CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 31. USTADZ DEVAN


__ADS_3

"Ya....iya sih dia tadi udah jelasin ke aku dan dia udah berubah bangey penampilannya hebat sih kamu bisa membuat dia berubah"


"Bukan aku yang membuat dia berubah tapi karna hidayah Allah yang datang padanya" jawab hafka.


"Iya memang perantaranya lewat kamu afka mangkanya mau menjemput hidayah itu hmm kapan kamu mau buka hati buat perempuan, lama-lama jadi jaka tua nanti" umpat alif dalam hatinya.


"Hello alif apa kamu masih ada disana?" tanya hafka yang tak mendengar jawaban dari alif.


"Eh hmm iya.....hmm udah malam nih aku matikan ya mau tidur" ujarnya glagaban saat hafka menanyakan.


"Tumben dah!! ya udah deh assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


Telepon telah diakhiri, hafka masih betah dibalkon kamarnya memandangi langit yang penuh dengan gerlapnya bintang dan sinar bulan yang terang. Disetiap bintang ia ukir entah jadi apa, hanya saja sekarang hafka ingin menikmati indahnya malam.


Sedangkan alif yang sedang duduk didepan kolam renang dihalaman belakang, ia masih memikirkan tentang verli yang bisa semuda itu untuk berubah hanya karna kata-kata hafka dan karna keingintauhannya soal nama hafka membuat verli nyaman dengan penampilan yang sekarang bahkan menjadi tenang. Alif berpikir apa itu karna cinta? gak, gak mungkin verli mencintai hafka, saat bertemu saja sudah bertengkar apalagi bisa mencintai itu hal yang mustahil. Tapi tak ada yang mustahil jika Allah sudah berkehendak karna hanya Allah yang bisa membolak-balikkan hati seseorang.


Verli juga masih bingung dengan perasaannya sendiri antara gengsi untuk mengakuinya atau memang tak ingin. Dalam hati hafka untuk sekarang tidak ada siapapun tapi disisi lain berdekatan dengan verli membuat jantungnya memompa lebih keras alias dag dig dug.


Pukul dua dini hari ada deringan yang nyaring terdengar ditelinga, suara dari balik hanphone gadis yang sebelumnya telah menyalakan untuk membangunkan. Verli bangun tangannya yang satu meraba ranjang disebelahnya mencari sumber suara, ia langsung mematikan alarm ponsel yang berbunyi.


Verli melihat layar ponselnya lalu berusaha duduk sejenak mengumpulkan nyawa yang masih diambang. Ia berusaha untuk bangkit dan mendekatkan kursi roda yang ada disamping ranjangnya agar bisa ia raih, setelah itu ia berusaha pindah tempat dari kasur yang empuk ke kursi roda. Beberapa kali dicoba tapi verli masih tidak bisa tapi dia tidak menyerah untuk berusaha, dua kali dicoba tidak bisa dan akhirnya yang ketiga kali berhasil. Disitu verli sangat senang karna ia tak mau menyusahkan orang tua maupun kakaknya, jadi verli berusaha sendiri dan hasilnya tidak sia-sia.


Verli mencoba menjalankan kursi roda dengan satu tangannya yang tidak sakit, sampai kamar mandi verli bergegas mengambil air wudhu namun itu akan berganti tayamun untuk bagian yang ditutup perban dan dilanjut membasuh yang tidak tertutup. Veeli sudah menyiapkan mukenah dan segera memakainya lalu ia menunaikan dua rakaat shalat. Ia memang sengaja menyetel alarm karna ingin belajar shalat malam yang penuh dengan pahala, walaupun rasanya agak sulit verli tetap memaksakan. Inilah sisi sekarang dari verli belajar dan belajar.


Sudah selesai shalat verli berdoa dengan khusyu' memohon ampun atas segala dosa yang ia perbuat begitulah tiap shalat yang dijalankan pasti ada rasa bersalah dalam hatinya. Selesai itu verli meraih al-qur'an yang ada didekatnya, verli melihat seksama al-qur'an yang ia pegang dan tak disangka butiran kristal meluncur begitu saja dari pelopak matanya. Verli sangat malu atas perbuatannya selama ini, mengabaikan tugasnya sebagai seorang muslimah. Dunia bebas sudah mengikatnya dulu ditambah lagi terprofokasi oleh mantan pacarnya. Verli membuka kitab suci al-qur'an lalu membaca dengan suara lirih disela isak tangisnya.


Ada rasa tenang dan nyaman dalam hati verli saat membaca al-qur'an, sampai ia hanyut dalam bacaannya sendiri. Sampai selesai membaca al-qur'an verli melipat mukena dan menata kembali, karna tidak bisa tidur kembali verli memilih mendekat ke balkon rumah dan memandangi gelapnya malam. Ternyata selama ini verli salah jalan dan menempuh kegelapan, entah hatinya tergerak untuk berubah itulah hidayah Allah. Saat hidayah itu datang dan mau meraihnya maka ketenangan dan kedamaian hati selalu dirasakan, jelas juga ketaatan untuk lebih dekat dengan sang Pencipta.


