
Kely sudah sampai dari tadi setelah puas jalan-jalan bersama Alif. Ia merasa lelah dan ingin beristirahat namun Alif belum kunjung datang ke kamar. Kely pun keluar dari kamar dan pergi keluar untuk mencari keberadaan suaminya.
Diruang tengah Kely berpapasan dengan pelayan yang sedang bersih-bersih, lantas Kely menanyakan keberadaan Alif. Ternyata suaminya ada di ruang kerjanya. Ia pun berlenggak pergi ke ruang kerja suaminya.
Tok.
Tok.
"Siapa?" tanya Alif dari dalam.
"Ini aku mas, boleh aku masuk!"
"Masuklah..!" ucap Alif.
Kely membuka pintu setelah mendapat izin masuk. Dan langsung berjalan ke arah suaminya yangs edang memegang beberapa berkas yang tadi dibawa oleh asistennya untuk meminta tanda tangan Alif.
"Dari tadi aku cariin gak ada ternyata disini" keluh Kely.
"Ada apa mencariku, baru saja ditinggal sebentar udah kangen ya" goda Alif yang menyingkirkan berkasnya dan mengalihkan pada istri tersayang yang ada didepannya.
"Hmm GR banget, dari tadi aku nungguin mas dikamar tapi lama banget. Memangnya ada pekerjaan ya yang harus diselesaikan?" ucap Kely yang duduk disofa sambil memandangi Alif.
"Enggak, tadi asistenku hanya nganterin berkas yang harus ditanda tangani saja.....ayo ke kamar pasti kamu capek ya" ajak Alif yang beranjak dari duduknya menuju Kely lalu menggandeng tangan sang istri tanpa mendengarkan jawaban Kely.
Kely hanya menurut saja lalu mengikuti arah suaminya pergi. Sampai didepan kamar Kely menghentukan langkahnya saat Alif hendak membuka pintu. Ia menawarkan Alif untuk dibuatkan kopi namun suaminya tak mau karna tidak begitu suka dengan kopi. Padahal biasanya lelaki tuh suka dengan kopi tapi berbeda dengan Alif.
"Kalau jus mau gak? sekalian aku mau buat jus juga" tawar Kely.
"Nah kalau jus boleh.....jus jambu deh pakai es ya tapi dikit aja"
"Siap, aku ke dapur dulu. Mas tunggu di dalam, selesai itu aku langsung kemari" ucap Kely
"Oke..." jawab Alif singkat lalu Kely melenggang pergi menuju dapur, semetara Alif menunggu Kely di kamar.
Beberapa saat Kely sudah kembali membawa dua gelas yang beriai jus di dalamnya. Satu jus jambu untuk suaminya dan satu lagi jus apukat untuk dirinya sendiri.
Kely meletakkan di meja lalu duduk di sisi ranjang melihat Alif menyandar di sandaran ranjang. Alif meminta Kely mengambilkan jus nya lalu meminum beberapa teguk.
"Pas!" ucap Alif setelah meminum jus jambu buatan Kely.
"Alhamdulillah kalau suka" Kely tersenyum manis sembari meminum jus nya juga.
Tiba-tiba ponsel Kely berdering dan ia bergegas mengambil untuk melihat siapa yang menelfon. Ternyata Verli yang menghubunginya, segera Kely mengangkatnya. Terdengar suara Verli yang terlihat senang.
"Assalamu'alaikum Key" ucap Verli dari sebrang sana.
"Wa'alaikumussalam, apa kabar Verli? aku kangen tau sama kamu" ujarnya tersenyum manis.
"Alhamdulillah aku baik, apa kamu juga baik disana?" tanya Verli memastikan.
__ADS_1
"Alhamdulillah aku baik kok. Eeh kamu kenapa telfon aku biasanya juga kirim pesan doang" ujarnya manyun.
"Hehehe aku cuma mau bilang kabar bahagia saja denganmu Key" sahut Verli dengan bajagia sejuta watt.
"Wah ada kabar bahagia apa nih, jadi penasaran aku. Cepat katakan jangan bikin diriku ini meronta karna kepo" titahnya sambil menggoda Verli.
