
"Verli sayang hati-hati ya selamat bersenang-senang" ucap nadin tersenyum manis.
"Oke ma pasti dong" sumringah di wajah verli membuat hati nadin senang bisa melihat kebahagiaan di wajah putrinya.
Frisko melajukan mobil pelan keluar dari halaman rumahnya menerpa angin yang menyejukkan, membuat siapapun terbawa suasan nyaman dan tenang itulah yang dirasakan verli sekarang.
Dirumah Niko.
Karna hari ini hari libur hafka pergi ke rumah niko karna sudah janjian untuk jalan bareng bersama aisyah dan alif.
Alif dan hafka masih menunggu aisyah keluar dari kamarnya, alif yang terus menggerutu karna aisyah tak kunjung muncul. Sudah kesal alif pun memutuskan pergi ke kamar adiknya untuk melihat sedang apa dia.
Baru saja berdiri dari duduknya aisyah sudah ada didepan mereka berdua. Alif menggerutu pada aisyah karna sudah membuat menunggu.
"Ngapain aja sih dek lama banget!!" gerutu alif.
"Ya ampun kak baru saja sebentar gak lama cuma setengah jam aja udah merengut" jawab aisyah enteng.
"HAAA!! Setengah jam kamu bilang baru saja itu udah lama banget emang perlu dempul berapa lapis" mata alif melongo dengar jawaban aisyah.
"Halah kakak ini cerewet banget sih kak hafka aja diem gak kayak situ" wajah aisyah sudah mulai kesal dengan kata-kata alif.
"Udah-udah jangan ribut jadi gak nih pergi kalau gak jadi mending aku pulang aja deh" ucap hafka pusing mendengar pertengkaran adik kakak ini.
"Eeh ya jadi dong aku udah dandan rapi masak gak jadi pergi, ayo deh" ajak aisyah mulai berjalan keluar meninggalkan hafka dan alif.
"Iiissh itu anak ya ngeselin masih kecil aja bergaya" gerutu alif.
"Sudahlah ayo jangan menggerutu terua gak bakal jalan sendiri itu mobil"
"Ya iya ayo"
"Ma kami berangkat dulu ya" ucap alif melihat delsa menuruni tangga.
"Iya sana adikmu udah duluan gitu" jawab delsa menyuruh mereka menyusul aisyah.
"Oke ma kami pergi assalamualaikum" ucapnya.
"Wa'alaikumussalam" jawab delsa.
**********
__ADS_1
Alif dan hafka menyusul aisyah ke dalam mobil. Aisyah duduk di bangku belakang sedang hafka yang menyetir dan alif duduk disebelahnya.
Mobil melaju menuju tempat tujuan mereka, aisyah terus bersenandung memecahkan keheningan membuat alif sesekali mengikuti alunan yang dinyanyikan aisyah. Selama perjalanan tampak mereka sangat menikmati suasana di pagi yang cerah. Jalanan lumayan ramai karna ini hari libur jadi banyak orang berlalu lalang.
Beberapa menit mereka sampai di taman, mereka mampir untuk jalan-jalan sedikit meregangkan kaki. Aisyah jalan sendiri membelakangi kedua kakaknya, alif hanya bisa geleng-geleng saja.
"Kak duduk sini" pinta aisyah menepuk kursi disampingnya.
"Yaya kamu ini kayak anak kecil deh" ucapan alif tidak membuat emosi aisyah malahan ia melempar senyum ke alif.
"Hahahah aku kan emang masih kecil lulus aja belum" aisyah hanya tertawa saja.
"Aku kesana dulu ya mau meregangkan ini kaki sekalian jalan-jalan keliling kalian mau ikut?" tanya hafka.
"Gak deh kak aku disini aja liat orang-orang tuh kebanyakan pada berduaan jadi aku disini aja berduaan sama kak alif hahahahah" kata aisyah seraya menertawakan ucapannya sendiri.
"Ye elah dek masih kecil gak usah mikir gituan kalaupun udah gedhe(besar) gak usah pacaran nikah aja langsung" ucap alif.
"Bercanda kali kak janhan dibikin serius ngapa sih" celoteh aisyah.
"Ya udah aku duluan ya" ucap hafka disela pertengkaran mereka berdua.
