CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 70. KEBAIKAN


__ADS_3

Verli hanya mengangguk dengan senyuman yang menjulang dibibirnya. Apalagi mendengar pernyataan cinta dari hafka, hati ini rasanya ingin melompat aja.


"Aku mau ke kamar mandi, sudah adzan kita shalat dulu" ajak verli.


"Ayo, biar aku gendong...."


"Gak usah mas aku bisa sendiri"


Baru juga satu langkah verli merasa perih dan sakit dibagian bawahnya.


"Auww..."


"Kamu gak pa-pa dek, udah aku gendong aja"


Tanpa aba-aba hafka langsung menggendong verli menuju kamar mandi. Hafka menyiapkan air hangat untuk verli agar mengurangi rasa perih. Setelah backtub sudah penuh hafka menyuruh verli untuk mandi.


"Mandi berdua aja mas" pinta verli.


"Boleh, biar aku yang menjadi tukang gosok punggung" goda hafka.


"Hissh udah ayo, nanti telat loh shalat subuh"


Hafka pun ikut verli mandi, jadilah mereka mandi bersama. Setelah usai mandi mereka menggelar sajadah dan melaksanakan shalat subuh bersama. Salam kedua sudah diucapkan, verli mencium tangan hafka. Setelah shalat seperti biasa mereka menyempatkan membaca al-quran. Hafka yang menyimak verli dan membetulkan bila ada yang salah.


Pagi menjelang matahari bersinar embun yang menyejukkan. Membawa suasana teduh dan segar buat pasangan halal yang baru bercinta semalam. Verli sudah berkutat didapur menyiapkan sarapan untuk hafka. Aroma masakan verli sangat sedap tercium di indra penciuman hafka yang sangat menggugah selera. Verli mengambilkan nasi untuk hafka dan lauk nya. Mereka pun makan bersama hingga selesai.


******


Kely sedang menyelesaikan skripsi di kamarnya. Ia merasa ada yang kurang untuk bahan skripsi jadi kely hendak keluar untuj mencari refensi. Keluar sendiri pasti gak enak jadi kely mengajak aina dan tia kalau mereka mau. Baru beberapa hari lalu mereka kembali dari pesantren, pasti sekarang ada di asrama.


Kely memberi pesan pada aina untuk keluar tapi lama ditunggu tidak ada jawaban jadi ia memutuskan untuk menelfon saja. Tapi gak diangkat juga, nomer tia pun sama entah mereka ada dimana sampai sibuk tak bisa mengangkat telfonnya. Kely pun jadi kesal sendiri, biasanya ada verli yang siap siaga bila diajak kemana-mana tapi sekarang udah jarang bersama verli. Tak lama hanphone nya berbunyi, segera ia menggeser tombol hijau dan mengangkatnya.


"Assalamualaikum" ucap kely mengawali.


"Wa'alaikumussalam, key maaf ya tadi gak bisa balas pesan dan telfon dari kamu, aku ke kamar mandi kalau tia hanphon nya di cas" jawab aina.


"Ow iya, kamu sibuk gak? Ikut aku yuk cari buku buat bahan skripsi nih"

__ADS_1


"Ayuk, aku juga mau cari buku nih"


"Oke aku jemput ya, diasrama kan?"


"Gak usah kita ketemuan di taman depan aja aku tunggu disana sama tia"


"Siap, ya udah assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


Panggilan pun diakhiri oleh kely. Ia bergegas untuk berganti baju dan siap-siap. Laptop pun ditutup dan dirapikan ke tempatnya.


Kely turun ke bawah dengan pakaian yang sudah rapi dan cantik. Diruang tengah ada syafira yang sedang menonton televisi. Kely menghampiri mama nya untuk berpamitan. Ia akan membawa mobil sendiri biar leluasa mengobrol dengan aina dan tia, agar supirnya juga gak menunggu kalau nantinya lama.


"Ma kely keluar dulu ya mau beli buku" ucapnya berdiri disamping syafira.


"Sendiri?"