"Bisa aja kamu Key, aku hanya ingin mengatakan kalau aku sedang mengandung" jelas Verli dengan penuh rasa senang seketika itu membuat Kely berteriak senang.
"Aaahhhh....!!" teriakan Kely mengagetkan Alif yang ada disampingnya, sampai suaminya terheran-heran.
"Yang kenapa teriak gitu ngagetin aja sih" celetus Alif yang mengelus dadanya
"Heheheh maaf mas, aku lagi senang ini" setelah berucap demikian Kely melanjutkan obrolannya dengan Verli tanpa beranjak dari tempat duduknya.
"Serius Ver gak bercanda kan? Aku ikut senang Verli berarti sebentar lagi aku punya ponakan dong wah gak sabar menantinya. Selamat ya Ver bentar lagi jadi ibu" ujarnya yang ikut gembira.
"Makasih Key, aku doakan juga semoga kamu cepat nyusul biar anakku nanti ada teman main" ucapan Verli membuat Kely tersenyum malu dan kikuk.
"Aamiin ya robbal alamin, sehat terus Verli kalau ada waktu aku balik ke pesantren. Aku juga rindu suasana disana" ucapnya sambil membayangkan.
"Iya Key ku tunggu loh, assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam" jawab Kely lalu menutup telfonnya dan berbalik menatap Alif.
"Maaf ya mas yang tadi udah ngagetin hehe" ucap Kely nyengir.
"Hmm" hanya denggeman yang keluar dari mulut Alif tanpa menoleh ke arah istrinya. Membuat Kely manyun alias cemberut.
"Kenapa diambil buku nya?" tanya Alif yang ingin mengambil buku nya kembali namun segera dijauhkan oleh Kely.
"Tak boleh, aku kan sudah minta maaf kenapa masih ngambek" protes Kely manja seperti bocah.
"Siapa juga yang ngambek, aku dari tadi biasa aja kamu nya yang merasa begitu" sahut Alif, tangannya perlahan mengambil buku yang dipegang Kely tanpa sepengetahuannya dan didapat oleh Alif.
"Issshh.....ya udah lah, ow ya aku tadi diberi tau sama Verli kalau dia lagi hamil, waah seneng banget berarti bentar lagi aku punya ponakan" ucap Kely senang.
"Alhamdulillah kalau dia hamil, aku pun ikut senang bentar aku punya juga akan punya keponakan" tuturnya.
"Iya...." jawab Kely yang menyandarkan tubuhnya pada sandaran ranjang.
"Dari pada hanya ikutan senang karna sebentar lagi Hafka dan Verli menjadi orang tua,, kenapa tidak kita buat anak saja" celetus Alif tersenyum nakal.
Kely langsung menoleh ke arah Alif. Sejenak mereka saling berpandangan sampai akhirnya Kely memalingkan wajahnya karna malu.
"Enggak sekarang tapi....." ucapan Kely segera dipotong oleh Alif.
"Tapi nanti malam boleh dong!" sahut Alif tersenyum manis ke arah Kely sembari melingkarkan tangannya ke pinggang Kely.
"Kenapa jantungku berdegup kenceng sih gimana kalau Mas Alif merasakannya, tatapan nya itu loh bisa gak minggirin dikit" batin Kely sambil mengatur nafasnya.
__ADS_1
"Hei kenapa malah melamun tak mau juga tak apa aku gak akan memaksa kok" tutur Alif mulai merenggangkan pelukannya.
"Diam mu aku anggap jawaban" ucap Alif beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar mandi.
Sementara Alif ke kamar mandi, Kely mengatur nafasnya yang tak beraturan karna ditatap dan dipeluk oleh suaminya sendiri. Rasanya jantung itu ingin melompat dari tempat nya. Saat Alif sudah kembali Kely bersikap tenang dan hendak pergi untuk mencuci gelas yang sudah kosong.
"Mau kemana?" tanya Alif yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Ini mau aku kembalikan sekalian ku cuci" jawab Kely lalu melangkah keluar.
🌻🌻🌻
Pagi ini Verli akan ke rumah orang tuanya bersama Hafka. Ia tiba-tiba rindu dengan Nadin. Semalam Verli terua merengek untuk bertemu ibunya. Hafka tak bisa menolak keinginann Verli karna istrinya sedang mengandung.
