CINTA DISEPERTIGA MALAM

CINTA DISEPERTIGA MALAM
BAB 29. PENASARAN


__ADS_3

Hafka terus berperang dengan pikiran dan hatinya sendiri, tak mau ambil pusing hafka lebih memilih untuk memejamkan matanya namun juga tak terlelap. Dan terus berbolak balik ke kanan dan ke kiri seperti orang tak nyaman, ya memang tak nyaman dengan dirinya sendiri walaupun sudah menepis tentang apa yang dipikirkannya tetap saja masih menempel tak mau lepas.


Pagi tiba.


Hafka sudah berkemas dari semalam agar paginya bisa langsung berangkat. Ia keluar dari apartemen dengan menenteng tas nya menuju mobil. Hafka memencet tombol lift beberapa saat lift pun terbuka saat hendak masuk ternyata dalam lift juga ada seorang wanita. Hafka canggung untuk masuk karna wanita itu menggunakan baju yang kurang bahan sehingga memperlihatkan lekukan tubuhnya.


Setelah diam sejenak hafka terpaksa masuk ke dalam lift dan menjaga jarak dengan wanita tersebut. Tatapan wanita itu begitu intens pada hafka namun tidak dihiraukan olehnya, ia lebih baik tidak melihatnya. Dalam hati wanita tersebut ia mengagumi ketampanan hafka sampai tak sadar pintu lift pun terbuka. Hafka segera keluar dan bergegas menuju mobil tak menghiraukan wanita tadi.


Setelah kepergian hafka wanita itu juga keluar dari lift, tatapannya terus memandangi hafka sampai menghilang dari hadapannya.


"Astaga pria tadi cakep banget, apa dia tinggal diapartemen ini juga!! kalau iya....waaahhh bisa ketemu terus dong hihihi, tapi...penampilannya kurang modis masak pakek apa itu ya namanya hmm entahlah" gumam wanita tersebut lirih.


Disisi lain hafka sudah mengemudikan mobilnya keluar dari apartemen, jalanan hari ini lumayan ramai jadi mungkin akan telat untuk sampai rumahnya. Disela perjalanan hafka memparkirkan mobilnya di depan minimarket lalu ia masuk ke dalam membeli berbagai macam snack dan minuman ada bahan pokok juga. Setelah selesai memilih apa yang di inginkan hafka segera membayar dan keluar dari minimarket, ada 3 kantong belanjaan yang dibawanya. Ia menaruh bagasi mobil dan melanjutkan perjalanan.


********


Alif hari ini sedikit sibuk meeting dengan beberapa klaien. Tepat sekarang ia berada direstoran untuk menemui partner bisnisnya untuk membahas kerjasama. Lama ia berbincang dengan partner bisninya membahas kerjasama dan yang lain.


Satu jam sudah berlalu alif sudah mengakhiri meetingnya, ia berjabat tangan dengan rekannya, setelah itu rekannya pun pergi dengan satu asisten. Alif kembali duduk menyenderkan badannya disofa sedangkan asistennya merapikam berkas yang ada dimeja. Alif berdiri dari duduknya lalu menyuruh asistennya menunggu sebentar karna dia ingin ke toilet.


Setelah dari toilet alif kembali berjalan menuju tempat semula tadi tapi belum sampai alif melihat seorang wanita yang menurutnya tidak asing lagi. Lalu ia menghampiri wanita tersebutyang terlihat sendirian. Sampai didekat wanita itu alif pun menyadari siapa dia yanh sekarang ada di hadapannya.


"Permisi" ucap alif mengawali.


"Iya..." jawab wanita tersebut lalu menoleh menatap alif dan ia saat melihat alif juga tak asing lagi dengan wajahnya.


"Loh mas kan yang waktu itu sama hafka kan di daerah XXX waktu nolongin saya!!" kata wanita tersebut kaget.


"Iya ternyata ini benar kamu pantes wajahnya gak asing......eh eh bentar kok kamu tau nama hafka dari mana?" tanya alif tekejut juga sembari melotot.


"Silahkan duduk dulu mas" verli menyuruh alif untuk duduk.


Lalu alif pun duduk di kursi yang ada di depan verli, alif sungguh terkejut melihat keadaan verli yanh sekarang padahal awal ketemu dengannya ia baik-baik saja namun sekarang lain.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku tadi?" ucap alif lagi.


"Iya saya tau dari hafka sendiri waktu ketemu dengannya di rumah sakit dan saya juga sudah tau profesinua sekarang" jelas verli lagi-lagi membuat alif terkejut.

__ADS_1


"Haa kok bisa hafka memberi tau padamu padahal awalnya ngempet biar gak tau eeh sekarang malah dia sendiri yang bilang" ucap alif heran.


"Dan kamu sendiri kenapa kok jadi begini apa yang sebenernya terjadi? ow ya namaku alif" tanya alif.