"Enggak, sama aina tia...biar kely bawa mobil sendiri saja"


"Oke ma, assalamualikum"


"Wa'alaikumussalam"


Kely keluar menuju mobilnya yang terparkir di garasi. Mobil melaju menuju jalanan yang ramai kendaraan, cukup padat untuk hari ini. Sesekali kely bersenandung menirukan putaran musik yang menyala.


Beberapa saat kemudian.


Kely sudah sampai ditaman yang tadi sudah dibicarakan saat ditelfon. Ia clingukan mencari aina dan tia yang katanya ditunggu pojok taman duduk dikursi. Aina dan tia menghampiri kely yang bingung mencari mereka. Setelah bertemu mereka berangkat bareng, tentu kely yang menyetir aina didepan dan tia di belakang. Sepanjang perjalanan mereka saling mengobrol sambil melepas rindu. Kely melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil menghirup oksigen dan melihat gedung-gedung yang menjulang tinggi.


Setengah jam mereka menumpuh perjalanan akhirnya sampai juga. Mereka masuk bersama, baru masuk saja sudah disambut dengan beraneka macam buku yang tertata rapi dirak dan sudah di pilah sesuai cover. Mereka berkeliling sambil melihat buku yang dicari. Ini adalah perpustakaan yang lengkap terdiri dari lantai satu dan dua. Lantai satu digunakan untuk siapa saja yang ingin membeli buku khusus untuk pembeli. Disana sudah ada macam-macam buku dari sastra, biologi, sampai cerita atau novel pun ada sangat lengkap. Untuk lantai dua juga terdapat rak-rak buku yang tertata rapi dan dibagi dua dengan tempat untuk khusus pembaca. Tempatnya sangat luas dan rapi, kely berputar mencari buku yang di incar.


Aina dan tia juga mencari buku untuk bahan skripsi sekaligus mencaro novel. Kely sudah mendapat buku yang sesuai, ada dua buku yang dipegangnya. Keduanya sama tebal, ia pun menghampiri aina dan tia yang masih sibuk berkutat di setiap rak.


"Udah belum? Aku naik ke atas ya nanti susulin" kata kely.


"Iya nanti kami nyusul kamu duluan aja" jawab tia.

__ADS_1


Kely berjalan menaiki tangga untuk ke lantai atas. Segera ia mencari novel untuk koleksi, kely suka sekali mengoleksi berbagai macam judul novel yang menurutnya menatik dibaca. Novel horor maupun komedi atau yang berbau romansa. Tak lama aina dan tia sudah menyusul ke atas dan menghampiri kely. Mereka akhirnya mencari bersama novel yang di inginkan.


Setelah merasa semua sudah mereka membawa ke kasir untuk dibayar. Kely mengajak kedua sahabatnya untuk ke toko disert kesukaannya. Kely pengen sekali makan disert cake yang biasa dibelinya. Aina dan tia menurut saja sembari mencari udara segar biar gak suntuk diasrama terus. Sampai disana kely langsung turun dan menggandeng tangan kedua sahabatnya untuk masuk.


Kely segera memesan keburu di ambil orang amtriannya. Karna tempatnya sangat laris, banyak disert bermacam-macam dan rasa yang enak. Kely tak mau kehabisan, ia juga pesan untuk dibawa pulang. Tempat ini seperti restoran tapi khusus pengelola disert saja. Kely memesankan untuk aina dan tia juga agar mereka juga bisa merasakan.


Beberapa menit.


Pesanan mereka sudah diantar, kely langsung mencoba rasa yang baru dari berbagai macam rasa. Aina dan tia sangat menyukai karna rasanya yang enak dan topping yang melimpah.


******


Diapartemen verli sedang membereskan perabotan yang berantakan sedangkan hafka tadi keluar untuk membeli sesuatu. Mereka nanti akan pulang ke pesantren jadi tak perlu membeli bahan pokok cukup yang perlu saja untuk hari ini. Mula-mula verli membereskan dapur yang tadi berantakan karna aktivitasnya memasak. Hanya dengan waktu yang singkat dapur sudah bersih. Kini verli beralih ke kamarnya. Karna pergulatan semalam jadi kamar yang rapi berubah seperti kapal pecah.


