CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 9. MERENUNG


__ADS_3

Hafka dan alif sudah sampai dipesantren, mereka memasuki rumah diruang tamu ada abi yusuf sedang membaca majalah. Hafka dan alif memberi salam dan mengecup punggung tangan yusuf bergantian.


"kalian dari mana saja kok lama sekali umimu udah nunggu dari tadi" kata yusuf.


"Maaf abi tadi dijalan hafka dan alif bertemu dua perempuan, ban mobil mereka bocor jadi hafka sama alif nolongin mereka kasihan rumahnya jauh, jadinya hafka ke mang deden agar dibawa ke bengkelnya" ujar hafka.


"Ow begitu ya sudah sana temui umimu ada dibelakang, abi mau ke masjid dulu" ucap yusuf.


"Baik abi nanti kami menyusul" jawab alif


Hafka dan alif pergi ke belakang menemui umi halimah yang sedang bersih-bersih. Tadi abi yusuf menyuruh hafka dan alif pergi ke rumah devan kebetulan itu adalah sahabat hafka seumuran dengannya, dia juga mengajar dipesantren milik orang tuanya. Mereka kesana untuk mengantarkan buku yang tertinggal.


"Assalamualaikum umi" ucap hafka.


"Wa'alaikumussalam kalian sudah pulang ya, tadi umi cari kalian ternyata disuruh abi ke rumah devan" kata halimah yang masih sibuk dengan tugasnya.


"Iya umi maaf kami tadi tolongin orang dulu ban mobilnya bocor jadi hafka panggil mang deden buat benerin" jawab hafka.


"Ya sudah kalian pergi bersih badan lalu susul abi ke masjid ya" ujarnya.


"Baik umi" jawab mereka serentak.


********


Di Hotel.


Verli dan Kelyna memutuskan untuk menginap di hotel deket dengan tujuan mereka. Setelah tadi mobilnya selesai diperbaiki mereka melanjutkan perjalanan menuju pantai tujuan, yang ada didaerah tersebut. Karna perjalanan lumayan jauh akhirnya mereka memutuskan mencari hotel dekat sana takut kemalaman dijalan.


Beruntung tidak jauh dari pantai ada hotel, verli sudah menghubungi mamanya tidak akan pulang hari ini. Mereka akan pulang keesokan paginya, karna verli juga harus masuk kuliah. Kely bersandar di balkon kamar, melihat pemandangan bintang yang sungguh indah.


"Kely kamu melamun sendiri aja" verli tina-tiba datang mengejutkan kely.


"Gak kok aku cuma melihat pemandangan dimalam hari sungguh indah, disini juga sejuk bintang dan bulan bersinar terang" ucap kely sambil melihat kearah luar.


"Iya cantik sekali" kata verli kagum.


"Ow ya ver soal lelaki tadi itu.." belum kely melanjutkan perkataannya sudah dipotong oleh verli.


"Ngapain bahas lelaki itu bikin moodku hilang aja, dia tuh aneh" kata verli dengan wajah musam.

__ADS_1


"Gak gitu maksudku ver, tadikan aku sudah bilang dia hanya ingin menjaga dirinya dan kamu apa itu salah? cobalah berubah sedikit saja kamu pasti akan menemukan jawaban dari perkataannya" nasihat kely.


"Memangnya dengan cara apa aku bisa menemukan jawabannya kely? buang waktu aja aku udah nyaman begini" jawab verli ketus.


"Kamu sudah terlalu jauh melangkah verli, aku jamin setelah kamu berubah akan banyak ketenangan yang bisa kamu dapatkan bahkan kamu bisa dapatkan pasangan yang jauh lebih baik dan mencintai kamu lebih dari radit, dengarkan ini verli aku peduli sama kamu dan ingin yang terbaik" ucap kely memberi nasihat.


"Sudahlah aku ngantuk mau tidur, ayo tidur udah malem" kata verli beranjak dari tempat duduknya menuju tempat tidur dan merebahkan tubuhnya.


Kely hanya pasrah dengan kelakuan verli, akhirnya kely memutuskan tidur juga. Malam pun semakin larut mereka hanyut dalam mimpi masing-masing.


