CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 33. BUKU CINTA?


__ADS_3

"Kamu serius nak? nanti kamu disana sama siapa dan keadaanmu masih begini gak mungkin kamu sendirian" jawab safren.


"Pa verli pasti baik-baik aja kok, kan disana juga banyak teman banyak yang bimbing, ayolah pa boleh ya verli mohon" verli benar-benar sangat memohon kepada safren, kalau masalah nadin itu semua juga diserahkan pada suaminya.


"Lalu kuliahmu bagaimana?" tanya safren.


"Aku bisa tetap kuliah kok pa, besok aku udah masuk kuliah" kata verli.


"Loh kamu besok mau masuk kuliah? keadaanmu masih begini dek udah lah online aja" frisko yang dari tadi hanya diam lalu ikut bicara menyauti ucapan verli.


"Gak papa kak, verli capek kalau harus dirumah terus lagian besok kely juga masuk kuliah aku ada temen" jawab verli.


"Kamu lanjutkan dulu masa kuliah, soal kamu ingin belajar dipesantren bisa dipikirkan nanti" safren tidak tega kalau harus melepas verli begitu saja dengan keadaan yang sekarang.


"Kok dipikir nanti sih pa, toh aku dipesantren juga nginep beberapa hari nanti pulang nanti bisa balik lagi, verli bisa koo bagi waktu" verli masih berharap safren akan menyetujuinya.


"Pa buat verli sekarang ilmu untuk diakhirat lebih penting dari pada mencari banyak ilmu hanya untuk didunia tapi gak akan verli bawa sampai nanti, verli hanya ingin belajar ilmu agama pa bukan yang lain, kuliah tetap jalan kok verli bisa bagi waktu, tolong pa izinin verli" papar verli meminta dan memohon agar sang papa mau mengizinkan.


Safren masih bingung harus menjawab apa, di sisi lain dia juga gak tega tapi itu juga pilihan yang baio buat verli. Takut nanti verli tidak ada teman disana dan dikucilkan oleh mereka, itulah yang ditakutkan oleh safren. Setelah berpikir cukup lama safren sudah mengambil keputusan ia berharap memang itu yang terbaik.


"Baiklah semoga keputusan ini yang tarbaik, papa akan mengizinkan kamu untuk menuntut ilmu dipesantren tapi kamu harus benar-benar bisa membagi waktu antara kuliah dan yang lain" jelas safren membuat raut wajah verli yang tadinya masam sekarang berganti dengan senyuman lebar.


"Aah makasih papa, verli sayang sama papa" jawabnya girang tak kepalang.


"Eh sayangnya hanya sama papa aja nih sama mama enggak" ucap nadin goda verli.


"Ya gak gitu dong, verli sayang papa sama mama dan kak frisko juga" tuturnya memperlihatkan wajah yang berseri-seri membiat hati nadin bahagia.


"Jadi kapan kamu mau pergi dek? dan mau dipesantren mana?" tanya frisko.


"Kalau masalah kapanmya itu verli akan selesaikan semestee terakhir ini tinggal 1 minggu lagi baru verli akan pergi ke pesantren di daerah xxx yang pernah aku ceritain ke kakak" jawab verli, namun wajah frisko berubah masam mengingatkam pesantren yang pernah dibilang verli itu cukup jauh bukan.


"Dek didekat sini kan banyak ngapain ambil yang jauh, kalau pulang pergi gimana?"


"Gak apa kok kak namanya menuntut ilmu jauh dekat itu biasa, orang cari ilmu gak harua ditempat yang dekat saja lagian verli juga mau cari pengalaman"


"Nanti papa sediakan supir untukmu sediri biar kalau mau pulang atau pergi diantar sama supir saja, udah gak apa frisko papa yakin verli bisa jaga diri kok"


"Ya udah deh frisko nganut aja" jawab frisko pasrah.

__ADS_1


Akhirnya verli dapat izin dari orang tua untuk pergi belajar dipesantren, tapi setelah semester ini berakhir ya sekitar satu minggu.


Verli amat senang ia berniat menghubungi kely soal rencananya, karna ia belum menghubungi kely soal ini. Ia berpamitan kepada nadin, safren dan frisko untuk pergi ke kamarnya. Sampai di kamar verli menghubungi kely, ia mengambil ponselnya lalu mencari kontak nama yang tertera.


Tut.


Tut.


Tut.


beberapa kali verli menelfon kely namun tidak ada balasan, verli memilih mengirim pesan pada kely saja barangkali nanti dibuka.


"(Kely nanti telfon aku balik ya ada hal penting yang ingin aku utarakan)" kiriman pesan dari verli.


Verli mendekat ke arah jendela mengisi waktu santai dengan menyejukkan diri, menghirup udara segar. Jendela kamar verli langsung tertuju pada halaman samping yang dipenuhi oleh tanaman bunga miliknya, jadi ia bisa memandangi setiap hari lewat kamarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hafka malam ini akan mengisi tausiyah dimasjid pesantren, sebenernya ini bukan kali pertama hafka mengisi tausiyah namun karna ia tak pernah pulang jadi biasanya di isi oleh ustadz devan ataupun abi yusuf dan kenza.


