
Tiga minggu telah berlalu Verli sudah keluar dari rumah sakit tempat dia melahirkan. Hari-hari nya dilewati bersama putra tercinta. Kebahagiaannya terasa lengkap dengan hadirnya Hamsya. Tiap pagi setelah menyiapka keperluan suaminya, Verli berpindah untuk mengurus Hamsya. Begitu terus dan sesekali Hamsya dibawah keluar untuk mendapat udara segar.
Hafka selalu menyempatkan pulang lebih awal agar bisa bermain dengan Hamsya. Kalau ada kajian diluar Hafka selalu mengajak istrinya untuk ikut. Begitu lah aktivitas mereka setelah hadirnya Hamsya. Verli sekarang tidak bosan lagi jika ditinggal suaminya kerja karna dia sudah ada aktivitas lain yaitu mengurus Hamsya si bayi mungil.
Hari ini mereka akan berkunjung ke rumah orang tua Verli. Katanya Nadin sudah rindu dengan cucunya. Jadi karna sekarang hari libur mereka sempatkan untuk kesana.
Alhamdulillah nya Hamsya tidak rewel selama perjalanan jadi Verli dan Hafka bisa tenang. Sesekali merengek jika dia haus.
"Nanti mampir ke rumah Kely ya mas, kangen banget rasanya sama dia udah lama gak ketemu. Terakhir waktu aku lahiran" ucap Verli sambil menimang Hamsya dipangkuannya.
"Iya sekalian aku mau ketemu Alif, pasti dia sekarang sibuk ngurus istrinya yang lagi hamil. Orang hamil kan mintanya aneh-aneh" jawab Hafka terus fokua menyetir.
"Gak semua juga mas, ya kali lah kamu samain semuanya. Masak iya Alif seposesif itu" timpal Verli.
"Hmm....belum tau aja kamu dek, Alif itu kalau sudah ada orang yang dicintai pasti begitu apalagi ini istrinya yang tengah hamil."
"Tapi gak pa-pa sih, beruntung Kely bisa mendapat suami yang baik seperti Alif. Jadi aku bisa tenang dan kepikiran dia" kata Verli sambil ngemil.
"Emang aku gak sebaik Alif ya......ucapannya kayak mengarah ke aku sih" gerutu Hafka.
"Eh...enggak dong, aku juga beruntung bisa dapatin suami yang baik, sholeh, bertanggung jawab seperti kamu. Beruntung dulu Allah pertemukan kita di waktu yang tak terduga. Hehe maafkan sifatku yang dulu ya" ucap Verli nyengir.
"Dah lah gak perlu di ungkit-ungkit lagi masalah yang dulu itu. Yang dulu biarlah berlalu sekarang ya sekarang. Aku bersyukur dengan hadirnya kamu di sampingku dan dengan hadirnya dia dalam hidupku, terasa lengkap sudah." tangan Hafka mengusap lembut pipi Hamsya yang tengah tidur.
Tidur Hamsya pun terganggu, dia menggeliat dan menguap. Tapi beruntung Hamsya tidka menangis dan malah matanya terbuka lebar.
"Hai gantengnya umma udah bangun ya, abi kamu ganggu Hamsya tidur nih" Verli berbicara dengan Hamsya yang malah tersenyum ke arahnya.
"Dia gak marah kok, tuh malah senyum-senyum gitu" sahut Hafka saat mendengar ucapan Verli.
**
**
**
"Pa, mereka kok lama ya katanya sebentar lagi sampek......udah ditungguin dari tadi" gerutu Nadin yang berada diruang tamu menunggu anak dan menantunya datang.
"Sabar lah ma, mungkin sebentar lagi. Macet dijalan mungkin....ini kan hari libur maklum lah kalau banyak orang yang berlibur menikmati weekend." ucap Safren yang berada disebelah Nadin.
"Mama sudah kangen sama Hamsya pengen gendong......"
__ADS_1
Tin....Tin...
Suara klakson mobik terdengar dari luar. Nadin pun langsung berjalan keluar saat mendengar suara mobil memasuki halaman rumah. Saat dilihat benar adanya, itu mobil Hafka.
Hafka dan Verli langsung turun dari mobil dan mencium punggung tangan orang tuanya bergantian. Nadin yang dari tadi sudah menunggu, ia langsung mengambil alih Hamsya dari gendongan Verli.
Melihat iru Verli tersenyum dan membiarkan mamanya untuk menggendong Hamsya. Mereka pun masuk lalu duduk disofa. Sepertinya Verli capek karna tadi menggendong Hamsya terus saat dimobil. Oleh karna itu Nadin menyuruh Hafka untuk membawa Verli ke kamar.
"Kalian ke kamar saja kalau capek, biar Hamsya sama mama. Duh dia buat mama kangen terua, pipi nih loh tambah tembem." ucap Nadin sambil menciumi pipi Hamsya.
"Dah sana kalau mau istirahat nanti kita makan siang bersama." tambah Safren.
"Lah kak Frisko kemana ma dan Aina?" tanya Verli yang celingukan mencari keberadaan Frisko.
"Nganterin Aina ke makam orang tuanya. Mungkin nanti juga pulang kalau gak mampir kemana-mana." jawab Nadin.
