, lagi pula balasanku sudah cukup buat dia......ya keberuntungan mungkin berpihak padanya karna selamat dari maut, tapi itu sudah membuatku puas.....lagi pula diperutmu ini kan Sudah terisi buah cinta kita jadi sudah gak usah balas apapun" ucap radir sambil mengusap perur fera.


(" Hissh....kalau radit tak mau membalasnya biar aku sendiri yang akan menghancurkan rumah tanggamu verli, aku tidak akan biarkan kamu hidup bahagia dengan suamimu" ujarnya dalam hati.)


♡♡♡♡♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2