Hafka sangat ahli kalau dalam hal tausiyah karna ia juga cerdas dan pintar, bukan hanya pintar ilmu medis tapi ilmu agama pun sangat paham. Karna ia dibesarkan dilingkungan pondok oleh sebab itu walaupun sekarang bekerja diperkotaan akhlak dan adabnya tetap sama tak berubah. Hafka memang sangat menghargai setiap nasihat dari kedua orang tuanya pasti ia simpan dalam memory.


Mereka berempat mengobrol bertukar cerita dan bersenda gurau sampai pada akhirnya abi yusuf bertanya pada hafka yang membuat mereka yang ada disana hanya diam mendengarkan.


"Hafka apa tidak sebaiknya kamu pindah kesini nak, pesantren ini juga butuh kamu kalau tugasmu jauh maka akan kesulitan untuk kemari karna jarak dan waktu" ucap abi yusuf.


"Pekerjaan hafka bagaimana abi, tidak mungkin hafka minta resain begitu aja" ujar hafka dengan wajah sendu.


"Apa kamu tidak bisa minta diatur agar dipeebolehkan tugas didekat sini saja?" tanya abi yusuf.


"Pengennya begitu abi tapi itu butuh persetujuan dan belum tentu ada pengganti, coba nanti kalau hafka balik nanti sekalian minta izin dan konsultasi" jawab hafka.


"Ya sudah abi tunggu kabar darimu nak, karna santri di sini juga lebih suka kalau kamu mengajar mereka, kelihatan dari raut wajah mereka saat kamu tadi tausiyah" papar yusuf meyakinkan.


"Iya abi hafka tau, nanti hafka akan usahakan ya" jawabnya


"Ya sudah semoga aja bisa ya"


"Aamiin" jawab mereka hampir bebarengan.

__ADS_1


Mereka pun kembali ke rumah masing-masing tak lupa juga ustadz devan berpamitan pada yusuf dan halimah saat sampai didepan rumah mereka. Ia izin pamit pulang karna sudah malam, setelah berpamitan devan menyalakan motornya dan pergi melesat menuju kediaman rumahnya.


Sedangkan kenza ia juga pamit untuk pulang bersama istrinya fatma, karna ia tidak bisa meninggalkan sang istri yang lagi hamil besar jadinya ia mengajak saja pergi bareng ke pesantren. Setelah berpamitan dan menyalami kedua orang tuanya kenza menggandeng tangan fatma menuju mobilnya. Mereka pun pergi keluar dari halaman pesantren ditemani dnegan umi halimah yang melambaikan tangan ke arah mereka.


Hafka tengah duduk diruang tamu bersama maryam yang sedang belajar. Ia memperhatikam buku bacaan sang adik, sepertinya seru sekali saat membaca. Maryam yang tau diperhatikan oleh sang kakak langsung mendongak menatap hafka, sekian detik mata mereka baradu. Hafka pun langsung memalingka wajahnya pura-pura tidak tau, tapi maryam malah menggoda hafka.


"Haduh kak kalau emang kepo bilang aja kali gak usah ngintip segala" goda maryam mengambil buku tadi langsung diberikan pada hafka.


"Apaan sih dek, ini juga kenapa malah dikasih ke kakak" gerutu hafka lalu mengambil buku yang tadi digenggam maryam.


Ada tiga buku yang mau dibaca maryam dan salah satunya mencuri pandangan hafka untuk melihat. Buku itu tentang bagaimana cinta itu tumbuh.


"Ini kenapa dikasih ke kakak dek dan ngapain juga kamu baca buku ginian sekolah aja belum lulus" tungkas hafka menggerut.


"Halah tadi juga ngintip-ngintip pengen liat sekarang buang muka sok gak mau, udah lah ambil aja barangkali perlu nanti heheheh" jawab maryam sambil tertawa kecil.


"Hmm gak usah ngeledek kamu, eh......tapi ya udah deh kakak pinjam ya lagian kamu gak usah baca buku ginian basih kecil" ujar hafka yang akhornya mengambil buku tadi.


"Halah udah sana bawa aja gitu kok nungguin aku, syok nasihatin lagi bilang aja kak kalau pengen pinjam" sarkas maryam tak rela disalahkan.


"Okelah males bedat sama kamu, kakak ke kamar dulu"


"Iya sana gangguin aja"


"Huuuffh" hafka menarik nafas berat lalu berjalan pergi menuju kamar meninggalkan maryam yang tengah asyik membaca buku yang lain.


-


-


-


Readers yang setia makasih udah mau menunggu bab selanjutnya😊 maaf kalau up nya lama karna beberapa hari authot lagi sibuk🙏


Hari ini author usahakan up dua bab kalau gak bisa ya besok double up.


Dukung terua karya ino dengan Like, Vote, Hadiah, dan Tinggalkan Komen untuk author 😁


Bye Bye👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2