CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 74. KESEDIHAN


__ADS_3

Alif menuju kantornya membawa mobil sendiri. Rapat hari ini tak bisa ditunda jadi alif harus datang. Sesampainya diperusahaan, alif turun dan langsung menuju lift.


Beberapa saat kemudian.


Lift terbuka ia langsung menuju ruang rapat yang belum terisi hanya ada asisten dan sekretarisnya. Sebentar lagi rapat akan dimulai. Para pebisnis sudah datang dan memenuhi ruang rapat. Cukup lama rapat itu dilaksanakan.


Setelah rapat selesai alif bergegas untuk pulang, bukan pulang kerumah tapi ke rumah kely. Ia meminta asistennya untuk mengurus sisanya. Memberi berkas dan dokumen pada asistennya.


"Saya ada kepentingan, sisanya kamu urus kalau ada dokumen atau file kirim lewat email ku" ucap alif.


"Siap tuan" jawab asisten alif.


Alif pergi menuju lift setelah terbuka ia bergegas menuju mobil dan meninggalkan perusahan. Kepadatan jalan karna kendaraan yang berlalu-lalang. Cukup ramai tapi gak macet seperti biasanya.


Beberapa menit.


Alif sudah memasuki halaman rumah kely. Ia turun dari mobil dan memencet bel rumah beberapa kali. Tak lama kely membukakan pintu untuk alif. Dengan wajah datar dan senyuman tipis yang diciptakan kely. Alif masuk lalu duduk diruang tamu.


Dari atas abisfa turun bersama syafira. Ia pun duduk menghampiri alif yang mencium tangannya. Semalam kely sudah mengatakan pada abisfa dan syafira kalau akan ada orang yang ingin bertemu dengan mereka. Jadi hari ini abisfa tidak ke kantor karna ucapan kely yang membuatnya penasaran.


Kedatangan alif disambut hangat oleh abisfa begitu pun dengan syafira. Alif begitu sopan dan santun pada abisfa dan syafira. Kely ikut duduk disamping syafira, hatinya bercampur aduk. Jantung berdebar kencang, rasa penasaran akan jawaban orang tuanya.


"Kedatangan nak alif kesini ada apa?" tanya abisfa.


"Jadi kedatangan saya kesini berniat baik. Saya ingin meminta restu dari om dan tante untuk meminang kely menjadi istri saya. Saya janji akan membahagiakan kely dan bertanggung jawab penuh atas dirinya lahir maupun batin." ucap alif dengan tenang tanpa ada rasa takut dan keraguan. Ia sudah memanyapkan hatinya untuk serius, oleh sebab itu tak ada rasa takut atau pun canggung. Ia serahkan hasilnya pada Allah.


Abisfa memandang istrinya mengharap jawaban darinya. Mereka sama-sama kaget. Selama ini kely tak pernah dekat dengan lelaki mana pun.


"Nak alif serius ingin menikah dengan kely?" tanya syafira.


"Saya serius tante, hati saya tidak akan pernah bisa dibohongi. Saya sudah mengagumi kely sejak awal bertemu, saya tidak mau lama-lama mengagumi orang yang bukan halal untuk dilihat. Oleh sebab itu saya kesini untuk meminta restu dari om dan tante"

__ADS_1


"Om tidak keberatakan kalau kamu mau menikah dengan kely, om juga berharap kalau kalian memang jodoh. Tapi semua keputusan ada ditangan kely, om tak mau memaksakan nya"


"Tante juga akan merestui. Selebihnya tante serahkan pada kely"


"Kely bagaimana dengan keputusanmu? Apakah kamu mau menikah dengan alif?" tanya abisfa pada kely yang sedari tadi hanya menunduk.


Kely bingung harus menjawab apa. Ia merasa papa nya sangat menyukai alif dari sejak awal bertemu sudah dilihatnya. Dia juga tak menyangka papa nya akan menyetujui begitu saja. Hati nya sungguh sulit untuk menolak, seolah tak mau kalau alif juga lepas dari tangannya. Tapi ia belum yakin dengan perasaan yang sekarang ada dalam hatinya. Dirasa orang tuanya juga merestui akhirnya kely menerima menikah dengan alif.


"Bismillahirrahmanirrahim, semoga keputusanku tepat" batin kely.


"Aku mau menikah dengan alif" perkataan yang dari tadi ditunggu oleh mereka.


"Alhamdulillah" ucap alif mengucap syukur.


Semua jawaban sudah terlunaskan, meminta restu dari orang tuanya dan orang tua kely. Akhirnya mendapat lampu hijau dari mereka semua terutama kely yang mau menerima nya. Dalam hati alif sangat kegirangan.


