CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 13. SIAPA DIA?


__ADS_3

"KELY AWAAAASSSS!!!!!" Teriak verli.


"AAAGGHHT" teriak mereka.


Kely membanting setir berbelok kesamping sampai sisi lain mobil menabrak pohon dan berguling ke jalan.


Masyarakat yang berjalan maupun menaiki kendaraan saat melihat peristiwa itu pun berhenti banyak orang yang melihat kejadian tersebut, sedangkan mobil yang tadi melaju kencang didepan mereka melarikan diri tanpa ada rasa tanggung jawab.


Beberapa saat polisi sudah ada di lokasi kejadian dan ambulans datang mengevakuasi verli dan kely, banyak darah keluar dari kepala verli, baju kely juga bersimpah darah semua.


Ambulans melaju kencang menerjang para pengendara yang lewat, yang terpenting sekarang adalah keselamatan korban. Ambulans sampai dirumah sakit verli dan kely langsung di bawa masuk ke ruang UGD, dokter sedang memeriksa keadaan mereka. Banyak luka yang ada ditubuh mereka berdua.


Polisi yang tadi mengikuti ambulans mencoba menelfon keluarga verli dan kely, tadi mereka menemukan hanphone keduanya.


_


_


_


Rumah Safren


Tiba-tiba nadin merasakan hatinya terus gelisah seperti terjadi sesuatu, fikirannya terus terbayang oleh verli.


Drrt.


Drrt.


Ada panggilan masuk dihanphone nadin dilihatnya tertera nama anaknya verli.


"Verli kamu dimana nak, kamu gak papakan" tanya nadin sepontan.


"Maaf apa ini benar dengan orang tua VERLI DIANITA PUTRI?" tanya seseorang yang bukan suara verli.


"Iya saya mamanya, ini siapa ya? Anak saya kemana?" tanya nadin yang mulai cemas.


"Saya dari kepolisian ingin mengabarkan bahwa anak anda sekarang berada dirumah sakit Pelita Kasih karna mengalami kecelakaan bersama satu perempuan" ucap salah satu polisi yang menelfon.


"APA!!! Anak saya kecelakaan baik saya akan segera kesana" jawab nadin dengan tangan yang gemetar dan keringat yang membasahi tubuhnya rasanya sudah tidak bisa menopang tubuhnya namun nadin terua menguatkan dirinya.


Panggilan telefon berakhir, kini nadin beralih menelfon suaminya agar segera menyusul ke rumah sakit.


"Halo pa, papa cepet ke rumah sakit Pelita Kasih ya verli kecelakaan sama kely, hiisssh.....hiiissshh......!!!! mama tadi dikabari sama pihak kepolisian lewat hanphone verli, mama kesana sekarang sama supir tolong papa cepetan nyusul ya" jelas nadin dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


"APA VERLI KECELAKAAN!!! Baiklah papa kesana segera nanti papa hubungi frisko ya mama tenang dulu" jawab safren panik.


"Iya pa, hiiissh.......hiiiisssh.......!!!!!" kata nadin sambil terus menangis.


Nadin pergi ke rumah sakit bersama sopir, hatinya terasa sakit mendengar putri tercintanya kecelakaan, hatinya tak karuan dia hanya bisa menangia dan berdoa semoga verli baik-baik saja.

__ADS_1


Mobil nadin sudah sampai dirumah sakit, nadin berjalan melewati koridor dengan langkah tergopoh-gopoh, di ruang UGD sudah ada orang tua kely yang menunggu. Tadi orang tua kely sudah dihubungi dan mereka juga baru sampai.


"SYAFIRA!!" Panggil nadin pada mama kely.


"Nadin, hiisshh.....hiiisshhh!!!! Kely din sama verli mereka pasti baik-baik saja kan!!" ujar Syafira.


"Tenanglah mereka pasti baik-baik saja aku juga khawatir dengan keadaan verli semoga mereka gak papa ya" kata nadin mencoba menenangkan syafira padahal hatinya sendiri juga gelisah.


Tak lama dokter keluar dengan wajah yang menghawatirkan, nadin dan syafira mencoba tenang dan menanyakan keadaan verli juga kely.


"Dokter gimana dengan anak saya" tanya nadin langsung.


"Apa anda keluarga dari nona verli?" tanya dokter pada nadin.


"Iya saya mamanya, anak saya baik-baik saja kan dok?" tanya nadin cemas.


"Keadaan anak saya juga gimana dok apa baik-baik saja?" saut syafira yang tak kalah cemasnya.


"Keadaan verli tidak baik, ada benturan keras dikepala yang mengakibatkan banyak kekurangan darah dan ada darah yang menggumpal, ada keretakan juga dikedua kakinya yang kemungkinan mengakibatkan kelumpuhan harapan untuk bisa jalan kembali sangat minim, untuk sekarang kita perlu melakukan tindakan operasi dan perlu transfusi darah kebetulan stok darah dirumah sakit ini habis untuk golongan A+ kami masih mengusahakan untuk mencari pendonor darah, apa ada keluarga yang memiliki golongan darah yang sama?" jelas dokter pada nadin.