Ditaman banyak sekali orang ada yang bersama keluarganya, ada yang pacaran, aja juga bersama anak mereka dan banyak lagi. Taman ini ramai sekali karna hari libur mungkin jadi banyak orang berkunjung.
Hafka pergi meninggalkan alif dan aisyah sendiri, ia memilih berjalan sebentar setelah selesai baru kembali pada alif dan aisyah.
"Dek mau es cream gak tuh ada abang tukang es cream" tawar alif pada aisyah.
"Boleh deh kak rasa coklat ya jangan yang lain aku gak suka rasa yang lain" ucap aisyah.
"Oke siap tunggu disini ya jangan kemana-mana" pintanya.
"Iya aisyah tunggu cepetan oke"
"Iya"
Alif pergi meninggalkan aisyah untuk membeli es cream, karna alif tau bahwa adiknya sangat suka dengan es cream apalagi favoritnya adalah rasa coklat pasti sangat senang.
❤❤❤❤
"Dek tunggu sini ya kakak belikan minum dulu buat kamu" ucap frisko hendak pergi membeli minum untuk verli.
__ADS_1
"Siap kak verli gak akan kemana-mana kok" jawab verli.
"Oke" frisko pergi meninggalkan verli.
Dari arah jauh hafka berjalan mendekati verli tanpa hafka sadari bahwa itu verli. Verli awalnya tidak menyadari namun setelah hafka melewatinya verli berpikir seperti pernah tau setelah mengingat akhirnya verli tau bahwa itu adalah lelaki yang pernah hadir dalam mimpinya.
"Assalamualaikum" ucap verli tiba-tiba mengejutkan hafka dan hafka pun menghentikan langkanya lalu menoleh ke perempuan yang seperti berbicara dengannya.
"Wa'alaikumussalam apa anda berbicara dengan saya?" tanya hafka tanpa berpandang pada verli.
"Iya apa kau tak ingat denganku?" ucap verli bertanya balik.
"Maaf siapa ya!!" hafka memang tidak tau siapa perempuan di depannya.
"Aku verli apa masih tak ingat?" tanya verli lagi.
"HAA VERLI APA DIA? Kalau betul dia beda banget" batin hafka sambil berpikir.
"Apa anda yang dulu..." belum hafka selesai sudah ditimpali oleh verli.
"Iya aku yang dulu pernah kau datangi, entahlah" ucapnya.
"Kapan saya datang? dan kenapa keadaanmu jadi begini?" tanya hafka pura-pura tak tau padahal sebenernya sudah tau dari awal bahkan dia yang mendonorkan darahnya untuk verli.
"Dalam mimpiku saat aku koma kau datang menemuiku berbicara denganku, kamu bilang kan kalau aku udah sadar kamu akan menyebutkan namamu sekarang" jelas verli.
"Kenapa perkataanku jadi masuk dalam alam bawa sadarnya kok bisa gitu dan penampilannya berubah sekarang jadi pakai hijab apa perkataanku yang itu juga hadir dalam mimpinya" gumam hafka dalam hatinya.
"Hei apa kamu dengar kataku" ujar verli membuyarkan lamunan hafka.
"Aahh iya alhamdulillah kalau kamu mau merubah diri jadi orang yang lebih baik teruskan begini kalau bisa tambah jadi lebih tertutup lagi tetap istiqomah, semoga ini bukan karna kamu ingin tau nama saya tapi karna Allah" ucap hafka.
Verli hanya mendengarkan semua penuturan hafka tak sedikitpun verli berbicara. Verli merasa malu dan rendah dihadapan hafka.
"Jangan berhenti untuk merubah diri Allah selalu bersamamu, saya permisi dulu...ohh ya soal nama itu saya gak akan ingkar janji, nama saya hafka permisi assalamualaikum" setelah bertutur hafka memberitau namanya dan berlangsung pergi meninggalkan veeli yang masih terdiam.
"Tadi dia benar-benar memberi tau namanya? kenapa aku jadi kesenangan gini ya!! tadi siapa namanya...ah ya hafka nama yang bagus" puji verli membatin.
Tak lama frisko datang membawa dua botol minuman dan camilan lalu diberikan pada verli namun tak ada jawaban dari verli.
"Hei dek nih minumannya... eh kok bengong sih deeekk" karna verli bengong frisko menggoyahkan pundak verli.
__ADS_1