Verli mengambil baju yang kotor dan berserakan dilantai. Rak buku ditata dengan rapi dan sprai diganti dengan yang baru. Verli membuka lemari untuk mengambil sprai bersih letaknya paling atas. Perlahan diambilnya tapi ada kertas terjatuh di lantai saat verli sudah memegang apa yang dicari. Ia memungut secarik amplop entah isinya apa. Karna penasaran verli membuka isi amplop tersebut, sampul amplop itu tertera dari rumah sakit yang membuat rasa penasarannya bertambah. Saat sudah terbuka ia membaca semua isi dalam amplop yang terdapat kertas didalam nya.


Saat membaca verli sangat syok dengan isi kertas tersebut. Tiba-tiba ia meneteskan air mata kala tau isi nya. Tak bisa di bendung lagi, ia segera mencari suaminya entah apa yang membuat verli sampai menangis. Tak lama hafka sudah kembali ke apartemen. Ia meletakkan bahan bawaannya di atas meja diruang tengah. Netranya menangkap istrinya yang menghampiri dengan mata berkaca-kaca. Hafka jadi bingung dan mendekati verli. Ia menerima secarik kertas yang diberikan oleh verli. Tangannya menerima dan langsung diliat oleh hafka. Ia juga kaget karna verli menemukan amplop dari rumah sakit saat dulu hafka mendonorkan darahnya untuk verli. Itu adalah hasil lab yang disimpan oleh nya agar gak diketahui verli.


"Kamu mas yang mendonorkan darah untukku saat kecelakaan waktu itu?" tanya verli sembari terduduk disofa.


Hafka duduk disamping verli sembari memegang tangan nya dengan lembut.


"Iya, aku yang telah mendonorkan darah waktu itu ke kamu. Aku memang sengaja melakukan itu diam-diam, karna aku ikhlas melakukannya. Hati ku tak kuasa melihat kamu seperti itu entah karna apa" jawab hafka jujur sembari mengusap air mata verli.


Verli tak sanggup rasanya untuk menahan tangis. Begitu terharu saat tau siapa yang telah menyelamatkan nyawa nya. Sungguh rencana Allah sangat luar biasa untuk nya. Verli berangsung memeluk hafka seolah tak mau melepas jauh-jauh darinya. Mungkin ini lah yang dinamakan jodoh tak akan kemana. Dekat belum tentu menjadi jodoh. Sedekat apapun dia kalau bukan jodoh bakal pergi juga. Dan sejauh apapun jodoh itu berada kalau sudah menjadi garis miliknya akan mendekat sendiri.


Verli masih tak menyangka suaminya yang dulu masih tak kenal bahkan ia sangat kasar, tetapi hafka masih mau membantu tanpa pamrih. Ia jadi merasa bersalah dulu pernah menghina dan merendahkan hafka. Hanya kata maaf dan terima kasih yang bisa dilontarkan dari mulutnya. Dalam hati ia akan membalas semua itu dengan cinta dan kasih sayang yang diberikan kepada nya. Allah sudah menggariskan jodoh nya dengan hafka sejak awal bertemu sampai hidayah menghampiri.


Lama verli memeluk hafka sampai pelukan itu disudahi. Hafka melihat istrinya dan mecium kening verli dengan sayang.


"Sudah jangan menangis, Allah yang merencanakan ini semua tanpa pertemuan, musibah, perjalanan, hidayah, kita tak akan pernah bersama sampai sekarang dan menikah." ucap hafka.


"Maaf atas sikapku dulu yang sungguh keterlaluan dan terima kasih sudah suka rela membantuku. Aku janji akan selalu ada disampingmu dan menemani setiap langkah yang nantinya akan dilalui bersama" kata verli.


"Aku sudah memaafkan semuanya, Allah saja Maha Pemaaf apalagi aku yang hanya manusia biasa, tak selama terhindar dari dosa. Kita mulai dari awal membangun rumah tangga tanpa harus ada yang ditutup-tutupi"


"Terima kasih...." hanya kata itu yang bisa diucapkan verli.

__ADS_1


__ADS_2