"Habis kena musibah, ow ya namaku verli kamu pasti udah juga" ujar verli.


"Ya Allah musibah kalau aku boleh tau, sampai harus kamu memakai kursi roda" alis melongo mendengar perkataan verli.


"Kecelakaan sama sahabat kely, udah hampir dua bulan ini sih dan sempat koma juga, sekarang hanya bisa duduk dikursi roda karna kakiku lumpuh gara-gara kecelakaan itu" jelas verli.


"Jadi sekarang kamu gak bisa jalan normal lagi?" tanya alif.


"Enggak, mungkin selamanya aku gak bisa jalan karna dokter sudah bilang kalau kemungkinan sangat sulit untukku bisa normal kembali" ujar verli.


Sesaat kemudian hanphone alif berbunyi saat di buka ternyata asistennya menelfon. Alif pun sadar pasti asistennya telah menunggu lama.


"Sebentar ya aku angkat telfon dulu"


"Silahkan"


"Maaf pak anda masih ditoilet?" tanya asiten alif.


"Enggak kok, kamu duluan aja ke kantor nanti saya menyusul masih ada keperluan sebentar" pinta alif.


"Kalau begitu baik pak saya akan kembali ke kantor" jawab asisten alif.


"Iya"


Setelah menutup telfon alif kembali menuju verli duduk kembali ditempat semula. Lalu ia meminta verli menjelaskan kembali percakapan yang tadi terhenti.


"Bentar kamu tadi kesini naik apa dan sama siapa? gak mungkin sendiri kan?" tanya alif sedari tadi ia hanya melihat verli seorang diri tanpa ada yang menemani.


"Memang aku kesini gak sendiri, tadi sama kakakku tapi dia ada meeting dadakan gak jauh sih dari sini soalnya pesen ruang VIP ya direstoran ini juga kok, aku milih disini aja cari udara segar" jelas verli.


"Ow begitu kirain sendirian...." alif baru menyadari penampilan verli yang berubah dari tadi ia hanya fokus pada keadaan verli sampai tak begitu melihat perubahannya.


"Aku baru sadar loh kalau kamu bisa berubah gini jadi pangling, alhamdulillah Allah memberi hidayah untukmu"

__ADS_1


"Iya alhamdulillah, musibah ini membawa keberkahan untukku sendiri dari sini aku bisa belajar dan juga karna...." verli memutus ucapannya, alif pun tanya kembali.


"Karna apa?"


"Karna......hafka!!" jawab verli.


"Kok bisa karna hafka gimana ceritanya!!" alif dibikin penasaran sama verli karna dia cerita hanya setengah-setengah.


"Hmm....panjang ceritanya"


"Ya udah ceritain aja lagian aku juga sepupu hafka kok" pinta alif.


"Jadi kamu sepupu hafka kirain temennya" ujar verli membulatkan matanya.


"Iya aku sepupunya, udah balik ke topik penasaran loh ceritain lah" pinta alif sedikit memaksa.


"Baiklah akanku ceritakan, jadi awalnya tuh aku sama kely, verli menceritakan semuanya dari awal kenapa bisa kecelakaan sampai akhirnya bisa sadar kembali dan merubah diriny tanpa ada yang ditutup-tutupi sama sekali olehnya" alif menndengar dan mencerna setiap kata yang di ucapkan verli membuat ia tercengang tak percaya.


"Ya begitulah sampai sekarang aku bisa berubah gini" ucap verli melengkungkan bibirnya sedikit.


"Kok bisa ya heran loh aku beneran deh baru kali ini soalnya" alif masih tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.


"Ya itulah kenyataannya"


"Segampang itu hafka memberi tau namanya, padahal ya kalau dia udah bilang gak ya berarti enggak" ujar alif.


"Ya mungkin dia jodoh kamu berdoa aja setiap malam tapi juga jangan terlalu berharap nanti jatuhnya sakit hihihihi" alif seraya menggoda verli dan terkekeh pelan.


"Apaan sih ya gak lah aku sama dia itu beda jauh, aku gak pantas buat dia"


"Gak ada kata gak pantas, kalau Allah sudah mentakdirkan dia untukmu sekalipun kamu bisa gak pantas ya tetap akan jadi milikmu, gak ada yang bisa melawan takdir" jelasnya.


Verli kali ini hanya diam saja tanpa menjawab ucapan alif, karna yang diucapkannya memang benar tidak ada yang bisa melawan takdir.


"Asal kamu tau ya hafka itu tidak pernah memandang fisik seseorang, dia didik dari kecil dengan ilmu agama mangkanya dia begitu menjaga dirinya dan kalau masalah profesi itu memang kemaunnya sendiri, apakah kamu sudah tau tempat tinggalnya?" tanya alif.


"Hm dia gak nyebutin pasti tempatnya tapi katanya gak jauh dari tempat waktu itu kamu nolongin aku" jawab verli akhirnya membuka suara.

__ADS_1


__ADS_2