"Terima kasih, om dan tante mau merestui saya untuk menikah dengan kely, besok saya akan mengajak orang tua saya kesini"


"Iya om. Kalau begitu saya pamit untuk pulang, terima kasih atas waktunya, assalamualaikum"


"Iya, Wa'alaikumussalam" jawab mereka yang mendengar.


Alif pun pergi dari rumah kely dengan membawa sejuta kesenangan.


♡♥♡♥♡♥♡


Hafka sudah masuk ke ruangannya membawa tas lalu diletakkan dimeja. Ia hanya bersinggah sebentar lalu keluar lagi untuk memeriksa pasiennya.


Dikoridor lantai dua hafka berjalan tanpa konsentrasi sampai menabrak jihan yang lewat didepannya. Lengannya menabrak tubuh jihan sampai hampir terjatuh untung saja hafka berhasil menangkang tubuh jihan sehingga tak jadi terjatuh. Posisi mereka jadi berpelukam. Beberapa detik hafka melepas ketahanannya dan bersikao cuek kepada jihan.


Jihan seolah menang banyak dapat pelukan dari hafka. Tapi sikapnya yang cuek membuat wajah jihan muram dan cemberut. Ia berusaha menggida hafka tapi tak mempan. Hafka pergi begitu saja setelah mengucapkan maaf.

__ADS_1


"Maaf aku tak sengaja" cuek hafka langsung pergi dari hadapan jihan.


"Eh..hafka tunggu...." teriak jihan mengikuti langkah hafka yang menjauhinya.


Hafka tak bergeming ia tetap lanjut berjalan. Sampai langkahnya terhenti saat jihan memegang tangannya dari belakang seolah hafka menarik tangan jihan untuk mengikutinya. Pegangan tersebut ditepis oleh hafka. Ia sangat kesal dan marah karna jihan berani memegangnya begitu saja.


"Jaga sopan santunmu, kau seorang dokter harusnya memberi contoh yang baik bukan sebaliknya" tegas hafka lalu pergi meninggalakan jihan yang masih berdiri mematung.


Jihan pergi berjalan berbelok ke kanan dari tempatnya berdiri. Ia memojok ke dinding seperti sedang menunggu orang lain.


Tak lama ada seorang perempuan menghampiri jihan. Ia berbicara dengan jihan begitu serius. Perempuan itu menyodorkan hanphone yang dipegangnya pada jihan.


"Ehmm bagus juga hasilmu.....ini upah untukmu, udah dana pergi" ucap jihan setelah menyodorkan amplop pada perempuan tersebut.


"Terima kasih, kalau butuh bantuan lagi hubungi aku" jawab perempuan tersebut.


"Oke" jawabnya singkat.


Perempuan itu berlalu pergi meninggalkan jihan. Tak lama jihan juga ikut pergi dari tempat tersebut. Langka kakinya membawa dia menuju ke ruang pribasi miliknya. Ia mengamati foto yang ada didalam galeri sambil tersenyum kecut.


Dia membuka kontak whatsapp mencari nomer yang dituju. Setelah ketemu segera ia mengirim foto yang di galeri ke nomor tersebut dengan mengirim pesan chat.


(Suamimu lebih lebih suka padaku dibanding dirimu. Lihat!! Dia begitu romantis ditempat kerja saja masih sempat beromantis denganku, Hafka itu tak mencintaimu. SADAR DIRI.) Pesan dari jihan.


Jihan tersenyum lepas saat mengirim foto tersebut. Ia berangan-angan kalau nanti hubungan verli dan hafka hancur. Foto yanh dikirim jihan adalah foto dirinya saat tadi tak sengaja hafka memeluknya dan dia yang memegang tangan hafka. Perempua tadi yang telah memotret mereka sehingga hadilnya seolah mereka berpelukan dan hafka menggandeng tangan jihan.


*****


Di kamar verli sedang menyicil skripsinya. Setelah tadi ikut berkegiatan dengan santri yang lain. Ia memutuskan kembali pulang dan menyelesaikan tugasnya.


Verli pergi ke kamar mandi sebentar. Sepeninggal verli ada notifikasi masuk ke hanphonenya tanpa ada nama yang tertera alias nomer tak dikenal. Tak lama verli kembali ke ranjang lalu melihat hanphone yang mendapat pesan dari nomer asing.

__ADS_1


Verli membuka layar HP nya dan melihat entah nomer siapa yang masuk. Segera verli membuka pesan dari nomer tersebut. Ada tiga kiriman foto dan ada pesan yang membuat hatinya mendung. Jemarinya mulai mengunduh satu per satu foto tersebut. Saat terbuka wajahnya berubah menjadi sendu dan muram.


__ADS_2