***********


04.15

__ADS_1


Adzan subuh telah berkumandang orang mukmin sedang melaksanakan kewajibannya, pergi ke masjid atau dilakukan dirumah bagi wanita.


“sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka” (HR. Ahmad).


Shalat subuh telah berakhir kini berganti sinar matahari yang menderang memancarkan cahaya terang, membuat semua orang bergerak untuk melakukan aktivitasnya masing-masing. Begitupun dengan hafka yang tengah sibuk mengajar dipesantren untuk mengisi waktu luang karna cutinya masih panjang. Hafka mengajar santri tentang fiqih dan aqidah akhlak, para santri sangat bersemangat jika yang mengajar adalah hafka karna mereka sangat menyukainya. Mengajar dengan sabar namun juga tegas, ada waktu bercanda dan ada waktu serius, hafka tipikal orang yang suka bercanda dengan para santri yang ia ajarkan.


Kecerdasan hafka saat mengajar membuat para santri sangat menghormatinya, apalagi kesan kata dan motivasi yang dilontarkan hafka langsung membuat mereka diam dan merenungi semua benahan dan tuturan hafka. Mangkanya abi yusuf sangat senang bila hafka mengajar para santri, namun tidak selamanya hafka bisa mengajar dipesantren karna ia juga ada tugas pekerjaan yang harus dijalani.


Pagi ini setelah mengajar hafka pergi ke kediaman ustadz devan sahabat masa kecilnya yang masih terjalin sampai saat ini walaupun jarak memisahkan keduanya. Hafka melajukan motornya pelan tak berapa lama ia sudah sampai krana jarak rumah ustadz devan dan pesantren tidak terlalu jauh.


Tok.


Tok.


Tok.


Tiga kali hafka mengetuk pintu rumah ustadz devan dengan ucapan salan dan langsung di sauti oleh tuan rumah.


"Mari masuk hafka" ajak devan masuk.


Setelah dipersilahkan duduk diruang tamu, hafka langsung mengutarakan niat datang kerumah devan.


"Aku hanya ingin tau kabar kamu aja" ucap hafka.


"Alhamdulillah baik kok, kamu sendiri bagaimana?" tanya balik devan.


"Alhamdulillah aku juga baik" jawab hafka tersenyum.


"Apa kamu tidak mengajar hari ini?" tanya hafka lagi.


"Ow iya tadi gak bisa ada keperluan aku udah izin, nanti siang sampai sore aku ada dipesantren kok ngajar" jawabnya.


"Ow gitu ya sudah" jawab hafka.

__ADS_1


"Ow kamu ambil cuti kan ya? berarti selama cuti kita masih bisa bertemu kan" ujarnya.


"Iya dong, sebenarnya pengen gitu dipindah tugas ke sini biar gak jauh banget, kalau didekat sini kan enak aku juga bisa pulang pergi" curhat hafka mengheka nafas panjang.


"Apa kamu gak bisa bicara sama direktur rumah sakitnya?" tanya devan.


"Ya gak bisa gitu soalnya semua itu ada prosedur" tungkas hafka.


"Ow gitu ya udah yang sabar aja toh kerja kamu juga mulia, itu juga cita-citamu" kata devan.


"Iya aku syukuri apapun itu yang diberikan Allah kepadaku dengan lapang dada.......ow ya dev apa kamu gak mau melanjutkan kuliah lagi ke kairo?" tanya hafka.


"Enggak dulu ka, aku mau fokus ke para santri aja, udah nyaman sama mereka jadi gak bisa lepas" ucap devan tersenyum .


"Masya Allah iya lanjutkan saja selagi itu baik dan bermanfaat, aku juga dama seperti kamu sebenernya tapi tugasku gak bisa ditinggal"


"Ya semoga aja suatu saat nanti kamu bisa pindah tugas kesini, gak sendiri tapi......" devan menahan tawa ingin jujur takut hafka tersinggung tapi ya udahlah diomongin aja toh hanya sebagai gurauan.


"Tapi apa....." hafka geram karna devan tidak melanjutkan kata-katanya.


"Tapi sama gandengan tangan dong (istri) hihihi" jujur devan sembari senyum-senyum tanpa dosa.


-


-


-


-


Hay readers yang setia menunggu hafka dan verli😊 Terima kasih sudah support karya ini 🙏


Mohon maaf untuk kemarin gak bisa Up karna author didunia nyata lagi jaga kakak dirumah sakit mohon maaf kalau hanya bisa sehari 1 bab🙏. Akan author usahakan 2 bab sehari.

__ADS_1


Support author dengan cara LIKE, VOTE, HADIAH, BERI RATINGNYA DAN TINGGALKAN KOMENTAR UNTUK AUTHOR🤗


👋👋👋👋


__ADS_2