CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 8. BENGKEL


__ADS_3

Di tempat lain.


Seseorang sedang duduk di balkon kamarnya menikmati semilir angin dan memandangi sebuah foto yang dipegangnya.


Tok.


Tok.


"Tuan boleh saya masuk" seseorang mengetuk pintu dari luar.


"Masuklah" jawaban dari lelaki yang berada dibalkon kamar.


"Apa tuan memanggil saya?" tanya seorang lelaki.


"Iya, ini kamu urus perempuan itu beri dia pelajaran jangan biarkan dia lolos, buat dia menderita pelan-pelan aku ingin melihatnya tersakiti sedikit demi sedikit sampai dia tertekan" jawab seorang pria dan melemparkan foto yang dari tadi dipegangnya.


"baik akan saya laksanakan, kalau begitu saya permisi" laki-laki itu pun mengambil foto yang dilempar pria tadi lalu keluar kamar.


"Terimalah hadiah dariku sayang hahah, bentar lagi hadiah itu akan sampai padamu" pria itu tertawa dengan senyuman licik diwajahnya.


********


Keesokan paginya.


Verli sudah berdandan cantik dan rapi dengan polesan make up yang tipis tapi tidak mengurangi kecantikan verli. Kelyna kemarin mengajaknya untuk pergi refresing agar tidak terlalu sedih dengan perasaannya, verli hanya ngikut saja ajakan kelyna.


"hai verli, udah siap belum?" tanya kelyna baru sampek di rumah verli.


"Udah dong yuk berangkat, aku udah siap dari tadi" ucap verli menggandeng tangan kelyna.


"Veerrrliiii" teriak mama verli.


"Eh iya ma ada apa tadi kan verli udah pamit" tanyanya.


"Ini ponsel kamu ketinggalan tadi mama liat di ruang tamu" jawab nadin.


"Ow iya lupa ma, makasih ya ma" ucap verli mengambil ponselnya ditangan nadin.


"iya, ya sudah sana berangkat hati-hati dijalan ya" ujar nadin.


"iya ma, verli berangkat dulu ya" jawab verli sambil mengecup tangan nadin.


"Tante kely juga pamit dulu ya, assalamualaikum" sambung kely mengecup tangan nadin juga.


"Kalian berdua hati-hati ya di jalan jangan ngebut, kalau sudah cepat pulang"


"oke ma, bye"


Verli dan kelyna memasuki mobil dan belajukan mobilnya, kali ini kelyna yang menyetir. Jalanan sedikit ramai mungkin karna hari libur, mereka berdua memutuskan berangkat lebih pagi agar sampai tempatnya tidak siang.


Ditengah perjalanan mereka belok disupermarket ada sesuatu yang ingin mereka beli. Mereka sudah selesai belanja, mobil pun melaju menerpa deru angin dan mobil yang lalu lalang. Sudah beberapa jam perjalanan mereka tempuh, kurang lebih 1 jam lagi mereka sampai tujuan.

__ADS_1


Tiba-tiba verli menghentikan laju mobilnya di tepi jalan. Tadi ditengah perjalanan verli menggantikan kelyna untuk menyetir agar tidak terlalu lelah karna perjalanan mereka jauh dan memakan waktu.


"Ver kenapa berhenti?" tanya kely yang kebingungan.


"Kok mobilnya gak enak gini ya bentar deh aku cek dulu" ucap verli yang juga bingung.


Verli turun dari mobil untuk mengecek apa ada masalah dimobilnya. Setelah di cek ternyata ban mobil mereka kempes dibagian depan.


"Duh gimana nih kely bannya kempes lagi kayaknya bocor deh, deket sini ada bengkel gak?" tanya verli pada kely.


"Aku gak tau, bingung ver" jawabnya.


"terus ini gimana jauh lagi dari rumah, aku bilang mama juga keburu kemalaman dijalan" ujar verli.


Dari arah belakang mobil mereka ada seseorang yang menghampirinya, dua orang lelaki yang menaiki sepeda motor berboncengan.


"Assalamualaikum, apa ada masalah nona?" tanya salah satu lelaki tersebut.


"Wa'alaikumussalam, iya mas ini ban mobil kami kempes sepertinya bocor" jawab kelyna.


"Iya mas bisa bantu kaa....." verli memotong ucapannya saat melihat kedua lelaki tersebut.


"Lah kamu lagi, yang kemarin nolongin aku kan pas direstoran" sambung verli.


"I i iya" jawab hafka terbata-bata.


"Kamu mengenalnya ver?" tanya kely yang bingung.


"Iya lelaki ini yang aku ceritain sama kamu kemarin itu loh pas dicafe" ujarnya.


"Iya, dia yang waktu itu dirumah sakit nyamperin kita" jawab hafka sambil melirik ke alif.


"Ow perempuan ini yang waktu itu marah-marah ke kamu kan, ternyata ketemu lagi disini" ujar alif melirik ke arah verli dan kelyna.