"Saya saja dok yang menjadi pendonor untuk anak saya, golongan darah saya sama dengan verli" ucap nadin.


"Baiklah anda bisa ikut dengan saya untuk diperiksa terlebih dahulu" kata dokter.


"Lalu gimana dengan anak saya dok apa kely baik-baik saja?" tanya syafira menyela ucapan dokter.


"APA!!! Jadi kely akan lumpuh begitu dok?" tanya syafira dengan nada tinggi.


"Itu bisa saja sembuh namun perlu waktu untuk bisa jalan seperti semula" jawab dokter.


"Ya ampun kely, hissshh......hisshh......!!!" syafira syok dengan penjelasan dokter.


"Anda bisa mengikuti saya untuk tes sebelum mendonorkan darah" kata dokter sambil mengarah ke nadin yang terus menangis.


Nadin mengikuti langkah dokter ke ruang pemeriksaan, setelah pemeriksaan usai nadin kembali ke ruang UGD menunggu hasilnya keluar. Tak lama hasilnya sudah keluar dan ternyata dia tidak bisa mendonorkan darahnya pada verli karna tensinya sedikit naik. Hati nadin semakin cemas bagaimana dia bisa mencari pendonor dengan waktu yang singkat.


Safren dan frisko sudah sampai rumah sakit dan langsung menghampir nadin uang duduk bersama syafira dan juga suaminya.


"Ma gimana keadaan verli apa ada luka serius?" tanya frisko yang baru datang.


"Adikmu harus segera dioperasi dan melakukan transfusi darah karna verli kekurangan banyak darah, ada benturan keras dikepalanya yang mengakibatkan pembekuan didalamnya, hiiiisshh........hissshh......hisshhh!!!!!" ucap nadin dengan suara gemetar bercampur tangis.


"Lalu bagaimana apa sudah dilakukan transfusi darah?" tanya safren.


"Stok dirumah sakit habis pa terus ini bagaimana, mama gak bisa mendonorkan darah mama karna tensi sedikit naik" jawab nadin.


"Ya ampun ini bagaimana sekarang" gumam frisko lirih.


******

__ADS_1


Hafka baru masuk ruangan dan dikabarkan ada pasien gawat darurat yang baru masuk, hafka bergegas keruangan pasien melihat keadaannya. Sampai disana hafka terkejut melihat pasien yang terbaring dengan banyak alat ditubuhnya.


"Dok apa yang terjadi dengan pasien ini" tanya hafka pada dokter lain yang menangani.


"Dia baru saja mengalami kecelaan bersama temannya, dia banyak kekurangan darah tapi stok di rumah sakit habis dan kami belum menemukan pendonor yang cocok, kepalanya terbentur sangat keras mengakibatkan darah mengalir dan terjadi pembekuan darah kita harus segera melakukan tindakan operasi tapi sebelum itu pendonor darah harus sudah ada" jelas dokter tersebut.


"Memangnya golongan darahnya apa dok?" tanya hafka.


"Golongan darah pasien A+!!" jawab dokter.


"Kalau gak salah golongan darahku juga A+" gumam hafka dalam hati.


"Biar saya saja yang menjadi pendonor untuknya dok kalau benar-benar cocok kita lakukan tindakan operasi segera" ucap hafka.


"Apa dokter serius? Kalau iya dokter hafka bisa melakukam cek terlebih dahulu" ujar dokter.


"Baiklah saya keruang pemeriksaan dulu" jawab hafka lalu pergi menuju ruang pemeriksaan.


Setelah diperiksa ternyata darah hafka cocok dengan verli akhirnya hafka mendonorkan darahnya untuk verli. Setelah usai tindakan operasi segera dilaksanakan. Perawat keluar dari ruang UGD memberi tau keluarga verli.


"Keluarga atas nama Verli!!" ucap perawat tersebut.


"Iya kami keluarganya" jawab safren.


"Kami sudah mendapat pendonor dan operasi segera dilakukan tolong anda tanda tangani surat ini untuk menindaklanjuti segera" kata si perawat seraya menyodorkan selembar kertas.


"Siapa yang telah mendonorkan darahnya untuk anak saya sus?" tanya nadin.


"Maaf bu orang itu tidak mau identitasnya diberi taukan, kami hanya melaksanakan tugas demi kenyamanan bersama" kata perawat tersebut.


Hafka memang sebelumnya telah bicara dengan dokter dan perawat lain agar tidak memberitahukan pada keluarga verli bahwa dia yang telah menjadi pendonornya, karna hafka melakukan itu dengan ikhlas.


"Baiklah tolong sampaikan terima kasih kami padanya dan ini segera tindak lanjuti anak kami" ucap safren sambil memberikan kertas tersebut.


"Baik pak saya permisi" jawabnya.


"Kira-kira siapa ya orang yang sudah mendonorkan darahnya, aku harus mencarinya dan berterima kasih" gumam safren dalam hati.


_


_


_


_


❤❤❤❤


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, HADIAH, AND KOMENNYA 😊

__ADS_1


__ADS_2