Malam berganti pagi, kini verli dan kely bersiap akan pulang. Mereka sudah meninggalkan hotel ini masih lumayan pagi, karna tidak ingin kemalaman jadinya mereka memutuskan pulang lebih awal.


Perjalanan sudah ditempuh berjam-jam, mereka bergantian untuk menyetir agar tidak kelelahan. Setelah perjalanan panjang mereka pun sampai dirumah, kely mengantarkan verli terlebih dahulu baru dia pulang. Mobil kely melaju meninggalkan rumah verli, pulang kerumah sendiri.


"Hai ma verli pulang" kata verli


"Anak mama sudah pulang ternyata, gimana kemarin" tanya nadin.


"Seru ma, tapi kemarin kemaleman gara-gara ban mobilnya bocor jadi harus dibawa ke bengkel dulu" ucap verli seraya menaruh tasnya.


"Loh kok bisa sih terus ke bengkel sama siapa? jauh tidak?" tanyanya.


" Beruntung masih ada orang baik yang mau nolongin, ya sudah kamu istirahat sana bersih badan dulu ya terus nanti kita makan bersama"


"Baik sih baik, tapi cuek banget dan sombong lagi belagu" gumam verli dalam hati.


"iya ma verli ke kamar dulu" jawab verli.


~


~


~


Hafka baru keluar dari masjid selesai melaksanakan shalat isya' sekarang berada di kamarnya, merenung sendiri memandang ke arah luar seperti ada yang difikirkan olehnya.


"Astagfirullah kenapa dia lagi dia lagi ya, perempuan itu kenapa terus terbayang sih ya Allah sadar hafka apa yang kamu fikirkan istigfar" hafka menenangkan dirinya sendiri.


Tok.

__ADS_1


Tok.


Terdengar seseorang mengetuk pintu kamar hafka. "Hafka ini aku alif, boleh masuk!" ternyata alif yang mengetuk kamarnya.


"Iya masuk aja gak dikunci" jawab hafka.


Akhirnya alif masuk ke kamar hafka mendekatinya dan duduk disamping hafka.


"Kamu kenapa kayak banyak beban aja" ujarnya.


"Eh gak ada kok cuma ingin lihat bintang aja tuh cantik" jawab hafka berbohong.


"Halah bohong kan?" kata alif seperti tau aja apa yang ada difikiran hafka.


"Hm ya sudahlah kalau gak percaya, kamu ngapain kesini?" tanya balik hafka.


"Gak papa bosen aja sendiri di kamar mending disini sama kamu, aku suka banget ditempatmu ini udah nyaman, damai, tenang, dan sejuk bakalan betah kalau tinggal disini" ucap alif menatap langit malam.


"Lah kamu terus kalau kamu mau tinggal disini rumah kamu dikota gimana?" tanya hafka.


"Kan bisa nanti kalau sudah nikah aku ajak istriku tinggal didaerah sini heheheh" ucap alif seraya tertawa.


"Halah kamu aja masih jomblo pasangan gak punya gimana mau punya istri, cari dulu pasangan halalin baru cari rumah" ucap hafka sambil menggoda alif.


"Kayak kamu udah punya pasangan aja, diri sendiri aja belum ada kok nasehatin aku"


"Nanti juga Allah datengin sendiri kalau namanya jodoh gak bakal ketuker sama yang lain walaupun jauh sekalipun" kata hafka membela ucapannya.


"Ya deh iya kamu memang selalu benar" ucap alif dengan nada males.


"Ya udah sana hafka mau tidur udah malem nanti malah gak bisa bangun buat shalat dah sana balii ke kamar kamu sendiri" hafka menyuruh alif pergi.


"Ow jadi ngusir noh oke" alif beranjak pergi.


"Eh jangan marah aku kan hanya bercanda jangan diambil hati ya maafin, ini memang udah malem nanti aku malah gak bisa bangun" ucap hafka seraya meminta maaf.


"Iya aku ngerti tenang aja, aku ke kamar dulu ya good night asslamualaikum"


"Night too, wa'alaikumussalam."

__ADS_1


Malam semakin larut melewati hari-hari yang melelahkan dengan banyak lika-liku, banyak juga rintangan yanh dilewati. Malam ini bintang bersinar terang ditemani bulan purnama yang indah, menghapuskan rasa lelah dan letih.


__ADS_2