"Ya sudah pa ma..... aku ke kamar dulu ya sekalian beresin perlengkapannya Hamsya nih" jawab Verli sembari menunjuk tas yang dibawa Hafka.
"Iya.." jawab Niko.
Lalu mereka pun naik ke atas menuju kamar mereka dan membersihkan tubuhnya. Verli pergi ke balkon rumahnya dan melihat sekeliling halaman rumah yang luas dan ditumbuhi bunga-bunga yang indah. Karna balkon kamarnya langsung berhadapan dengan taman samping.
"Kenapa?" tanya Hafka yang melihat istrinya terus menatap ke arahnya.
"Gak pa-pa, emang gak boleh ngelihat suami sendiri!" jawab Verli.
"Boleh dong" sahut Hafka lalu memeluk Verli dari belakang dan menyenderkan kepalanya dibahu Verli.
"Liat deh mas, bunganya bagus-bagus ya tumbuh dengan baik dan indah. Mama memang the best deh kalau soal merawat tanaman" gumam Verli berbicara dengan Hafka.
"Iya indah pula, jadi kalau dipandang sangat cantik." tambah Hafka.
"Yang kamu maksud aku atau bunganya, lah kamu natapnya bukan ke sana malah ke aku"
"Ya memang kamu sayang, terus siapa lagi kalau bukan kamu. Bunga itu memang indah dan cantik tapi istriku lebih cantik" gombal Hafka.
"Gombal mulu nih" pipi Verli jadi bersemu merah mendengar gombalan dari suaminya.
"Ciieee itu pipi merah gitu" Hafka semakin menggoda istrinya.
Walau pun pernikahan mereka sudah lama hampir satu tahun namun keharmonisan tetap ada. Verli bahkan masih malu jika mendengar gombalan seperti tadi. Dan mereka saling terbuka satu sama lain sehingga membuat keluarga mereka tetap tentram.
__ADS_1
...🌷🌷🌷🌷...
Kely sedang bersama Alif di restoran. Mereka sedang makan bersama, Kely tadi mengajak suaminya untuk keluar karna bosan jika harus dirumah terus menerus. Karna Alif suami yang pengertian jadi di menuruti apapun kemauan Kely.
Menurutnya kebahagiaan istrinya itu lebih utama. Bahkan jika disela kerjanya Kely menelfon untuk meminta ini dan itu, Alif selalu menuruti kemauannya. Sejak kehamilan Kely, memang Alif ekstra menjaga istrinya agar tidak stress dan emosionalnya tetap stabil.
Kely juga sudah diberi tau Verli kalau nanti dia akan datang ke rumahnya. Mungkin sorean, jadi sekarang ia mau menikmati momen berdua dengan suaminya.
"Mau tambah lagi sayang?" tanya Alif.
"Enggak deh aku sudah kenyang." jawab Kely sembari memasukkan makanan yang tinggal sesuap saja.
"Setelah ini mau kemana? Pulang atau mau jalan-jalan lagi?" tanya Alif.
"Ke mall sebentar yuk beli keperluan dedek" ajak Kely.
"Oke sayang"
Setelah selesai makan mereka pergi ke mall untuk mencari keperluan calon anak mereka nanti. Mulai dari pakaian dan keperluan lain. Perjalanan ditempuh sekitar 20 menitan karna weekend jadi jalanan sedikit ramai.
Setelah memarkirkan mobilnya Akif langsung menggandeng Kely untu masuk ke dalam mall. Begitu senang Kely, tempat yang pertama kali dikunjungi adalah perlengkapan bayi. Memang itu tujuan utama mereka ke mall.
Banyak sekali perlengkapan bayi disana, ada pakaian, sepatu, selimut, gendongan bayi, dan masih banyak perlengkapan lain. Kely sangat suka dan bingung harus beli baju yang mana nanti untuk anaknya.
"Sayang, ini bagus semua sulit untuk aku menentukan." ucap Kely sambil melihat-lihat.
"Beli seperlunya dulu aja, kita kan belum tau jenis kelamin anak kita. Nanti sudah beli malah gak sesuai" saran Alif.
"Ya sudah kita beli baju dan selimut disesuaikan saja dulu" ucap Kely kemudian.
Mereka pun melihat dan memilih perlengkapan yang sekiranya dibutuhkan. Karna mereka juga belum tau jenis kelamin anak nanti. Selesai memilih dan dirasa sudah cukup kemudian Kely membawa ke kasir untuk dibayar.
Setelah itu mereka pergi ke toko es cream karna Kely ingin makan es cream. Sembari duduk menunggu Alif yang sedang membelikan untuknya. Tak lama Alif datang membawakan semangkuk es cream yang bisa dibilang besar cukup untuk mereka berdua.
"Cuma satu?" tanya Kely.
"Biar romantis kita makan semangkuk berdua. Lagian aku beli ini yang besar jadi bisa kita makan bersama" jawab Alif.
"Ohh soo sweet banget sih suamiku ini." ucap Kely sambil memasang muka gemas.
Alif tersenyum dan mereka pun menikmati es cream berdua. Ala anak remaja yang baru jatuh cinta yaa sweet nya minta ampun. Yang jomblo dibuat iri, eits itu untuk yang sudah halalðŸ¤.
__ADS_1