"Hmm boleh kalian bantu kami, setidaknya bantu cari bengkel deket sini!" kata kely.


"Ada sih tapi agak jauh dikit, memangnya kalian berdua mau kemana inikan jauh dari tempat kalian" tanya alif.


"Kami tadinya mau refresing jalan-jalan ke didaerah sini, tapi ditengah jalan malah ban mobilnya kempes" timpal verli.


"Gimana mau panggil tukang bengkelnya kesini?" tanya alif pada hafka.


"Ya gimana lagi, biarku suruh mamang kesini deh liat mobilnya, kamu tunggu disini dulu ya lif" kata hafka ingin pergi mengambil kunci ditangan alif.


"Ya sudah aku tunggu disini ya jangan lama-lama" kata alif


"Iya bentaran aja kok" hafka pergi meninggalkan mereka bertiga, melajukan sepedanya ke bengkel.


Kebetulan bengkelnya tidak jauh dari tempat mereka, dan hafka cukup dekat dengan pemilik bengkel tersebut. Pemilik bengkel yang sering dipanggil hafka mang deden, anaknya sedang belajar dipondok milik orang tua hafka.


Hafka sudah sampai dibengkel mang deden.

__ADS_1


"Assalamaualaikum mang" ucap hafka.


"Wa'alaikumussalam eh nak hafka ada keperluan apa kemari?" tanya mang deden.


"Gini mang di pertigaan sana mobil temen saya bannya kempes, apa mamang bisa cek kesana?" tanya hafka lirih.


"Dipertigaan tugu depan itu?" tanyanya lagi.


"iya mang kalau bisa bantuin benerin mang" ujar hafka.


"Insya Allah bisa nak, bentar lagi mamang kesana sama Teby, biar dia yang bawa mobilnya kesini" jawab mang deden


"Kalau gitu hafka tunggu disana ya mang, permisi mang assalamualaikum" ucap hafka


"Wa'alaikumussalam" jawabnya.


*********


Mang deden sudah sampai bersama teby karyawannya, mobil kely dibawa oleh teby ke bengkel milik mang deden. Kely dan verli terpaksa naik sepeda motor milik mang deden untuk ke bengkel karna hafka hanya bawa motor.


"Makasih ya mas udah mau bantuin kita" ucap kely.


"Iya sama-sama, kalau gitu kita permisi ya" kata alif.


"Mas tunggu dulu, saya belum tau nama kalian" ujar verli mencegah mereka pergi.


"Ow iya nama kalian siapa? Saya kelyna dan ini sahabat saya verli" kata kely memperkenalkan diri.


"Saya alif dan ini sepupu saya namanyaa.." belum alif selesai bicara tangannya sudah dipegang oleh hafka mengisyaratkan agar tidak memberi tau mereka.


"Lif ini udah ditungguin umi ayok kita pulang" sambung hafka agar mereka cepat pergi.


"Beri tau nama aja pelitnya minta ampun emang spesial banget ya tuh nama" gumam verli tapi masih terdengar oleh mereka.


"Sudah saya bilang kalau sudah saatnya pasti anda akan tau sendiri, dan ini apa masih aja keluar dengan terbuka seperti ini? Belajarlah seperti sahabat anda, permisi assalamualaikum" jawab hafka ketus akhirnya pergi meninggalkan verli dan kely.


"Wa'alaikumussalam" jawab mereka serentak.


"Tuh liat kel ngeselin kan dia, nama aja gak boleh tau hadeh kayak spesial banget aja" ujar verli dengan wajah cemberut.


"Hahaha sabar ver jangan cemberut gitu, dia tuh hanya ingin jaga dirinya sendiri dan kamu" kely malah tertawa dengan ocehan verli.


"Jaga apanya maksud kamu kely, orang dia tuh aneh gitu sepupunya sih masih mending gak seperti dia belagu" ketus verli


"Maksud aku tuh jaga martabatnya ver, dia ingin menjaga pandangannya agar tidak melihat yang belum waktunya dia liat, kamu dan dia bukan mahrom ver kecuali kalau udah sah baru boleh hihihi" ucap kely dengan menggoda verli.


"Dih amit-amit sama dia, kamu tuh ada aja orang dia aneh gitu"


"Suatu saat nanti pasti kamu mengerti verli, awas aja nanti kalau kamu jilad ludah sendiri loh jangan bicara gitu sekarang aja bilang aneh nanti kalau jodoh gimana hayoooo" goda kely.


" Aaahhh sudahlah kamu itu malah dari tadi godain aku terus" wajah verli cemberut.

__ADS_1


" Hehehe jangan marah ver gitu aja udah ngambek" goda kely mengelus pipis verli.


Verli hanya diam tak bersuara hatinya merasa senang saat kely mengucapkan kata seperti itu, entah karna apa verli juga bingung namun rasa itu ditepis oleh verli dan memilih diam.


__ADS_2