Setelah sarapan dan pamit kepada Abi dan Ummi, mereka pergi menaiki mobil Hafka tentunya dia sendiri yang menyetir.
Verli sengaja tak memberi tau Nadin kalau ingin berkunjung karna dia ingin membuat kejutan. Dan memberi tau kabar bahagia yang dirasakan dirinya dan sanv suami. Pasti kedua orang tuanya serta Frisko merasa senang mendengar kabar bahagia itu.
Hari ini jalanan lancar sehingga perjalanan mereka bisa sedikit cepat dan tak menguras waktu. Dalam mobil Verli tak berhenti makan. Ia selalu merasa lapar padahal baru beberapa menit yang lalu sebelum berangkat dia sudah sarapan namun masih merasa lapar. Sejak hamil asupan makan Verli bertambah karna tidak hanya untuk dirinya saja tapi juga untuk si dede kecil di perutnya.
Hafka hanya memperhatikan sambil tersenyum sendiri melihat nafsu makan Verli bertambah. Ia jadi merasa gemas melihatnya. Verli yang merasa diperhatikan hanya tersenyum manis sambil terus nyemil.
"Kenapa mas, mau?" tawar Verli.
"Enggak...kamu makan saja, melihatmu seperti itu jadi gemas pengen ku cubit" ucap Hafka sembari menyetir dan sekilas melirik Verli.
Dengar ucapan Hafka yang merasa gemas, ia jadi tersipu malu. "Bisa aja, hmm....apa aku gendutan? Asupan makanku jadi bertambah sejak hamil" curhatnya.
"Eh enggak kok malahan kamu tambah cantik kalau begini, kan disini sekarang ada dede jadi wajar kalau asupan makan kamu bertambah" tutur Hafka mencoba memberi wejangan agar sang istri tidak minder.
Verli hanya tersenyum dan menyudahi makannya. Ia memilih untuk beralih menatap ke arah luar jendela sampai tak sadar dan terlelap.
Hafka melirik sekilas yang ternyata Verli tertidur. Mungkin karna lelah, Hafka tak mau mengganggu tidur sang istri. Ia pun memilih fokus untuk menyetir.
*****
Bel rumah berbunyi Nadin segera keluar untuk membukakan pintu. Saat pintu terbuka ia merasa kaget sekaligus senang melihat putri tercinta datang ke rumah. Verli dan Hafka sudah sampai dan menyelami Nadin bergantian lalu masuk ke dalam.
Pelayan rumah segera membuatkan minum untuk Hafka dan Verli. Sementara mereka berdua duduk di sofa bersama Nadin. Tak lama Safren datang menuruni tangga menuju ke arah mereka. Secara bergantian kedua pasangan itu menciu tangan Safren. Mereka pun kembali duduk, dengan wajah bahagia yang terpancar diwajah Nadin saat bertemu Verli.
"Kamu kesini kok gak bilang sih sama mama atau papa" ucap Nadin.
"Maaf ma, aku memang sengaja tidak memberi tau mama papa atau pun kak Frisko, biar jadi surprise heheh" jawab Verli.
"Aku kesini juga mau memberi tau kabar gembira langsung pada mama dan papa" ucap Verli melirik suaminya sekilas lalu kembali menatap orang tuanya.
"Kabar gembira apa sayang, kelihatannya kamu senang sekali" ujar Nadin penasaran.
"Ini....mama lihat sendiri" kata Verli sambil menyodorkan paper back berukuran kecil ke arah Nadin.
__ADS_1
Tak pikir panjang Nadin menerima paper back tersebut karna sudah pensaran. Safren menoleh ke arah istrinya yang juga penasaran. Mereka pun membuka bersama isi paper back tersebut. Saat sudah terbuka ternyata isi dalam paper back itu adalah foto usg dan tes pack yang bergaris dua.
Saat bersamaan Verli mengatakan bahwa dirinya sedang mengandung. Tak terasa air mata Nadin tiba-tiba menetes begitu saja. Safren tak kalah kagetnya mendengar kabar bahagia itu. Detik itu juga Nadin memeluk erat Verli, merasakan bahagia.